4 Bahaya Karbohidrat Olahan bagi Kesehatan

Karbohidrat berperan penting dalam menyediakan energi bagi tubuh, tapi rupanya tidak semua jenis karbohidrat sama. Karbohidrat olahan tidak memberikan energi yang bertahan lama dan justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

4 Bahaya Karbohidrat Olahan bagi Kesehatan
4 Bahaya Karbohidrat Olahan bagi Kesehatan
jasa backlink pbn

Karbohidrat berperan penting dalam menyediakan energi bagi tubuh, tapi rupanya tidak semua jenis karbohidrat sama. Karbohidrat olahan tidak memberikan energi yang bertahan lama dan justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Karbohidrat olahan (refined carbs) adalah karbohidrat yang telah melewati serangkaian proses pengolahan sehingga kehilangan kandungan serat, vitamin, dan mineralnya. Itu sebabnya refined carbs tergolong sebagai makanan tinggi kalori yang miskin zat gizi. Jenis-jenis makanan yang termasuk karbohidrat olahan adalah tepung, gula pasir, sirup jagung tinggi fruktosa, dan konsentrat jus buah.

Konsumsi makanan mengandung refined carbs bisa berdampak negatif terhadap berat badan, gula darah, dan kesehatan jantung. Berikut gangguan kesehatan yang mungkin terjadi. Dilansir dari Hellosehat.com, berikut 4 bahaya karbohidrat olahan bagi kesehatan.

1. Makan Berlebihan dan Sugar Craving

Kamu mungkin menyadari bahwa makanan manis tidak bikin kenyang. Ini karena rasa kenyang dari karbohidrat olahan hanya bertahan sebentar. Setelah itu, gula darah akan naik dengan cepat dan turun kembali dalam 2–3 jam.

Menurut studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition, gula darah yang turun akan menimbulkan lapar serta merangsang area otak yang mengatur rasa senang dan ngidam. Inilah yang membuat kamu ngidam makanan manis alias sugar craving.

Baca Juga: 7 Dampak Negatif Gula Halus bagi Kesehatan

2. Meningkatkan Risiko Obesitas

Refined carbs dapat menimbulkan peradangan dalam tubuh. Lambat laun, peradangan akan membuat otak tidak lagi peka pada hormon kenyang yang disebut leptin. Alhasil, otak mengira bahwa kamu masih lapar meski telah makan banyak.

Penelitian lama dalam Journal of The American Dietetic Association juga menemukan bahwa asupan karbohidrat olahan berkaitan dengan meningkatnya lemak perut. Ini merupakan salah satu faktor risiko utama dari obesitas.

3. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Studi menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat olahan meningkatkan gula darah dan risiko resistensi insulin. Resistensi insulin merupakan kondisi ketika sel tidak merespons insulin dengan baik sehingga kadar gula darah tetap tinggi.

Seiring waktu, hormon insulin yang diproduksi pankreas tidak lagi mampu menstabilkan gula darah yang tinggi. Kondisi ini lama-kelamaan berujung menyebabkan diabetes melitus tipe 2.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Diabetes

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Karbohidrat olahan dapat menyebabkan kenaikan kadar trigliserida darah. Trigliserida merupakan jenis kolesterol yang ditemukan dalam darah. Kadar trigliserida yang tinggi dapat membuat kamu berisiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Hal ini telah didukung oleh banyak penelitian, salah satunya terbit di American Journal Of Epidemiology (2013). Para peneliti menemukan bahwa orang yang sering makan karbohidrat olahan berisiko 2–3 kali lipat lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung.