5 Dampak Buruk Makan Permen Berlebihan bagi Tubuh

Akibat makan permen berlebihan untuk anak ada beragam. Tak hanya bisa memicu gigi berlubang, risiko obesitas hingga diabetes juga akan meningkat. Orang tua perlu mewaspadai hal ini dan mulai membatasi porsi makanan manis anak sejak dini.

5 Dampak Buruk Makan Permen Berlebihan bagi Tubuh
5 Dampak Buruk Makan Permen Berlebihan bagi Tubuh
jasa backlink pbn

Akibat makan permen berlebihan untuk anak ada beragam. Tak hanya bisa memicu gigi berlubang, risiko obesitas hingga diabetes juga akan meningkat. Orang tua perlu mewaspadai hal ini dan mulai membatasi porsi makanan manis anak sejak dini.

Anak mungkin tidak akan mengerti dengan baik alasan tidak boleh makan permen setiap hari. Jadi selain melarang mentah-mentah, kamu juga perlu memberikan pengertian serta melakukan trik tertentu yang lebih sehat agar keinginan anak mengonsumsi makanan manis tetap bisa terpenuhi secara terkontrol.

Selain gula, permen mengandung banyak bahan tambahan lain seperti lemak, pengawet, pewarna, dan perasa buatan. Meski mengonsumsinya sesekali tidaklah dilarang, namun makan permen terlalu sering bisa memicu berbagai efek negatif bagi Kesehatan. Dilansir dari Sehatq.com, berikut 5 dampak buruk makan permen berlebihan bagi tubuh.

1. Gigi Berlubang

Permen adalah salah satu makanan tinggi gula yang konsistensinya lengket. Kedua sifat yang sangat ideal untuk memicu terjadinya gigi berlubang. Gula adalah makanan utama bakteri penyebab gigi berlubang dan dengan konsistensinya yang lengket, sisa permen akan lebih sulit dibersihkan terutama jika terselip di sela-sela gigi.

Baca Juga: Jaga Kebersihan Gigi dan Mulut dengan 5 Cara Mudah Ini!

2. Obesitas

Bahan yang digunakan untuk membuat permen seperti cokelat, karamel, dan gula mengangung banyak kalori. Beberapa permen juga menggunakan lemak sebagai salah satu bahan pembuatnya.

Hal ini membuat permen masuk sebagai salah satu makanan tinggi kalori. Asupan kalori berlebih di tubuh akan memicu kenaikan berat badan yang jika terus menerus terjadi, dapat berkembang menjadi obesitas.

3. Memicu Malnutrisi

Akibat makan permen berlebihan, anak juga bisa mengalami malnutrisi. Perlu diingat bahwa malnutrisi tidak selalu ditandai dengan berat badan yang kurang dari normal. Anak bisa saja terlihat gemuk atau memiliki berat badan normal namun mengalami malnutrisi.

Hal ini dapat terjadi saat anak tidak mendapatkan cukup nutrisi dalam makanan hariannya. Saat anak makan terlalu banyak permen, ia akan merasa kenyang sehingga sulit makan.

Jika hal ini terjadi, perut anak yang seharusnya terisi oleh sayur, buah, karbohidrat, protein, dan makanan sehat yang lain justru terisi oleh permen yang tidak memiliki nilai gizi yang signifikan selain lemak dan kalori yang tinggi.

Baca Juga: 5 Makanan yang Mampu Mengatasi Kelelahan Kronis

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

Asupan gula berlebih akan meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit kronis yang berbahaya seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Risiko tersebut akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

5. Mengganggu Perkembangan

Terlalu banyak makan permen juga bisa mengganggu perkembangan anak, terutama jika anak sampai kekurangan protein dan lemak sehat yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang, otot, otak, dan saraf.

Saat anak lebih memilih makan permen dibanding makanan berat, maka dalam jangka panjang, gangguan perkembangan ini akan terjadi dan membuat ia rentan terkena berbagai penyakit saat dewasa nanti.