7 Manfaat Minyak Jarak untuk Kesehatan

Minyak jarak atau castor oil terbuat dari ekstrak biji jarak (Ricinus communis). Sebenarnya, biji jarak mengandung enzim beracun bernama ricin. Namun setelah melewati berbagai proses pembuatan minyak jarak, ricin tak lagi aktif dan minyak jarak pun aman digunakan.

7 Manfaat Minyak Jarak untuk Kesehatan
7 Manfaat Minyak Jarak untuk Kesehatan
jasa backlink pbn

Minyak jarak atau castor oil terbuat dari ekstrak biji jarak (Ricinus communis). Sebenarnya, biji jarak mengandung enzim beracun bernama ricin. Namun setelah melewati berbagai proses pembuatan minyak jarak, ricin tak lagi aktif dan minyak jarak pun aman digunakan.

Minyak jarak dipercaya memiliki manfaat kesehatan yang “multifungsi, mulai dari meringankan penyakit kulit hingga gangguan sistem pencernaan. Tidak heran kalau ada banyak produk kosmetik yang menjadikan minyak jarak sebagai salah satu bahan utamanya.

Dilansir dari Sehatq.com, berikut 7 manfaat minyak jarak untuk kesehatan.

1. Mengatasi Jerawat

Minyak jarak mengandung asam risinoleat, senyawa kimia yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat di wajah. Selain itu, kandungan minyak jarak dianggap mampu mencegah pertumbuhan bakteri dan peradangan, sehingga jerawat pun bisa diatasi.

Baca Juga: Hilangkan Jerawat dalam Semalam 6 Cara Ini

2. Menyehatkan Kulit Kepala dan Rambut

Minyak jarak bisa menyehatkan kulit kepala dan rambut, karena mengandung asam lemak omega-6 dan juga asam risinoleat. Jika digosokkan ke kulit kepala, maka minyak ini bisa mmebuat aliran darah lebih lancar, sehingga merangsang pertumbuhan rambut. Selain itu, minyak jarak juga dipercaya bisa melembapkan dan memperbaiki tekstur rambut yang kering.

3. Pencahar yang Atasi Sembelit

Minyak jarak dikenal sebagai pencahar yang ampuh mengatasi sembelit. Ketika dikonsumsi, minyak yang diekstrak dari biji jarak ini akan dipecah di usus halus dan menghasilkan asam risinoleat. Setelah asam lemak ini diserap oleh usus, efek pencaharnya pun akan bekerja. Sebuah riset membuktikan, konsumsi minyak jarak oleh lansia mampu meredakan gejala sembelit.

Hati-hati, mengonsumsi minyak jarak dengan dosis yang tidak tepat akan menimbulkan efek samping seperti kram, mual, diare, hingga muntah. Oleh karena itu, jangan gunakan minyak jarak sebagai pengobatan utama untuk sembelit.

4. Melembapkan Kulit

Kandungan asam risinoleat minyak jarak sangatlah berguna untuk melembapkan kulit. Sebab, asam risinoleat dapat mencegah hilangnya air dari bagian terluar kulit. Karena teksturnya yang kental, kamu disarankan untuk mencampurkan minyak jarak dengan minyak almond, minyak zaitun atau minyak kelapa. Ingat, walaupun mengoleskan minyak jarak ke kulit dianggap aman, beberapa orang bisa mengalami reaksi alergi.

5. Menyembuhkan Luka

Saat dioleskan ke bagian kulit yang luka, minyak jarak bisa membantu proses penyembuhannya. Sebab, minyak jarak mampu melembapkan area kulit yang luka dan mencegah keringnya luka tersebut.

Selain itu, minyak jarak merangsang pertumbuhan jaringan yang bisa mencegah infeksi. Tidak hanya itu, minyak jarak pun ampuh dalam menghambat pertumbuhan sel kulit mati yang bisa memperlambat proses penyembuhan luka.

Baca Juga: Jangan Disiram Alkohol! Ini 6 Cara Cepat Menyembuhkan Luka

6. Mencegah Keriput

Keriput adalah salah satu tanda penuaan yang bisa dirasakan setiap orang. Ternyata, minyak jarak pun dipercaya dapat mencegah keriput, lho. Sebab, minyak jarak dapat diserap hingga ke dalam kulit dan merangsang produksi kolagen. Kolagen pun bisa menghaluskan dan menghidrasi kulit sehingga tampak awet muda.

7. Membasmi Jamur

Candida albicans adalah salah satu jamur berbahaya yang bisa menyebabkan masalah mulut, seperti infeksi gusi. Untungnya, minyak jarak memiliki kemampuan untuk membasmi jamur seperti Candida albicans.

Dalam sebuah studi, minyak jarak pun “unjuk gigi” dalam mengobati stomatitis atau sariawan. Dalam penelitian itu, peradangan yang diakibatkan oleh stomatitis pada 30 orang lansia, berhasil diredakan melalui penggunaan minyak jarak.