6 Tempat Wisata Ekstrem di Asia yang Pantas Kalian Coba

Wisata ekstrem tidak terlalu digemari sebab bisa jadi untuk sebagian orang sangat beresiko. Buat anda pecinta wisata ekstrim, terdapat banyak tempat di dunia yang membuat adrenalin terpacu.

6 Tempat Wisata Ekstrem di Asia yang Pantas Kalian Coba
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Wisata ekstrem tidak terlalu digemari sebab bisa jadi untuk sebagian orang sangat beresiko. Buat anda pecinta wisata ekstrim, terdapat banyak tempat di dunia yang membuat adrenalin terpacu. Mulai dari wisata air, tebing curam, terjun payung, serta lainya. Berikut merupakan 6 wisata ekstrem di Asia yang pantas kalian coba.

1. Gunung Huashan, Cina

Di Cina terdapat satu gunung dengan trek pendakian yang sangat ekstrim sehingga kerap disebut sebagai The Road to Heaven ataupun Jalur Menuju Surga. Gunung ini merupakan Gunung Huashan, terletak di Huayin, bagian dari provinsi Shaanxi.

Dengan ketinggian sekitar 2.160 mdpl, untuk mencapai puncaknya kalian wajib menaiki jalan yang sangat beresiko di dunia. Jalan ini terdiri dari tangga serta jalur yang berliku-liku dengan papan yang dipaku di atas bebatuan, para penyuka adrenalin mempertaruhkan nyawa mereka dalam tiap langkahnya cuma untuk sekedar hingga di kedai teh yang terletak di puncak gunung.

Sebab kengerian serta keunikannya itu, dalam sepanjang tahun Gunung Huashan jadi satu destinasi yang didatangi oleh ribuan wisatawan dunia. Jalur yang mengarah ke puncak gunung diawali dengan tangga yang berdimensi besar, dijuluki" The Heavenly Stairs" seolah- olah memberikan kesan tangga besar tersebut menuju ke surga sebab kita mendaki ke arah langit yang dengan ujung tangga yang nyaris tidak nampak.

2. Skydiving, Nepal

Skydiving merupakan salah satu berolahraga ekstrem yang membolehkan seorang melayang-layang di udara. Bila Anda mempunyai keahlian buat melaksanakan berolahraga yang satu ini, berkunjung ke Tempat Wisata di Nepal bisa jadi jadi salah satu tempat yang sangat ekstrim.

Anda dapat mencoba skydiving di antara pegunungan Himalaya, memandang landscape alam Gunung Everest disaat skydiving diantara langit luas. Tercatat hanya ada 152 orang saja yang sempat terjun mencoba olahraga yang sangat ekstrim ini.

Mengingat aktivitas ini berada ditempat yang sangat tinggi, maka dibutuhkan oksigen tambahan untuk menjaga keselamatan. Hal ini juga bisa meminimalisir kekurangan oksigen pada saat skydiving berlangsung hingga mendarat.

Skydiving merupakan cara berolahraga baru di Nepal. Perbandingan antara skydiving di Nepal dibanding dengan skydiving di tempat lain ialah disini Anda akan menyaksikan pemandangan landscape alam dengan view 360 derajat wilayah Himalaya yang spektakuler.

Pengalaman skydiving di Nepal juga merupakan suatu pengalaman terjun yang unik karena anda akan melewati sebagian puncak gunung paling tinggi di dunia yang lain dalam satu kali skydiving.

3. Terowongan Guoliang, Provinsi Henan

Terowongan Guoliang merupakan koneksi yang menghubungkan desa Guoliang dengan desa-desa di sekitarnya. Butuh keberanian buat melintasinya. Terowongan sejauh 1.200 m ini terletak di Pegunungan Taihang, China. Membutuhkan waktu kurang lebih lima tahun dalam membuat proyek ini selesai. Terowongan ini awalnya dibuka untuk jalan lintas pada tahun 1977, tetapi, saat ini Terowongan Guoliang berfokus sebagai tempat wisata yang ekstrem.

Dengan lebar kurang lebih 4 meter, terowongan ini memuat dilewati mobil berdimensi kecil semacam tipe sedan. Sebab lokasinya terletak di ketinggian 1.700 meter, sensasi ngeri jelas dapat dialami siapa saja yang melintasi jalan ini. Apalagi, terowongan Guoliang dijuluki selaku desa sangat beresiko di Cina.

Desa Guoliang terletak di Huixi, Provinsi Henan, Cina. Huaxi merupakan daerah pegunungan. Guoliang terletak di atas Gunung Taihan. Desa Guoliang populer selaku tempat tujuan wisata sebab lokasinya yang unik serta penuh dengan petualangan.

Panorama alam alamnya berbentuk gunung- gunung serta lembah yang hijau, sangat indah. Budayanya unik sebab Guoliang merupakan suatu desa tua yang telah terdapat semenjak akhir Dinasti Han. Keunikan serta keindahannya, desa Guoliang juga sudah beberapa kali digunakan sebagai tempat syuting film.

Dahulu, saat sebelum tahun 1972, desa itu sangat terpencil. Untuk menjangkau ke desa lain, penduduk desa Guoliang harus turun naik tangga besar, yang dipahat di tebing gunung terjal. Karena tempatnya yang sangat terjal dan besar, tangga itu diucap Sky Ladder ataupun tangga mengarah langit.

Melewati jalur itu lumayan susah serta beresiko tinggi. Tetapi hanya jalur itu saja yang mengarah ke desa lain. Pada tahun 1972, para tetua desa membangun terowongan untuk membangun jalur agar desa mereka tersambung dengan dunia luar.

Dengan alat-alat yang sederhana, kurang lebih 13.000 orang desa mulai mengukir bilik tebing di atas lembah yang curam selama lima tahun. Jalur itu sebagian besar berbentuk oval yang dilengkapi dengan jendela dengan aneka wujud serta dimensi. 

Walaupun jalur ini jauh lebih baik dari Sky Ladder, membawa kendaraan melewati Terowongan Guoliang ini sangat memerlukan keberanian, karena Anda dapat melihat langsung ke sisi jurang.

Ekspedisi lewat Terowongan Guoliang merupakan suatu petualangan. Sebab di sejauh jalur merupakan lembah ataupun ngarai yang sangat dalam. Kedalamannya mencapai ratusan meter, apalagi terdapat yang lebih dari seribu meter tinggi jalur yang tersedia.

Tidak hanya berkendaraan, banyak wisatawan yang menikmati jalur itu dengan berjalan kaki. Sebab keunikannya membuat banyak wisatawan menyebut Terowongan Guoliang sebagai salah satu hobi yang unik.

4. Kereta Gantung Tepi laut Timang

Tepi laut Timang terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Tepi laut ini merupakan tempat nelayan mencari lobster. Nah, dikala mencari lobster para nelayan memakai kereta gantung buat menyebrang ke batu karang yang besar.

Terletak di ketinggian 50 meter serta membentang sepanjang 100 meter, kereta gantung ini bukan semacam kereta gantung pada biasanya. Kereta gantung tradisional tanpa teknologi mesin tarik sehingga berada di atasnya menjadi pengalaman yang lumayan mencekam. 

Terlebih dikala melintasi laut, terkadang percikan apalagi hempasan ombaknya membasahi badan kita. Jalannya yang masih terjal, serta jarak masuk dari jalur utama yang memakan waktu forty menit, buatnya lebih hening wisatawan dibandingkan tepi laut yang lain.

Walaupun begitu, ekspedisi yang dicapai hendak terobati dengan keelokan alam yang masih terpelihara di Tepi laut Timang. Pepohonan hijau yang rindang berkembang mengatakan putihnya pasir.

Jembatan gantung tradisional ini terbuat oleh masyarakat sejak tahun 1997 buat mengambil hasil laut yang melimpah di Pulau Timang. Pulau karang itu banyak disebut sebagai tempat terbaik untuk mencari hasil laut, terutama lobster. 

Seiring berjalannya waktu, wisatawan banyak yang tertarik dan berupaya untuk naik kereta gantung tersebut. Mulai tahun 2012, kereta gantung itu mulai dikomersialisasikan untuk wisatawan. Di atas deburan ombak Laut Selatan, wisatawan ditarik dengan sistem katrol bertenaga manusia buat menyeberang ke Pulau Timang. Jaraknya 100 m dengan ketinggian 9-11 m di atas permukaan laut.

Kereta ini masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk memanen hasil laut dari Pulau Timang. Rangkanya dibuat dari kayu, dengan sebagian katrol besi, serta nine tali tambang besar. Tali tambang plastik digunakan sebab lebih tahan korosi, dibanding tali besi dikala diterpa ombak. Dalam penyeberangan, tali tersebut ditarik lebih dari 2 orang dengan kemampuan yang spesial.

5. Gua Hang Son Doong, Vietnam

Untuk pecinta petualangan serta wisata ekstrim, gua merupakan salah satu tempat yang sesuai buat ditelusuri. Tempat yang hitam, kehidupan yang belum sempat ditemui tadinya, serta bahaya yang mengecam.

Tetapi, siapa sangka bila ada gua terindah serta terbesar di dunia yang jadi incaran para pecinta jelajah ekstrem. Namanya Hang Son Doong, terletak di Halaman Nasional Phong Nha Kebang yang mempunyai panjang five kilometer dengan ketinggian sampai 108 meter.

Gua terbesar di Dunia ini betul-betul luar biasa. Ada banyak kehidupan yang terletak dalam satu gua. Para petualang akan dibuat takjub dengan kehidupan flora dan fauna yang sangat eksotis.

Ada pula hewan penunggu gua semacam monyet, burung rangkong, tupai, spesies ikan unik, ular, tikus, rubah terbang, kelelawar, serta masih banyak lagi. Kehidupan dalam gua yang betul-betul tidak terjamah serta asri membuat cerita jelajah bak negara dongeng.

Kegiatan menjelajahi goa diperkirakan berakhir dalam waktu dekat satu minggu penuh. Untuk masuk ke dalam gua saja, penjelajah wajib turun 80 meter memakai tali. Sejarah menerangkan bila Gua Hang Son Doong awalnya ditemukan oleh seorang petani lokal bernama Ho Khan pada tahun 1991.

Dia mengalami suara bergemuruh dari suatu lubang yang ditutupi pepohonan rindang. Lalu, dia memutuskan untuk pergi karena menganggap tempat tersebut angker. Serta banyak beredar kabar bahwa sering terjadi peristiwa gaib. 

Sampai akhirnya di tahun 2009, sekelompok periset Inggris yang dipandu oleh Howard Limbert mengadakan penjelajahan dalam gua tersebut. Gua tersebut diperkirakan terbentuk 2-5 juta tahun lalu akibat pengikisan air sungai dasar tanah di pegunungan kapur yang membuat langit- langit sungai di dasar tanah runtuh.

6. Museum Penyiksaan Sunan Room, Thailand

Museum Penyiksaan di Bangkok ataupun diketahui selaku Sunan Rom terletak di suatu halaman yang digunakan selaku penjara. The Corrections Museum of Bangkok ataupun lebih dikenal dengan nama Suan Rom merupakan museum yang menunjukkan metode-metode penyiksaan pada zaman Kerajaan Thailand di masa Ayutthaya. 

Museum ini terletak di suatu halaman yang tadinya merupakan sebuah penjara. Di museum ini, Kamu dapat menjumpai alat-alat seram yang digunakan oleh Pemerintah Thailand untuk menyiksa tahanan pada masa lalu. 

Museum Koreksi terletak di 436 Mahachai Road, dekat Rommani Nart Park, Bangkok. Museum ini terbagi dari 3 bangunan yang tadinya merupakan penjara serta sudah digunakan semenjak tahun 1890.

Periode tahun 1987, penjara dipindahkan ke Penjara Pusat Bang Kwang, 7 kilometer sebelah utara Bangkok. Saat ini, penjara tersebut sudah jadi Museum Pemasyarakatan yang populer karena mengerikan.

Wisatawan yang tiba bisa melihat keadaan penjara yang tidak aman, bermacam perlengkapan penyiksaan, serta peragaan penyiksaan terhadap narapidana. Setiap ruang penjara di museum ini pula dilengkapi bermacam arca narapidana yang disiksa dengan perlengkapan yang berbeda.

Terdapat arca tahanan yang tangannya diikat serta di dagunya terdapat kait besi runcing. Jadi, kepala tahanan ingin tidak ingin wajib terus mendongak. Bila ia letih, hingga kait logam hendak menembus dagunya serta lambat- laun tahanan hendak mati kehilangan darah.

Masih terdapat yang lebih sadis. Terdapat tampilan seseorang tahanan duduk dengan jari-jarinya dijepit di bambu. Diceritakan, ini merupakan tata cara membuat narapidana mengakui perbuatannya. Jadi, jari yang terjepit bambu hendak dipukul dengan palu. Ataupun, kukunya hendak ditusuk oleh bambu runcing.

Hingga dikala itu, sebagian tata cara eksekusi kematian yang lain lumayan membuat bulu kuduk merinding. Sangat kerap, itu merupakan pemenggalan dengan pedang yang tadinya sudah dicambuk oleh terpidana ninety kali.

Uniknya, di Museum Pemasyarakatan pula dipaparkan tentang sejarah penyiksaan terhadap narapidana. Sehabis timbulnya senjata api di Thailand, para tahanan dieksekusi secara sadis memakai senjata tersebut. Mereka menutupi kepala mereka serta menutupinya dengan gorden. Sehabis itu, sasaran tembak hendak dipasang di badannya serta algojo cuma menembak sasaran tanpa wajib memandang orangnya.

Yang sangat sadis serta jadi atensi wisatawan, merupakan hukuman bola gajah. Para tahanan hendak dimasukkan ke dalam tongkat bulat semacam bola. Di dalam rotan ada paku yang tertancap ke dalam.

Ceritanya, narapidana yang dieksekusi dengan metode ini hendak hadapi penderitaan yang sangat menyakitkan. Sehabis itu, gajah hendak menendang bola rotan. Para tahanan di dalam pula hendak terpental serta merasakan sakit ditusuk paku.

Di bilik ruangan ada foto serta ilustrasi bermacam siksaan. Terdapat napi yang dieksekusi dengan peluru panas yang ditempelkan di kepala sehingga otaknya mendidih, napi yang diborgol serta dibiarkan mati, serta terdapat pula ruang eksekusi dengan suntikan.

Museum ini membagikan pengetahuan tentang sejarah penyiksaan para tahanan oleh pemerintah Thailand, apakah mereka terdakwa kriminal ataupun narkoba. Simaklah bermacam tata cara penyiksaan serta potret- potret di dalamnya. Untuk kamu yang penakut, hendaknya berpikir dahulu bila mau masuk ke museum ini. Beranilah

Masih banyak wisata ekstrim yang bisa jadi belum terekspose. Untuk pecinta wisata ekstrim, perihal ini pula jadi suatu tantangan tertentu buat menciptakan bermacam tempat aneh serta unik di dunia. Berani coba wisata ekstrim di atas?!.