10 Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan

Hampir semua jenis kacang memiliki manfaat untuk kesehatan, salah satunya kacang kedelai. Kacang kedelai adalah salah satu jenis kacang yang cukup sering dikonsumsi masyarakat. Kacang yang memiliki nama latin Glycine max ini populer karena dapat diolah menjadi berbagai macam panganan, mulai dari tahu, tempe, susu, kecap, tauco, terigu, hingga minyak. Dari sekian banyak fungsi olahannya, kacang kedelai juga memiliki manfaat untuk kesehatan.

10 Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan
10 Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan
jasa backlink pbn

Hampir semua jenis kacang memiliki manfaat untuk kesehatan, salah satunya kacang kedelai. Kacang kedelai adalah salah satu jenis kacang yang cukup sering dikonsumsi masyarakat. Kacang yang memiliki nama latin Glycine max ini populer karena dapat diolah menjadi berbagai macam panganan, mulai dari tahu, tempe, susu, kecap, tauco, terigu, hingga minyak. Dari sekian banyak fungsi olahannya, kacang kedelai juga memiliki manfaat untuk kesehatan.

Secara umum kacang kedelai kaya kandungan nutrisi. Di dalam 100 g (gram) kacang kedelai terdapat kandungan karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral. Dilansir dari Hellosehat.com, berikut 10 manfaat kacang kedelai untuk kesehatan.

1. Kaya Asam Amino Esensial

Kacang kedelai juga mengandung semua jenis asam amino esensial yang memberi manfaat kesehatan. Asam amino esensial adalah jenis yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, tetapi tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri.

Alhasil, kamu memerlukan asupan tambahan dari makanan sehari-hari, seperti kedelai atau makanan olahan lainnya. Kandungan protein dalam kacang ini berfungsi sebagai pengganti protein dari sumber hewani, seperti daging sapi, unggas, dan telur.

Jadi, kacang kedelai adalah salah satu alternatif asupan protein yang baik bila kamu ingin mengurangi konsumsi daging. Sebaiknya, pilih produk olahan kedelai utuh yang kaya serat dan protein sehingga bisa dicerna perlahan oleh tubuh dan membuat kamu kenyang lebih lama.

Kamu bisa makan camilan dengan kandungan kacang kedelai sekitar 2 jam sebelum makan besar guna membantu mengurangi asupan karbohidrat berlebih ataupun kalap saat makan.

2. Susu Sehat Pengganti Susu Sapi

Bagi kamu yang mengalami intoleransi laktosa maupun alergi susu sapi, susu kacang kedelai bisa jadi minuman alternatif yang punya manfaat serupa dengan susu sapi. Selain itu, susu ini juga bersumber dari nabati (tumbuhan) sehingga bisa jadi pilihan minuman bagi kamu yang menjalani gaya hidup vegetarian atau vegan.

Badan Pengawas Makanan di Amerika Serikat, FDA, menyatakan bahwa susu kedelai baik untuk diminum anak-anak. Namun, sebaiknya tetap konsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memberikan susu ini untuk buah hati kamu, terutama jika anak kamu memiliki alergi kacang atau kondisi kesehatan tertentu.

Baca Juga: Dongkrak Daya Tahan Tubuh dengan Konsumsi 7 Jenis Kacang Ini

3. Menurunkan Berat Badan

Bagi kamu yang sedang berusaha menurunkan berat badan, para pakar kesehatan merekomendasikan kacang ini sebagai pilihan camilan sehat sehari-hari. Manfaat kacang kedelai satu ini didapat dari kandungan protein dan seratnya yang tinggi untuk menunda lapar.

Di samping itu, kedelai juga memiliki indeks glikemik rendah. Indeks glikemik sendiri adalah nilai yang menunjukkan seberapa cepat tubuh kamu mengubah karbohidrat menjadi gula darah.

Makanan dengan indeks glikemik rendah cenderung lebih lambat dicerna tubuh sehingga tidak membuat kamu cepat lapar. Hal ini tentunya akan sangat membantu kamu mengendalikan hasrat ngemil makanan yang berkalori tinggi.

4. Melancarkan Pencernaan

Kandungan serat dalam kedelai juga membantu menjaga saluran pencernaan yang sehat, termasuk membantu masalah buang air besar agar lancar dan teratur. Manfaat ini juga didapatkan dari kandungan isoflavon di dalam kacang kedelai.

Isoflavon adalah antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas. Selain menangkal radikal bebas, isoflavon dalam kacang ini ternyata dapat membantu kerja usus sehingga sistem pencernaan kamu menjadi lebih lancar.

Rutin makan kedelai juga bisa membantu mengurangi risiko kamu terkena sembelit, kanker usus besar, hernia, dan wasir. Namun ingat, jangan lupa untuk mengontrol porsi makan kedelai kamu agar tidak berlebihan.

5. Meredakan Gejala Menopause

Ketika memasuki masa menopause, wanita biasanya mengalami beberapa gejala khas. Salah satunya hot flashes, yaitu sensasi panas dan kegerahan yang sering muncul di malam hari. Hal ini bisa terjadi karena menopause menyebabkan produksi hormon estrogen dalam tubuh menurun drasis.

Nah, perubahan hormon inilah yang menyebabkan kamu mengalami ‘kepanasan’ saat menopause. Kabar baiknya, studi yang diterbitkan pada jurnal Menopause melaporkan konsumsi makanan yang berasal dari kacang kedelai dapat memberi manfaat untuk meringankan gejala-gejala menopause.

6. Mencegah Pengeroposan Tulang

Manfaat selanjutnya dari kacang kedelai adalah mencegah pengeroposan pada tulang. Hal ini dijelaskan dalam sebuah studi dari Asian Pacific Journal of Tropical Medicine. Pada masa menopause, produksi hormon estrogen dalam tubuh wanita akan menurun drastis.

Estrogen sendiri berperan penting untuk membentuk dan melindungi tulang yang kuat. Oleh karena itu, wanita yang sudah masuk masa menopause berisiko tinggi mengalami pengeroposan tulang alias osteoporosis.

Bahkan, wanita empat kali lebih mungkin berisiko mengalami osteoporosis daripada pria ketika sudah memasuki masa menopause. Untungnya, kedelai mengandung isoflavon, yaitu senyawa kimia yang memiliki struktur dan fungsi mirip dengan estrogen.

Tak main-main, kandungan isoflavon yang terkandung dalam kacang ini dan produk turunannya diketahui lebih tinggi daripada bahan makanan lainnya. Jika dikonsumsi secara rutin disertai dengan asupan makanan yang bernutrisi tinggi lainnya, kacang ini efektif membantu menghambat kerusakan tulang untuk mencegah risiko osteoporosis.

Baca Juga: 5 Manfaat Susu Kedelai Bagi Kesehatan, dari Memperkuat Daya Tahan Tubuh hingga Mencegah Anemia

7. Mengendalikan Kadar Gula Darah

Indeks glikemik rendah dalam kacang kedelai ternyata juga memberi manfaat langsung pada kadar gula darah dalam tubuh kamu. Secara umum, jika suatu makanan memiliki indeks glikemik rendah, potensi makanan tersebut menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis relatif kecil.

Sebaliknya, jika suatu makanan memiliki indeks glikemik tinggi, semakin besar potensi makanan tersebut menyebabkan kenaikan gula darah. Bagi penderita diabetes, hal ini tentu jadi kabar baik.

Pasalnya, orang dengan diabetes bisa dengan leluasa mengonsumsi kacang kedelai tanpa harus khawatir akan mengalami lonjakan kadar gula darah. Tak hanya itu, kandungan serat dalam kedelai juga membantu memperlambat proses penyerapan makanan dalam tubuh.

Nah, proses penyerapan yang lambat ini dapat membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Jika sudah merasa kenyang, kamu biasanya jadi tidak nafsu untuk makan kalap atau berlebihan. Lagi-lagi, kondisi ini tentu menguntungkan bagi orang dengan diabetes yang ingin mengendalikan gula darah sekaligus berat badannya.

8. Baik untuk Jantung

Kacang kedelai merupakan sumber lemak tak jenuh ganda yang baik untuk jantung serta kesehatan tubuh kamu secara menyeluruh. Selain itu, kandungan protein dan isoflavon dalam kacang kedelai memberi manfaat berupa penurunan kolesterol LDL (kolesterol jahat).

Kolesterol yang yang terkontrol dengan baik dapat membantu menurunkan risiko kamu terkena stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung lainnya.

9. Menurunkan Risiko Kanker Payudara

Sebagian orang percaya bahwa makan kacang kedelai bisa memicu kanker payudara pada wanita. Struktur kandungan isoflavon dalam kedelai memang mirip dengan estrogen, yang sering dikaitkan sebagai penyebab kanker payudara.

Nyatanya, kacang kedelai justru memberi manfaat yakni membantu mencegah kanker payudara berkat kandungan seratnya yang tinggi. Menurut sebuah studi dari American Cancer Society, makanan yang kaya akan serat membantu menurunkan risiko kanker payudara.

10. Menurunkan Risiko Kanker Prostat

Dari berbagai selentingan yang beredar di masyarakat, kedelai dikabarkan sebagai salah satu makanan yang tidak boleh dikonsumsi pria. Pasalnya, kandungan isoflavon dalam kacang ini dikhawatirkan bisa menurunkan hormon testosteron sehingga membuat pria jadi tidak subur.

Faktanya, sampai saat ini para ahli masih terus meneliti hubungan antara konsumsi kedelai dengan kesuburan. Di sisi lain, penelitian dari The Journal of Nutrition membuktikan bahwa pola makan kaya serat, seperti kacang kedelai, memiliki manfaat untuk menurunkan risiko kanker prostat pada pria.