Ayam Geprek Bu Rum, Warung Ayam Geprek Pertama Di Jogja!

Tahukah kamu kalo warung ayam geprek pertama ada di Jogja?!. Ya, Ayam Geprek Bu Rum. Ayam geprek atau ayam keprek dikenal sebagai hidangan ayam ciri khas Jawa.

Ayam Geprek Bu Rum, Warung Ayam Geprek Pertama Di Jogja!
Ayam Geprek Bu Rum, Warung Ayam Geprek Pertama Di Jogja!
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Tahukah kamu kalo warung ayam geprek pertama ada di Jogja?!. Ya, Ayam Geprek Bu Rum. Ayam geprek atau ayam keprek dikenal sebagai hidangan ayam ciri khas Jawa. Ayam goreng dimemarkan dalam cobek selanjutnya dikasih sambal yang super pedas. Gabungan renyah pedas ini yang kemudian membuat orang menjadi ketagihan.

Ayam Geprek Bu Rum, Warung Ayam Geprek Pertama Di Jogja!

Ayam Geprek Bu Rum, Warung Ayam Geprek Pertama Di Jogja! (foto; awsimages.detik.net.id)

Olahan dengan bahan baku daging ayam telah banyak di Indonesia. Ada yang di bakar, di pepes, di gulai, di penyet, atau bahkan juga di geprek. Selainnya murah, daging ayam mempunyai rasa renyah yang unik. Kali ini kita akan membahas soal warung ayam geprek pertama di Jogja.

Ayam geprek, sebagian besar kalangan masyarakat sudah mengenal istilah kuliner yang satu ini. Berdiri di tiap pojok kota, dari pusat hingga pinggiran tentu ada saja yang menjual menu ayam geprek. Belum lagi, akhir-akhir ini dihebohkan oleh satu merek ayam geprek sedang bermasalah perihal logo dan merk dagangnya.

Sejarah Ayam geprek Bu Rum

Ayam Geprek Bu Rum 1 (foto; media-cdn.tripadvisor.com)

Di Yogyakarta, ada satu warung yang banyak menjadi acuan sebagai perintis warung ayam geprek yakni ayam geprek Bu Rum I. Warung itu sudah berdiri semenjak 2003 di Jalan Wulung, Papringan, Caturtunggal, Depok Sleman. Pemilik warung ini bernama Bu Ruminah atau yang biasa dipanggil Bu Rum.

Penemuan istilah ayam geprek ini awalnya tidak sengaja. Dahulu saat sebelum menjual ayam geprek, beliau ikut jualan membantu kedua orang tuanya. Lantas ia berkemauan usaha sendiri, dengan berjualan ayam goreng tepung.

Lalu suatu hari ada seorang mahasiswa yang minta untuk dibuatkan sambal bawang dipadukan dengan ayam goreng tepung Bu Rum di hancurkan dengan cobek diatas sambal tersebut. Rupanya masakan itu nikmat hingga kemudian menjadi perbincangan di kelompok mahasiswa itu dari mulut kemulut, juga melalui sms.

Awalnya Bu Rum sempat juga jualan nasi lotek, soto, sayur dan ada ayam goreng tepung. Kemungkinan pada jemu dengan menu itu, lalu mereka meminta dibuatkan sambal bawang lalu meminta ayamnya dipukul, jika dahulu istilahnya belum di geprek.

Saat sebelum dinamakan ayam geprek, orang lebih akrab mengatakan dengan ayam digejrot, digepuk atau ditumbuk. Tetapi, pada akhirnya Bu Rum mencari istilah yang unik dan dapat memikat hati pelangganya.

Bumbu geprek di Bu Rum ini sebenernya sederhana banget. Hanya menggunakan cabe, bawang putih, garam, msg lalu juga bisa ditambah dengan tomat segar dan terasi matang sesuai keinginan konsumen.

Menu Ayam Geprek Bu Rum

Menu Ayam Geprek Bu Rum (foto; i1.wp.com)

Kelebihan Ayam geprek Bu Rum ini berada pada sambalnya. Khususnya sambal bawang yang pedas. Sambalnya simpel cuman berisi cabe, bawang putih, dan garam.

Kepedasannya dapat disamakan dengan hasrat pembelinya. Bahkan juga kita bisa juga meminta tambahan terasi atau tomat fresh supaya berasa lebih sedap.

Kemudian mulai ada menu tambahan seperti, ayam geprek cabai hijau, ayam geprek rendang, ayam geprek balado, dan ayam geprek keju di penghujung tahun 2018.

Untuk harga satu porsi ayam geprek Bu Rum berkisar mulai dari Rp 12.000 ribu rupiah untuk ayam geprek original. Kamu dapat nikmati ayam geprek dengan nasi dan sayur. Untuk tambahan lauk, harga bermacam-macam sekitar 1.000 sampai 3.000 rupiah saja.

Untuk mengambil menu tambahan, penyajian disini layaknya meja prasmanan. Kamu dapat mengambil nasi dan sayur sepuasnya, bahkan ada yang makan dengan ukuran porsi gunung. Disamping itu, ada pula menu sayur seperti sayur sup, tongseng kubis, tumis labu siam, dan sayur jipang.

Bila ingin sedikit berkuah pilih sayur jipang. Sayur ini terbagi dalam potongan labu siam dan wortel yang diolah dengan kuah santan renyah dan sedikit manis.

Jika masih kurang, ada juga lauk pendamping seperti telur dadar, tempe tepung, tempe garit (tempe goreng biasa), terong crispy, dan tahu goreng. Kamu juga bisa minta menu tambahan untuk di geprek bersamaan dengan ayamnya.

Rekor di ayam geprek Bu Rum ini ada pelanggan yang mencoba dengan 300 cabai dengan 5 sisi ayam, dan 50 cabai dengan 1 sisi ayam. Untuk masalah jumlah cabai di Bu Rum ini tak perlu tambah uang kembali jika pesennya tidak lebih dari 20 dan sepanjang harga cabai normal.

Namun pada saat harga cabai melambung, jika kamu rikues cabai lebih dari 20 buah akan dikenakan charge. Untuk ayam gepreknya sendiri dibalut dengan tepung yang cukup tebal. Hingga saat di geprek bakal ada remahan tepung gurih.

Selain rasanya gurih, daging ayamnya juga berasa nikmat karena sebelumnya direndam bumbu lebih dulu sebelum dibalur dengan tepung terigu. Dalam satu hari warung ayam geprek Bu RUm dapat menghabiskan sekitar 45-50 ekor ayam.

Lokasi Ayam Geprek Bu Rum

Yang unik adalah lokasi dari cabang ayam geprek Bu Rum ini tidak lah sama-sama jauh. Bila dilihat dari maps jarak paling jauh tiap cabangnya hanya 3 km saja, dan yang terdekat sekitar 500m dari cabang pusat warung ayam geprek Bu Rum 1 ya.

Hal tersebut karena pengelolanya masih bagian dari keluarga dan anak-anaknya saja. Jalan Wulung Lor Papringan disebut sebagai pusatnya ayam geprek Jogja, karena disini juga banyak berdiri warung ayam geprek lainnya.

Seiring waktu berjalan warung ayam geprek Bu Rum sendiri telah mempunyai 5 cabang. Cabang yang lain ada di Jalan Pringgodani (Restoran Mrican), Jalan Moses Gatotkaca No. C11, Jalan Lembah Baru Karangmalang, dan Jalan Perumnas No.30 Condongcatur.

Bermula dari sebuah ketidaksengajaan kemudian tumbuh menjadi warung kaki lima di jalan Wulung Papringan yang selalu ramai dikunjungi pelangannya sampai sekarang ini.

Baca Juga : Resep Ayam Kentucky Rumahan Yang Praktis dan Ekonomis

Review Singkat Ayam Geprek Bu Rum

Banyak yang bilang bahwa bumbu ayam geprek di warung Bu Rum ini sebenernya sederhana. Namun yang membedakan dari warung lainnya adalah ayam goreng yang benar-benar di geprek sampai remuk, daging ayam tersuir dan tepung krispinya terpisah.

Ayam geprek Bu Rum ini walau sederhana tetapi dicintai pelanggan karena kombinasi daging ayam goreng tepungnya yang renyah dan gurih, ditambah lagi dengan sambal bawang yang pedas dan fresh

Selainnya rasanya yang nikmat, harga ayam keprek Bu Rum ini juga ramah dengan kantong konsumen setianya yang sebagian besar adalah mahasiswa. Kalo kalian ke Jogja, jangan lupa mampir kesini ya. Cobain ayam geprek Bu Rum!