Risiko dan Keuntungan Reksadana Campuran, Wajib Tahu!

Mengetahui risiko dan keuntungan reksadana campuran merupakan hal penting, khususnya bagi para pemain baru.

Risiko dan Keuntungan Reksadana Campuran, Wajib Tahu!
Risiko dan Keuntungan Reksadana Campuran
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Mengetahui risiko dan keuntungan reksadana campuran merupakan hal penting, khususnya bagi para pemain baru. Sebab, itu bisa menjadi patokan untuk kamu menilai, apakah investasi jenis ini akan memberikan keuntungan atau justru kerugian.

Risiko dan keuntungan reksadana campuran sendiri, pada dasarnya ada banyak. Jika ingin tahu apa saja risiko dan keuntungan tersebut, pada kesempatan kali ini Mpo Times akan mengulasnya lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Mengenal Sekilas Reksadana Campuran

Hal pertama yang wajib kamu ketahui, sebelum menelisik jauh tentang risiko dan keuntungan reksadana campuran, yaitu informasi dasarnya itu sendiri.

Jadi, reksadana campuran merupakan satu dari empat jenis reksadana, yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran itu sendiri, dan reksadana saham.

Nah untuk reksadana campuran, ini adalah jenis investasi, yang mana investor menanamkan dananya di berbagai macam efek, yaitu ekuitas (saham), surat utang (obligasi), dan pasar uang (deposito).

Masing-masing efeknya mendapat jatah alokasi yang tidak melebihi 79 persen. Sehingga, ekuitas (saham), surat utang (obligasi), dan pasar uang (deposito) memiliki komposisi yang tidak lebih dari 79 persen.

Dengan begitu, bisa diambil kesimpulan kalau reksadana campuran harus memiliki komponen saham dan obligasi, dengan alokasi yang sama.

Apabila alokasi saham jauh lebih besar, atau sekitar 90 persen, maka itu akan menjadi reksadana saham.

Hal itu pun berlaku pada alokasi obligasi, apabila lebih besar dan mencapai 90 persen, maka itu akan menjadi reksadana pendapatan tetap, bukan reksadana campuran.

Bagi kamu yang baru terjun ke dunia investasi, ini terlihat sangat rumit. Tapi sebenarnya, reksadana campuran menawarkan keuntungan unik, yang tidak dimiliki reksadana jenis lain.

Terlebih, reksadana campuran juga relatif lebih aman. Sehingga cocok untuk investor individu dengan profil risiko moderat, serta memiliki tujuan jangka menengah atau panjang, yakni sekitar 3 – 5 tahun atau lebih.

Risiko dan Keuntungan Reksadana Campuran

Meski kamu sudah mengetahui informasi dasar tentang reksadana campuran, namun itu sepertinya belum cukup untuk dijadikan landasan kuat buat kamu berinvestasi.

Agar semakin yakin, kamu bisa melakukan pertimbangan dulu, dengan melihat risiko dan keuntungan reksadana campuran, seperti yang akan diulas lengkap berikut ini.

1. Risiko

Seperti sudah kodratnya, orang yang melakukan investasi harus siap dengan segala jenis risiko yang dapat terjadi.

Risiko itu pun, tidak hanya terjadi pada sebagian instrumen investasi, namun keseluruhannya termasuk reksadana campuran. Nah di sini, ada beberapa risiko yang dapat terjadi dan perlu kamu waspadai, di antaranya yaitu:

NAB mengikuti pasar saham

Risiko yang satu ini bisa dibilang mutlak terjadi, mengingat reksadana campuran memiliki komposisi sahamnya sendiri.

Maka dari itu, harga atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari reksadana campuran ini, sudah pasti mengikuti pasar saham.

Jadi, ketika saham sedang naik, maka reksadana campuran akan ikut naik. Begitu pula dengan sebaliknya, apabila nilai pasar saham sedang turun, maka reksadana campuran pun akan menerima dampaknya.

Kinerja dari Manajer Investasi

Risiko berikutnya yang perlu kamu waspadai, yaitu kinerja Manajer Investasi (MI). Sebab, jika Manajer Investasi yang kamu pilih dan gunakan pindah, itu akan membuat produk reksadana campuranmu memiliki kinerja yang kurang baik dibandingkan sebelumnya.

Bagi investor yang kurang teliti, mereka mungkin tidak memedulikan siapa Manajer Investasinya, karena hanya terfokus pada keuntungan.

Tetapi, akan lebih baik jika saat memilih produk reksadana, kamu juga harus melihat bagaimana kinerja Manajer Investasinya. Pastikan kamu memilih Manajer Investasi yang kinerjanya bagus dan sudah teruji kualitasnya.

Tidak mendapat jaminan pemerintah

Risiko reksadana campuran yang terakhir, yakni tidak mendapat jaminan pemerintah. Ya, seperti yang diketahui, instrumen investasi yang return-nya mendapat jaminan pemerintah hanya Surat Utang Negara.

Di luar itu, pemerintah tidak memberikan jaminan apapun, termasuk pada reksadana jenis ini. Sehingga, jika terjadi suatu kerugian, kamu selaku investor harus menanggungnya sendiri.

Walau begitu, kamu jangan khawatir. Sebab, reksadana campuran ini tetap diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baik dari segi regulasi maupun pelaksanaannya.

2. Keuntungan

Selain risiko, kamu juga perlu tahu apa saja keuntungan yang didapat dari reksadana campuran, yang di antaranya yaitu:

Memiliki imbal hasil lebih besar

Keuntungan pertama yang bisa kamu dapat dari reksadana campuran, yakni imbal hasil yang lebih besar dari reksadana pendapatan tetap.

Hal itu bisa terjadi karena reksadana campuran memiliki tiga instrumen investasi, yang beberapa di antaranya bisa memberikan imbal hasil hingga 15 persen per tahunnya.

Bagaimana, benar-benar keuntungan yang unik dan menggiurkan, bukan? Meski begitu, kamu jangan langsung terlena dan ingin segera mencobanya ya, perhatikan juga faktor risikonya.

Investasi yang terdiversifikasi

Investasi yang terdiversifikasi juga menjadi salah satu keuntungan reksadana campuran, yang perlu kamu ketahui.

Bagaimana tidak, pasalnya kunci sukses berinvestasi, yaitu menyimpan investasi yang kamu miliki di beberapa wadah/instrumen.

Nah, yang mencarikan instrumen-instrumen tersebut tentunya bukan kamu sendiri, melainkan Manajer Investasi.

Jadi, Manajer Investasi nantinya akan mencarikan produk terbaik apa saja untuk kamu investasikan, baik itu deposito, obligasi maupun saham.

Inilah yang menjadi keuntungan reksadana campuran, karena sudah memiliki alokasinya masing masing untuk saham, obligasi dan deposito.

Jenis investasi yang cenderung aman

Dari semua risiko dan keuntungan reksadana campuran, ada satu keuntungan yang sangat dicari oleh para investor pemula, yaitu jenis investasi yang aman.

Pasalnya, sebagian besar investasi menganut prinsip ‘high risk high return’, jadi kalau ingin mendapat keuntungan yang besar, para investor juga harus siap dengan risiko yang juga tak kalah besar.

Bagi kamu yang ingin bermain aman, reksadana campuran sepertinya pilihan yang tepat. Karena balik lagi, instrumen investasi ini mengharuskan para investornya menyimpan investasi di tiga tempat, yakni saham, deposito dan obligasi.

Dengan begitu, apabila harga saham sedang turun, maka Manajer Investasi boleh berinvestasi lebih besar ke dua tempat lainnya, yaitu deposito dan obligasi. Maka dari itu, tidak heran jika jenis investasi ini relatif aman, dibandingkan dengan reksadana saham.

Itulah sejumlah risiko dan keuntungan reksadana campuran, yang sudah kamu ketahui secara lengkap informasinya di pembahasan sebelumnya.