8 Manfaat Menyusui bagi Sang Ibu

ASI adalah nutrisi terbaik yang dapat ibu berikan saat bulan pertama melahirkan. IDAI telah merekomendasikan pemberian ASI secara eksklusif untuk enam bulan pertama kehidupan bayi. Saat enam bulan pertama ini, tidak dibutuhkan air, jus dan makanan lain selain ASI.

8 Manfaat Menyusui bagi Sang Ibu
8 Manfaat Menyusui bagi Sang Ibu
jasa backlink pbn

ASI adalah nutrisi terbaik yang dapat ibu berikan saat bulan pertama melahirkan. IDAI telah merekomendasikan pemberian ASI secara eksklusif untuk enam bulan pertama kehidupan bayi. Saat enam bulan pertama ini, tidak dibutuhkan air, jus dan makanan lain selain ASI.

Selain bermanfaat untuk bayi, menyusui juga memberikan keuntungan bagi sang ibu. Dilansir dari Klikdokter.com, berikut 8 manfaat menyusui bagi ibu.

1. Menyusui Menghemat Biaya

ASI dapat kamu berikan dengan cuma-cuma kepada bayi kamu. Hal ini dapat menghemat pengeluaran biaya bila dibandingkan dengan pemberian susu formula. Membeli susu formula dan perlengkapannya membutuhkan biaya sekitar 6 hingga 15 juta setiap tahunnya, tergantung berapa banyak kebutuhan bayi kamu.

Selain itu, bayi yang diberikan ASI juga akan lebih jarang sakit sehingga biaya kesehatan yang dibutuhkan lebih rendah.

2. Menyusui Bermanfaat bagi Kesehatan Ibu

Menyusui dapat menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti:

  • Kanker payudara.
  • Kanker ovarium (indung telur).
  • Depresi setelah melahirkan.
  • Diabetes tipe 2 (penyakit gula darah).

Saat ini, para ahli juga sedang mencari bukti manfaat menyusui dalam mencegah osteoporosis dan membantu penurunan berat badan setelah melahirkan.

Baca Juga: Pahami 6 Manfaat ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

3. Menyusui Membuat Hidup Kamu Lebih Mudah

Pada awalnya, menyusui membutuhkan sedikit usaha dibandingkan memberikan susu formula. Namun, menyusui akan menjadi lebih mudah ketika kamu dan bayi telah berada dalam sebuah rutinitas yang teratur.

Jika menyusui, kamu tidak perlu melakukan pembersihan botol susu ataupun dot. Selain itu, kamu juga tidak perlu membeli, menakar, dan mencampur susu formula dengan air. Kamu pun tidak perlu menghangatkan botol susu di tengah malam.

4. Menyusui Terasa Menyenangkan

Kontak fisik merupakan hal penting bagi bayi. Hal ini akan membantu bayi merasa lebih aman, hangat, dan nyaman. Ibu juga dapat merasakan manfaat dari kedekatan ini. Menyusui membantu ibu memiliki waktu yang berkualitas untuk menjalin hubungan dengan bayi secara tenang dan santai.

Kontak kulit ibu ke kulit bayi dapat merangsang peningkatan kadar hormon oksitosin pada ibu. Hormon oksitosin merupakan zat yang dikeluarkan oleh tubuh untuk membantu pengeluaran ASI dan dapat menenangkan pikiran. 

5. Waktu Kerja Tidak Banyak Hilang

Anak yang mendapatkan ASI akan lebih jarang sakit, sehingga waktu kerja ibu tidak bayak hilang akibat cuti/izin untuk mengurus anak yang sakit.

6. Mempersingkat Waktu Pemulihan

Selama kehamilan, ukuran rahim akan membesar sampai hampir memenuhi seluruh ruang perut. Setelah melahirkan, ukuran rahim akan perlahan kembali seperti semula. Mengapa demikian?

Menyusui akan melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini akan memicu kontraksi uterus sehingga ukuran rahim akan lebih cepat kembali ke ukuran awal. Penelitian juga menunjukkan bahwa ibu yang menyusui setelah melahirkan akan kehilangan lebih sedikit darah.

Baca Juga: Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini 4 Manfaat Asam Folat Ketika Hamil

7. Menurunkan Berat Badan

Terdapat sebuah studi yang mengatakan, ibu menyusui akan lebih cepat mencapai berat badan sebelum hamil daripada ibu yang memberikan susu formula. Menyusui juga dapat memberikan efek jangka panjang terhadap berat badan.

Dalam sebuah penelitian lain, dilaporkan bahwa wanita yang menyusui selama 6-12 bulan memiliki persentase lemak tubuh  lebih rendah daripada yang tidak menyusui.

8. Menyusui Dapat Menjadi Kontrasepsi Alami

Bila dilakukan secara rutin dan teratur, kegiatan menyusui juga dapat menjadi alat KB alami. Manfaat menyusui sebagai alat kontrasepsi sudah diakui oleh WHO. Studi menunjukkan bahwa cara ini efektif sebesar 98 persen, setara dengan alat kontrasepsi pil dan lainnya apabila digunakan sesuai dengan pedoman.

Namun, harus sesuai dengan tiga syarat berikut ini:

  • Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan. Lakukan setiap 4 jam setiap harinya. Tidak boleh ada jeda lebih dari 4 jam sampai dua kali dalam satu hari.
  • Bayi harus berusia kurang dari 6 bulan.
  • Ibu belum mengalami menstruasi.

Saat menyusui secara eksklusif, akan terjadi pelepasan hormon prolaktin yang sekaligus dapat menghambat terjadinya pembuahan sel telur (ovulasi). Metode ini murah, mudah, alami dan tidak membutuhkan tambahan alat apa pun.

Selain hal-hal di atas, tentunya masih banyak lagi manfaat yang akan diperoleh ibu. Dengan dukungan yang memadai dari keluarga, ibu akan merasa semakin nyaman untuk mengatasi tantangan saat menyusui.

Jangan ragu untuk berkonsultasi kepada tenaga medis mengenai masalah yang dihadapi saat menyusui. Keputusan untuk menyusui harus bebas dari perasaan bersalah atau tekanan apa pun. Bayi yang sehat membutuhkan ibu yang bahagia.