4 Manfaat Kacang Polong untuk Kesehatan

Hampir semua jenis kacang memiliki manfaat untuk kesehatan, salah satunya kacang polong. Kacang polong adalah satu dari sekian banyak jenis kacang-kacangan dengan bentuk fisik bulat, berukuran kecil, dan berwarna hijau khas yang tampak segar. Kacang polong juga memiliki manfaat yang cukup besar untuk kesehatan tubuh.

4 Manfaat Kacang Polong untuk Kesehatan
4 Manfaat Kacang Polong untuk Kesehatan
jasa backlink pbn

Hampir semua jenis kacang memiliki manfaat untuk kesehatan, salah satunya kacang polong. Kacang polong adalah satu dari sekian banyak jenis kacang-kacangan dengan bentuk fisik bulat, berukuran kecil, dan berwarna hijau khas yang tampak segar. Kacang polong juga memiliki manfaat yang cukup besar untuk kesehatan tubuh.

Setiap butir kacang yang memiliki nama latin Pisum sativum L ini mengandung segudang nutrisi yang baik untuk tubuh. Secangkir kacang polong dengan berat 160 gram (gr) mengandung berbagai zat gizi diantaranya, Kalori, Protein, Serat, Protein, Mangan, Vitamin K, Vitamin B1 (tiamin, dan Vitamin B9 (folat).

Dilansir dari Hellosehat.com, berikut 4 manfaat utama kacang polong untuk kesehatan.

1. Menyehatkan Sistem Pencernaan

Penelitian membuktikan bahwa kacang polong punya manfaat untuk melancarkan sistem pencernaan. Bagi orang yang sedang mengalami masalah pencernaan, seperti penyakit sembelit (susah BAB), kacang polong bisa menjadi pilihan makanan yang tepat.

Pasalnya, kandungan serat yang ada di dalam kacang ini akan membantu mempermudah pergerakan usus dalam menyerap makanan. Hasil tersebut turut didukung oleh penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Dietetic Association, yang mengatakan bahwa makan kacang polong bisa mengatasi sembelit dan melancarkan buang air besar.

Secara langsung, tentu akan mengurangi frekuensi konsumsi obat pencahar yang biasanya dipakai untuk mengobati sembelit.

Baca Juga: Dongkrak Daya Tahan Tubuh dengan Konsumsi 7 Jenis Kacang Ini

2. Kaya Antioksidan

Kacang polong termasuk salah satu sumber nutrisi alami yang menyumbang banyak antioksidan. Tubuh manusia sebenarnya dapat memproduksi antioksidannya sendiri. Namun, asupan antioksidan dari luar juga dibutuhkan tubuh untuk mencukupi persediaannya, sehingga semakin kuat dalam menangkal serangan radikal bebas.

Radikal bebas tidak boleh disepelekan karena bisa meningkatkan risiko penyakit seperti kanker, Alzheimer, Parkinson, dan atelosklerosis. Nah, rutin makan kacang polong maupun olahannya akan menyumbang berbagai antioksidan untuk tubuh.

Ambil contoh, seperti senyawa polifenol, lutein, dan fenolik yang membantu melindungi tubuh terhadap penyakit. Bahkan, senyawa lutein diyakini dapat menjaga dan mengoptimalkan fungsi penglihatan sekaligus menghindari penyakit katarak dan degenerasi makula.

3. Membantu Menjaga Gula Darah

Sebuah penelitian pada 2011 yang dimuat di British Journal of Nutrition menguji sekelompok orang dengan berat badan berlebih dan memiliki kadar kolesterol tinggi. Hasilnya, makan 50 gram olahan tepung atau kacang polong utuh per hari selama 28 hari dapat membantu mengurangi resistensi insulin.

Menurut penelitian lain pada 2012 dalam jurnal serupa, kacang polong termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah. Indeks glikemik yakni rasio seberapa cepat makanan sumber karbohidrat dapat memengaruhi kadar gula darah pada tubuh.

Setiap makanan punya nilai indeks glikemik yang berbeda-beda. Semakin kecil nilai indeks glikemik suatu makanan, tentu lonjakan kadar gula yang naik usai makan makanan tersebut akan lebih lambat. Begitu pula sebaliknya.

Dengan kata lain, kacang polong termasuk jenis kacang yang baik dikonsumsi oleh pengidap penyakit diabetes, karena tidak akan membuat gula darah melesat naik.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Ginjal dengan 5 Cara Mudah Ini

4. Menurunkan Risiko Penyakit Ginjal Akibat Hipertensi

Seorang ahli pangan di University of Manitoba, Canada bernama Dr. Rotimi Aluko menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan faktor risiko utama bagi orang yang punya penyakit ginjal kronis.

Tak jarang, orang dengan penyakit ginjal tahap akhir harus rutin melakukan cuci darah hingga transplantasi ginjal karena keparahan penyakitnya. Berawal dari sinilah, Dr. Rotimi menemukan bahwa protein dari kacang polong berpotensi mencegah timbulnya kerusakan ginjal pada orang yang memiliki hipertensi.

Alih-alih makan kacang dalam bentuk utuh, penelitian yang masih terbatas dilakukan pada hewan coba ini mencoba mengekstrak protein kacang polong yang diolah menjadi bentuk pil dan bubuk.