12 Mayat Warga China Korban Kapal Karam Akibat Topan Ditemukan

12 Mayat Warga China Korban Kapal Karam Akibat Topan Ditemukan. Sementara itu masih ada sejumlah orang dalam status hilang.

12 Mayat Warga China Korban Kapal Karam Akibat Topan Ditemukan
12 Mayat Warga China Korban Kapal Karam Akibat Topan Ditemukan (voa) (Foto: Ilustrasi)
jasa backlink pbn

MPOTIMES - 12 Mayat Warga China Korban Kapal Karam Akibat Topan Ditemukan. Sementara itu masih ada sejumlah orang dalam status hilang.

Sebuah kapal teknis mengalami kerusakan yang signifikan dan pecah menjadi dua saat badai minggu lalu.

Dua belas mayat ditemukan setelah sebuah kapal karam di Laut Cina Selatan selama akhir pekan yang menyebabkan 30 anggota awak hilang, menurut pihak berwenang Cina.

Pengumuman pada hari Senin datang beberapa hari setelah sebuah kapal teknologi sekitar 160 mil laut (296 km) barat daya Hong Kong mengalami kerusakan yang signifikan dan pecah menjadi dua selama topan.

"Pada 4 Juli pukul 15:30, tim penyelamat menemukan dan menemukan 12 mayat, diyakini sebagai korban tenggelam, di daerah sekitar 50 mil laut barat daya tempat kapal tenggelam," kata Pusat Pencarian dan Penyelamatan Maritim Guangdong. kata dalam pesan Senin.

“Departemen terkait sedang meningkatkan pekerjaan verifikasi identitas,” tambahnya.

Empat Orang Berhasil Diselamatkan

Menurut media pemerintah China, tiga orang diselamatkan pada hari Sabtu dan satu lagi pada Senin pagi, menyebabkan 26 orang hilang.

Tujuh pesawat, 246 kapal dan 498 kapal penangkap ikan dikirim untuk mencari jenazah yang hilang, kata pihak berwenang.

Rekaman dramatis yang sebelumnya diberikan oleh otoritas Hong Kong menunjukkan seseorang diterbangkan ke dalam helikopter saat ombak menabrak dek kapal yang setengah tenggelam di bawah.

Topan Chaba terbentuk di bagian tengah Laut Cina Selatan dan mendarat di provinsi Guangdong, Cina selatan pada Sabtu sore.

Petugas penyelamat di Hong Kong diberitahu tentang insiden itu pada pukul 07:25 waktu setempat (23:25 GMT pada hari Jumat) dan menemukan kapal itu di dekat pusat kota Chaba, di mana cuaca buruk dan ladang angin di dekatnya membuat operasi "lebih sulit dan berbahaya."

Baca Juga Penembakan Brutal Di Norwegia Menyasar Bar Gay - 2 Orang Tewas