7 Manfaat Mineral Zinc untuk Kesehatan

Untuk mendukung pertumbuhan dan fungsi sistem imun adalah zinc adalah zat gizi dengan banyak manfaat bagi tubuh. Kekurangan zinc sama seperti jenis mineral lainnya, dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan bahkan meningkatkan risiko sejumlah penyakit.

7 Manfaat Mineral Zinc untuk Kesehatan
7 Manfaat Mineral Zinc untuk Kesehatan
jasa backlink pbn

Untuk mendukung pertumbuhan dan fungsi sistem imun adalah zinc adalah zat gizi dengan banyak manfaat bagi tubuh. Kekurangan zinc sama seperti jenis mineral lainnya, dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan bahkan meningkatkan risiko sejumlah penyakit.

Kamu dapat memenuhi kebutuhan mineral ini dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zinc. Namun, sebelum itu, mari gali lebih dulu apa saja kegunaan zinc bagi tubuh manusia. Dilansir Hellosehat.com, berikut 7 manfaat mineral zinc untuk kesehatan.

1. Mengatasi Diare

Ketika kamu sakit diare, dokter mungkin akan memberikan suplemen zinc untuk membantu pemulihan. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa zinc bisa membantu mengurangi durasi dan keparahan diare, terutama pada anak yang kekurangan gizi.

Manfaat ini berasal dari peran zinc dalam pembentukan protein, pertumbuhan sel, dan fungsi sistem kekebalan tubuh. Zat gizi mikro ini juga membantu proses perpindahan air dan cairan elektrolit di dalam usus selama tubuh menghadapi diare.

Baca Juga: Hentikan Diare dengan 5 Cara Tepat Ini

2. Mempercepat Penyembuhan Luka

Asupan zinc memiliki manfaat tersendiri bagi pasien luka bakar, luka terbuka, maupun cedera kulit sejenisnya. Pasalnya, mineral ini mendukung pembentukan kolagen, fungsi imun, dan reaksi peradangan yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka.

Zinc juga membantu menjaga kekuatan kulit dan membran mukosa, yaitu jaringan yang melapisi berbagai rongga tubuh dan organ internal. Jika seseorang memiliki kadar zinc yang rendah dalam darahnya, proses penyembuhan lukanya cenderung lebih lama.

3. Mencegah Penyakit Infeksi

Tubuh memerlukan zinc untuk membentuk dan mengaktifkan limfosit-T, yaitu sel darah putih yang berfungsi melawan bibit penyakit. Zinc juga berperan dalam penghantaran sinyal antara sel-sel imun ketika tubuh sedang menghadapi penyakit infeksi.

Kekurangan zinc pada tingkat ringan saja sudah bisa memengaruhi fungsi sel imun seperti makrofag dan neutrofil. Menurut sejumlah penelitian, pemberian suplemen zinc dapat mengatasi hal ini sekaligus mengurangi durasi penyakit umum seperti pilek.

4. Mengatasi Masalah Kulit

Banyak orang yang bermasalah dengan jerawat juga memiliki kadar zinc yang rendah. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan suplemen dan krim oles mengandung zinc. Keduanya bekerja dengan meredakan peradangan dan menghambat produksi minyak.

Selain itu, asupan zinc juga berpotensi mengatasi beberapa masalah kulit lain yang menimbulkan peradangan. Bukti ilmiah menunjukkan manfaat zinc dalam mengatasi dermatitis atopik (eksim), ruam popok, dan hidradenitis suppurativa.

5. Mengurangi Risiko Kerusakan Mata

Zinc juga memberikan manfaat bagi kesehatan mata. Mineral ini membantu mencegah kerusakan sel retina dan mungkin dapat membantu orang yang mengalami degenerasi makula. Penyakit mata ini biasanya mulai terjadi saat seseorang berusia 50-an.

Asupan zinc memang tidak mencegah degenerasi makula, tapi mineral ini membantu memperlambat proses dan komplikasinya. Bahkan, bukan tidak mungkin zinc menjadi salah satu opsi pengobatan untuk penyakit ini di masa yang akan datang.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Mata dengan 5 Cara Ini

6. Menjaga Kesehatan Saraf dan Otak

Tubuh membutuhkan zinc untuk menjaga kesehatan sistem saraf. Menurut sebuah penelitian di AS, kadar zinc yang rendah dalam darah mungkin berkaitan dengan gejala masalah saraf seperti sakit kepala, rasa geli pada kulit, dan gangguan saraf tepi.

Penelitian lain terhadap hewan juga menunjukkan bahwa asupan zinc memiliki manfaat dalam meningkatkan fungsi otak. Hewan yang rutin diberikan suplemen zinc tampak menunjukkan perkembangan dalam kemampuan berpikir dan mengingat.

7. Mengurangi Risiko Penyakit Kronis

Para ahli meyakini bahwa radikal bebas dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Namun, zinc mempunyai sifat antioksidan yang mungkin dapat mengurangi risiko penyakit-penyakit tersebut.

Asupan zinc juga membantu mengurangi peradangan yang menjadi penyebab sindrom metabolik, kanker, hingga penurunan fungsi otak. Meski demikian, asupan zinc tentunya tetap perlu dibarengi dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat.