6 Cara yang Bisa Dicoba Agar Hamil Anak Laki-Laki

Salah satu pertanyaan yang sering muncul saat sedang merencanakan kehamilan adalah jenis kelamin anak yang ingin dimiliki. Tidak bisa dimungkiri bahwa ada banyak orangtua yang lebih memilih jenis kelamin yang satu daripada yang lainnya. Menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu bukanlah hal yang buruk.

6 Cara yang Bisa Dicoba Agar Hamil Anak Laki-Laki
6 Cara yang Bisa Dicoba Agar Hamil Anak Laki-Laki
jasa backlink pbn

Salah satu pertanyaan yang sering muncul saat sedang merencanakan kehamilan adalah jenis kelamin anak yang ingin dimiliki. Tidak bisa dimungkiri bahwa ada banyak orangtua yang lebih memilih jenis kelamin yang satu daripada yang lainnya. Menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu bukanlah hal yang buruk.

Ada banyak orangtua yang sangat berharap untuk memiliki anak laki-laki. Apabila kamu termasuk salah satunya, kamu mungkin sudah pernah mendengar bahwa ada program hamil untuk anak laki-laki. Dilansir dari Halodoc.com, berikut 6 cara yang bisa dicoba agar hamil anak laki-laki.

1. Mengatur Pola Makan

Sebagai permulaan, ibu mungkin perlu mulai mempertimbangkan makanan yang ibu konsumsi saat mencoba untuk hamil. Para peneliti dalam studi pada 2008 terhadap 740 wanita menemukan adanya kaitan antara memperbanyak asupan kalori dengan hamil anak laki-laki.

Hal ini bukan berarti ibu harus memperbanyak porsi makan dan makan secara berlebihan saat mencoba untuk hamil. Ingat, kebiasaan makan yang sehat, seperti makan makanan utuh, buah-buahan, sayuran, dan camilan rendah gula, tetap dianjurkan untuk membantu ibu mendapatkan jumlah kalori yang sesuai saat hamil.

Para wanita yang hamil anak laki-laki dalam penelitian juga mengonsumsi asupan potasium yang lebih tinggi. Makanan yang kaya akan potasium di antaranya adalah pisang, ubi, dan kacang putih.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Organ Reproduksi Pria dengan 4 Cara Ini

2. Mengatur Waktu Berhubungan Intim

Menurut metode Shettles, metode yang mempelajari sperma, ibu bisa meningkatkan peluang untuk hamil anak laki-laki dengan berhubungan intim sedekat mungkin dengan hari ovulasi, idealnya dalam waktu 12 jam setelah ovulasi.

Hal ini karena metode Shettles percaya bahwa sperma yang membawa gen laki-laki lebih rapuh dibanding sperma yang membawa gen perempuan, sehingga kecil kemungkinannya untuk hidup lama di dalam tubuh ibu.

3. Mengatur Posisi Seks

Ada beberapa pendapat, termasuk metode Shettles, bahwa posisi berhubungan intim bisa memengaruhi peluang ibu untuk hamil anak laki-laki. Teori di balik ini adalah bahwa sperma dengan kromosom Y berenang lebih cepat daripada sperma dengan kromosom X. Jadi, ibu dan suami bisa membantu ‘sperma anak laki-laki’ lebih cepat sampai ke ovum dengan melakukan posisi seks yang memungkinkan penetrasi lebih dalam.

Para pendukung teori ini juga menyarankan untuk memastikan sang wanita mengalami orgasme saat berhubungan intim, karena orgasme bisa membantu menggerakkan sperma menuju sel telur.

4. Kenakan Celana Dalam yang Longgar

Dengan anggapan bahwa sperma dengan kromosom pria lebih rapuh daripada sperma dengan kromosom wanita, teori lain menganjurkan bahwa pria sebaiknya mengenakan celana dalam yang longgar, seperti model boxer bila menginginkan bayi laki-laki. Celana dalam yang lebih longgar bisa membuat kelamin pria lebih nyaman dan bisa meningkatkan jumlah sperma secara keseluruhan.

Baca Juga: Puasa Ternyata Punya Manfaat Bagi Kesehatan Reproduksi Pria

5. Preimplantation Genetic Diagnosis (PGD)

Program hamil anak laki-laki dengan PGD menggunakan metode in vitro fertilization (IVF) untuk membuat embrio. Kemudian, dokter akan melakukan biopsi pada embrio tersebut untuk melihat mana yang merupakan calon anak laki-laki dan calon anak perempuan. Lalu, embrio dengan jenis kelamin yang diinginkan dimasukkan ke dalam rahim.

6. Penyaringan Sperma

Prosedur medis lainnya yang bisa dicoba untuk program hamil anak laki-laki adalah penyaringan sperma. Dalam proses ini, sperma dari calon ayah disaring melalui beberapa tahapan untuk mendapatkan sperma dengan genetik X untuk perempuan dan sperma dengan genetik Y untuk laki-laki. Setelah itu, sperma dengan kromosom yang diinginkan akan dimasukkan ke dalam rahim wanita melalui inseminasi buatan atau proses bayi tabung.