4 Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan

Berbeda dengan rokok tembakau, vape atau rokok elektrik memang tidak mengandung zat berbahaya, seperti tar dan karbon monoksida. Namun, bukan berarti vape lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Vape justru memiliki kandungan zat kimia berbahaya, seperti nikotin, asetaldehida, akrolein, propanal, formaldehida, logam berat, dan diasetil, yang hampir sama dengan rokok tembakau.

4 Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan
4 Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan
jasa backlink pbn

Berbeda dengan rokok tembakau, vape atau rokok elektrik memang tidak mengandung zat berbahaya, seperti tar dan karbon monoksida. Namun, bukan berarti vape lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Vape justru memiliki kandungan zat kimia berbahaya, seperti nikotin, asetaldehida, akrolein, propanal, formaldehida, logam berat, dan diasetil, yang hampir sama dengan rokok tembakau.

Dilansir dari Alodokter.com, berikut 4 bahaya rokok elektrik bagi kesehatan.

1. Menyebabkan Gangguan pada Janin

Pada ibu hamil, penggunaan vape secara aktif maupun pasif (terpapar asap vape dari orang lain) dapat membahayakan janin di dalam kandungannya. Pasalnya, paparan nikotin dan zat berbahaya lain di dalam vape dapat mengganggu perkembangan janin.

Sedangkan pada anak-anak, paparan nikotin dari vape dapat menggangu perkembangan otaknya serta memengaruhi daya ingatnya.

Baca Juga: Berhentilah Merokok dan Dapatkan Manfaatnya

2. Membahayakan Paru-paru

Meski tidak memakai tembakau, bukan berarti bahaya vaping lebih ringan daripada rokok tembakau. Pasalnya, rokok elektronik tetap memiliki kandungan nikotin yang dapat meningkatkan risiko peradangan pada paru-paru dan mengurangi kemampuan jaringan pelindung di paru untuk melindungi organ paru.

Kandungan bahan tambahan pada rokok elektronik juga bisa menimbulkan risiko kesehatan. iasetil yang terkandung di vape dapat menyebabkan munculnya penyakit bronkiolitis obliterans, atau lebih dikenal sebagai paru-paru popcorn (popcorn lung).

Selain itu, vitamin E asetat yang ada pada beberapa jenis rokok elektronik juga diduga kuat dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang disebut dengan e-cigarette, or vaping, product use-associated lung injury (EVALI). Kondisi ini menyebabkan nyeri dada dan sesak napas yang bisa berakhir dengan gagal napas. 

3. Membahayakan Jantung

Selain berdampak buruk bagi kesehatan paru-paru, nikotin yang terdapat di vape juga bisa mengganggu jantung. Saat nikotin diserap dan melalui aliran darah, kelenjar adrenal dapat terangsang untuk melepaskan hormon epinefrin (adrenal). Pelepasan hormon epinefrin inilah yang menyebabkan tekanan darah dan denyut jantung meningkat.

Baca Juga: 9 Bahaya Merokok untuk Kesehatan

4. Meningkatkan Risiko Terkena Kanker

Sama seperti rokok tembakau, vaping juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker. Kandungan formaldehida yang terdapat dalam vape bersifat karsinogenik, sehingga bila dihirup dalam jangka waktu lama, dapat memicu munculnya sel-sel kanker.

Bahaya vaping lainnya adalah jika cairan nikotin yang digunakan untuk mengisi rokok elektrik terkena kulit atau tak sengaja terminum oleh anak-anak. Hal ini dapat mengakibatkan kondisi serius, bahkan bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, selalu simpan dan buang alat vaping dengan benar untuk mencegah anak keracunan vape.

Beberapa tanda dan gejala keracunan nikotin adalah pucat, muntah, berkeringat, mengeluarkan air liur, gemetar, kejang, hingga pingsan. Jika kamu menemukan anak dalam kondisi demikian, segeralah bawa ke UGD untuk mendapatkan penanganan.