6 Bahaya Tidur Terlalu Lama

Tidur lama dinggap banyak orang bisa menghilangkan rasa lelah. Namun, ternyata sebaliknya, kita merasa kurang berenergi jika tidur terlalu lama. Beberapa bahaya tidur terlalu lama juga perlu diperhatikan, misalnya peningkatan risiko munculnya penyakit tertentu.

6 Bahaya Tidur Terlalu Lama
6 Bahaya Tidur Terlalu Lama
jasa backlink pbn

Tidur lama dinggap banyak orang bisa menghilangkan rasa lelah. Namun, ternyata sebaliknya, kita merasa kurang berenergi jika tidur terlalu lama. Beberapa bahaya tidur terlalu lama juga perlu diperhatikan, misalnya peningkatan risiko munculnya penyakit tertentu.

Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda, tergantung usia, aktivitas sehari-hari, gaya hidup, dan kondisi kesehatan. Waktu tidur ideal untuk orang dewasa berkisar antara 7–9 jam, sedangkan lanjut usia (lansia) membutuhkan waktu tidur sekitar 7–8 jam.

Seseorang dikatakan tidur terlalu lama jika ia memiliki waktu tidur lebih dari kebutuhan tidur idealnya. Selain itu, tidur terlalu lama juga ditandai dengan sering kesulitan untuk bangun di pagi hari, sering mengantuk saat beraktivitas, atau tetap merasa mengantuk setelah tidur siang.

Dilansir dari Alodokter.com, berikut 6 bahaya tidur terlalu lama dalam jangka panjang.

1. Sakit Punggung

Sakit punggung umumnya dialami ketika kamu tidur terlalu lama dengan posisi tidur yang sama, terutama posisi telentang. Hal tersebut dapat membuat tulang punggung terasa kaku dan kerap menimbulkan rasa nyeri.

Baca Juga: Pola Tidur Berantakan? 5 Cara Ini Bisa Memperbaiki Pola Tidur Menjadi Lebih Baik

2. Sakit Kepala

Sering tidur terlalu lama pada siang hari sehingga sulit tidur pada malam hari, berisiko membuat kamu mengalami sakit kepala pada keesokan harinya. Hal ini terjadi karena tidur terlalu lama dapat memengaruhi kerja senyawa kimia di otak (neurotransmitter) seperti serotonin.

Ketika kinerja zat tersebut terganggu, aktivitas saraf di otak akan bermasalah sehingga berisiko menyebabkan sakit kepala.

3. Obesitas

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang biasa tidur lebih lama atau lebih dari 9–10 jam pada malam hari berisiko tinggi mengalami obesitas dibandingkan dengan orang-orang dengan jam tidur yang normal. Hal serupa juga dapat terjadi pada kondisi kurang tidur.

4. Diabetes

Gangguan tidur, baik tidur terlalu lama atau terlalu singkat, dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering tidur terlalu lama atau kurang tidur, lebih berisiko untuk mengalami gangguan metabolisme dan hormon, salah satunya insulin.

Hal inilah yang membuat gangguan tidur berlebihan atau kurang tidur dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena diabetes.

Baca Juga: Hilangkan Sakit Kepala Karena Kurang Tidur dengan 4 Cara Ini

5. Penyakit Jantung

Beberapa studi menunjukkan bahwa risiko terjadinya penyakit jantung dapat meningkat pada orang yang sering tidur berlebihan atau kurang tidur.

Penyebab terjadinya hal ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, gangguan tidur diketahui dapat membuat metabolisme dan kinerja organ tubuh menjadi bermasalah. Kondisi ini dapat memperberat kerja jantung dan meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah jantung.

6. Gangguan Mental

Depresi sering kali bisa menyebabkan penderitanya mengalami insomnia. Akan tetapi, sebagian penderita depresi justru juga ada yang mengalami gangguan tidur berlebihan.

Jika tidak diobati, kondisi ini bisa membuat depresi yang dialami semakin parah. Selain itu, tidur terlalu lama juga berisiko membuat seseorang berisiko mengalami gangguan cemas, sulit konsentrasi, berkurangnya daya ingat atau gangguan memori, dan mudah lelah.