Fakta Seputar Cappadocia, Tempat Wisata Kinan Layngan Putus

Akhir-akhir ini Cappadocia ramai diperbincangkan. Cappadocia merupakan kota yang menjadi impian Kinan, pemeran dalam serial Layangan Putus yang saat ini sedang viral.

Fakta Seputar Cappadocia, Tempat Wisata Kinan Layngan Putus
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Akhir-akhir ini Cappadocia ramai diperbincangkan. Cappadocia merupakan kota yang menjadi impian Kinan, pemeran dalam serial Layangan Putus yang saat ini sedang viral.

“Cappadocia it’s my dream, not her,” ucap Kinan yang diperankan Putri Marino dalam serial Layangan Putus.

Nama wisata Cappadocia menjadi terkenal dan menjadi pencarian di internet karena kalimat yang dilontarkan Kinan, pemeran serial Layangan Putus.

Tidak heran, keindahan dan pemandangan alam yang unik dengan pesona balon udara berhasil menarik perhatian banyak wisatawan mancanegara.

Cappadocia berada di Provinsi Nevsehir tepatnya di distrik kuno Timur Anatolia, dataran tinggi Utara pegunungan Taurus, Turki. Kawasan tersebut juga berada di sekitar hulu dan tengah Sungai Kizilirmak atau Sungai Merah.

Dilansir dari laman wisata gocappadociaturkiye.com Cappadocia disebut sebagai Negeri Kuda Cantik dan Cerobong Peri.

Pada zaman dulu, masyarakat di sana menggali bebatuan untuk dijadikan tempat tinggal, kastil, dan bahkan seluruh kota bawah tanah yang digunakan sebagai tempat persembunyian penduduk.

Saat itu, penduduk memberi nama formasi bebatuan di sana dengan nama Fairy Chimneys atau Cerobong Peri.

Penasaran dengan keindahan Cappadocia? Dilansir dari kanal YouTube “Data Fakta”, berikut fakta-fakta menakjubkan Cappadocia:

1. Terbentuk dari Vulkanik

Wilayah Cappadocia terbentuk dari wilayah bebatuan vulkanik kuno sejak enam puluh juta tahun yang lalu. Penyebab fenomena tersebut karena hembusan angin dan erosi oleh air sehingga menciptakan beragam bentuk bebatuan. Bebatuan tersebut menyerupai menara berujung lancip, tebing-tebing yang dijadikan rumah sakit, gereja di masa lalu. Sedangkan di masa sekarang dijadikan sebagai penginapan atau hotel.

2. Alam dan Sejarah Menyatu

Kolaborasi keindahan alam dan sejarah membuat Cappadocia menjadi daya tarik eksotis. Nama Cappadocia berasal dari bahasa Persia yaitu “Katpatuka” yang berarti negeri kuda yang indah. Fakta tersebut seolah sejalan dengan tawaran meunggang kuda bagi wisatawan untuk menjelajahi lembah-lembah yang indah. Tidak hanya keindahan kota bawah tanah, kita bisa menikmati pemandangan melalui balon udara.

3. Balon Udara di Langit Cappadocia

Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan balon udara yang berterbangan di langit Cappadocia terlihat menyerupai bingkai foto di mata para wisatawan. Maka tidak heran, bulatan warna-warni yang memenuhi udara sudah menjadi citra dan kunjungan wajib saat ke Cappadocia. Melalui penerbangan balon udara, kita bisa menikmati pemandangan kota gua, formasi tanah yang unik, dan matahari terbit yang eksotis. Balon udara hanya akan terbang pertama di pagi hari sebelum angin bertiup tergantung pada cuaca yang baik.

4. Kota Bawah Tanah Terbesar

Cappadocia memiliki situs kota bawah tanah yang terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia. Situs ini memungkinkan seseorang untuk tinggal di dalamnya mengingat tempat ini memang dibangun untuk melindungi penduduk era kuno. Derinkuyu dibangun pada era bizantium demi kebutuhan penduduk untuk bersembunyi. Mereka melindungi diri dari Kaum Muslim Arab selama Perang Arab Bizantium antara tahun 780 dan 180. Tidak hanya menjadi yang paling terkenal, Derinkuyu juga dipastikan sebagai kota bawah tanah terbesar di Cappadocia.

5. Situs Warisan Dunia UNESCO

Taman Nasional Goreme dan situs batu Cappadocia dinyatakan sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1985 dan terdapat tujuh bagian penting yang mencakup area tersebut di antaranya: Taman Nasional Goreme, Kota Bawah Tanah Derinkuyu, Kota Bawah Tanah Kaymakli, Gereja Karlik, Gereja Theodore, Karain Columbaria, dan situs arkeologi Sonal. Sejak itu, Cappadocia menjadi tempat populer bagi para wisatawan karena misteri sejarah dan daya tariknya.

Dijelaskan dari laman resmi UNESCO, diyakini bahwa tanda-tanda pertama aktivitas biara di Cappadocia berasal dari abad ke-4 di mana komunitas-komunitas pertapa kecil, yang bertindak berdasarkan ajaran Basileios Agung, Uskup Kayseri, mulai menghuni sel-sel yang dipahat di batu.

6. Desa Kuno

Permukiman Goreme merupakan permukiman asli yang masih dihuni hingga saat ini. Goreme memiliki arti “orang tidak bisa melihat di sini” lantaran desa ini menjadi bukti bahwa dulu terdapat orang-orang pemeluk Kristen yang bersembunyi di gua-gua selama Arab melakukan invasi. Goreme merupakan jantung pusat wisatawan yang menginap di Cappadocia. Wilayahnyapun cukup kecil sehingga memungkinkan berkeliling menggunakan sepeda atau sekadar berjalan kaki.

7. Tenggelam dalam Festival

Festival Cappadox pertama kali pada tahun 2015 yang bertujuan untuk melengkapi pemandangan Cappadocia yang menakjubkan dengan musik, seni kontemporer, keahlian memasak, dan kegiatan di luar ruangan. Oleh karena itu, ribuan pengunjung baik dari dalam maupun luar Turki akan berkunjung ke Cappadocia setiap bulan Juni untuk menikmati festival selama beberapa hari. Selain itu, terdapat festival balon udara internasional yang tentunya tidak kalah meriah.