Fakta tentang NFT yang Wajib Anda Dipahami

Setelah menjadi perbincangan hangat di tahun 2022 ini, mungkin kamu jadi tertarik untuk jual-beli non-fungible token (NFT).

Fakta tentang NFT yang Wajib Anda Dipahami
jasa backlink pbn

Setelah menjadi perbincangan hangat di tahun 2022 ini, mungkin kamu jadi tertarik untuk jual-beli non-fungible token (NFT). Sebelum itu, penting untuk mengetahui beberapa fakta tentang NFT yang mungkin belum dipahami banyak orang.

Setelah mencerna informasi ini, barulah kamu bisa meyakinkan diri untuk membeli maupun menjual NFT-mu sendiri.

Nah, simak poin-poin yang Glints sampaikan di bawah ini, ya!

1. Tidak ada jaminan laku

Meskipun terlihat sebagai cara cepat mendapat uang banyak, kamu tidak bisa 100% yakin bahwa NFT-mu akan laku.

Fakta pertama tentang NFT yang perlu diketahui adalah penjualan bisa saja butuh waktu yang lama.

Apalagi, jika NFT-mu kurang memiliki keunikan atau daya tarik.

Menurut Cyber Scrilla, kamu bahkan bisa saja kehilangan uang jika membuat keputusan yang gegabah.

Ingatlah bahwa perencanaan, kesabaran, dan konsistensi adalah 3 hal yang harus dipegang teguh.

2. Minting NFT berdampak pada lingkungan

Fakta penting tentang minting NFT selanjutnya adalah soal lingkungan. Ternyata, NFT memiliki dampak langsung terhadap bumi kita, lho.

Pasalnya, proses minting NFT membutuhkan energi yang besar untuk penyelesainnya.

Algoritma blockchain diolah dengan komputer super canggih yang tentu menyerap banyak daya. Akibat proses ini, jejak karbon dan emisi rumah kaca terjadi.

Dalam satu detik saja, bisa terjadi ribuan transaksi. Nah, penting untuk melibatkan fakta ini terhadap keputusanmu.

3. Ada banyak pilihan blockchain

Mungkin, blockchain Ethereum adalah yang paling terkenal untuk menjual NFT.

Akan tetapi, Make Use Of mengatakan bahwa ada juga blockchain lain seperti Eosio, Tezos, Ziliqa, Cardano, Solana, dan Flow.

Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang wajib kamu pelajari sebelum melakukan minting NFT.

Pastikan kamu mengunggah NFT di tempat yang paling tepat, ya.

4. Apa saja bisa jadi NFT

Nyaris tidak ada ketentuan mengenai apa saja yang bisa dijadikan NFT. Apa pun yang kamu mint ke blockchain dapat menjadi NFT untuk jual beli.

Secara umum, NFT adalah aset digital.

Akan tetapi, kamu juga bisa menentukan apakah pembelian NFT-mu dapat ditukarkan dengan benda fisik. Hal ini harus dijelaskan di deskripsinya.

Nah, fakta tentang fleksibilitas ini bisa jadi nilai tambah yang cukup menarik untuk NFT yang kamu punya.

Dengan begitu, ada orang yang tertarik untuk membeli.

Kalau kamu seorang desainer atau punya keahlian seni, kamu bisa cek artikel Glints tentang NFT untuk desainer di bawah ini.

5. NFT bisa jadi sumber penghasilan

Jika kamu benar-benar sukses dalam penjualan NFT, ini sebenarnya tentu bisa jadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan.

Pasalnya, kabar tentang NFT dapat diuangkan adalah fakta.

Nah, bagaimana caranya? Klik artikel di bawah ini untuk mempelajarinya lebih lanjut, ya.

6. Ada biaya minting

Fakta tentang NFT berikutnya yang perlu diketahui adalah kamu harus membayar biaya minting.

Biaya ini berbeda-beda, tergantung blockchain mana yang dipilih.

Baca juga:Akankah Proyeksi Tren NFT di Indonesia Terus Berkembang

Blockchain yang terkenal dan ramai seperti Ethereum, Tezos, dan Flow butuh biaya tergantung beberapa kriteria.

Misalnya, biaya (gas fee) untuk Ethereum ditentukan berdasarkan permintaan (demand) di blockchain saat kamu melakukan transaksi.

7. Ada banyak marketplace NFT

Selain blockchain yang bermacam-macam, marketplace juga banyak jumlahnya.

Mungkin kamu sudah familier dengan OpenSea.

Ternyata, ada marketplace lainnya seperti Rarible, SuperRare, Hicetnunc, dan masih banyak lagi.

Fakta lain yang perlu diketahui tentang marketplace NFT ini adalah blockchain-nya yang berbeda-beda.

Contohnya, OpenSea menggunakan blockchain Ethereum.

Sementara, Hicetnunc menggunakan Tezos.

8. Smart contract itu penting

NFT adalah rekam digital mengenai transaksi yang dicatat di blockchain.

Dengan itu, kamu punya bukti bahwa kamu adalah pemilik suatu NFT.

Untuk menambah value dari NFT, kamu bisa membuat smart contracts.

Dengan kontrak ini, peraturan dan hal detail lainnya mengenai NFT-mu dapat ditulis dan harus disetujui sebelum dijual atau dibeli.