Agar Puasa Ramadan Lebih dari Ibadah, Pahami 7 Manfaat Ini bagi Kesehatan Tubuh

Umat muslim sudah menjalankan puasa Ramadan tahun ini mulai tanggal 3 April 2022. Selain sebagai ibadah wajib bagi umat muslim, puasa juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat puasa adalah menjaga kadar gula darah dan menurunkan berat badan karena puasa dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

Agar Puasa Ramadan Lebih dari Ibadah, Pahami 7 Manfaat Ini bagi Kesehatan Tubuh
Agar Puasa Ramadan Lebih dari Ibadah, Pahami 7 Manfaat Ini bagi Kesehatan Tubuh
jasa backlink pbn

Umat muslim sudah menjalankan puasa Ramadan tahun ini mulai tanggal 3 April 2022. Selain sebagai ibadah wajib bagi umat muslim, puasa juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat puasa adalah menjaga kadar gula darah dan menurunkan berat badan karena puasa dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

Selama kita berpuasa tubuh ternyata mengalami berbagai macam perubahan yang bisa memengaruhi kesehatan. Hasil tinjauan dari studi terbitan Journal of Research in Medical Sciences tahun 2014 menunjukkan, puasa Ramadhan memiliki efek perlindungan terhadap sistem imun dan metabolisme tubuh.

Dirangkum dari beberapa sumber, berikut 7 manfaat puasa bagi kesehatan tubuh.

1. Menurunkan Berat Badan

Puasa dapat membantu menurunkan berat badan dan menjaga berat badan tetap ideal. Sebab saat kita berpuasa, tubuh akan beralih menggunakan cadangan lemak menjadi sumber energi utamanya. Pembakaran lemak berlebih inilah yang mendorong penurunan berat badan.

Baca Juga: Punya Masalah Dengan Perut Buncit? 8 Cara Alami Ini Bisa Ampuh

Selain itu, orang yang berpuasa juga cenderung mengubah pola makannya jadi lebih teratur dan lebih sehat. Dengan membatasi frekuensi dan durasi waktu makan, kita jadi terbiasa mengurangi asupan kalori harian.

Faktanya, sebuah studi tahun 2015 menunjukkan bahwa puasa sepanjang hari dapat mengurangi berat badan hingga 9 persen. Berpuasa selama 4 minggu juga ditunjukkan sama efektifnya seperti diet kalori untuk mengurangi berat badan dan kadar lemak tubuh, tapi tanpa efek pengurangan massa otot.

2. Meningkatkan Metabolisme

Banyak yang mengira bahwa tidak makan dan minum selama berjam-jam dapat melemahkan metabolisme tubuh. Hal ini mungkin benar jika kita sengaja melaparkan diri sendiri dalam jangka waktu sangat lama.

Namun, tubuh kita tetap mendapat makanan saat puasa meski frekuensinya dibatasi, yaitu saat sahur dan berbuka saja. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, sejumlah penelitian justru menemukan bahwa manfaat berpuasa sebetulnya justru meningkatkan metabolisme tubuh kita.

Peningkatan metabolisme ini diduga berasal dari kenaikan kadar hormon penting seperti norepinefrin, adiponektin, dan hormon pertumbuhan. Norepinefrin memiliki berbagai efek menguntungkan pada tubuh kamu, salah satunya adalah untuk mempercepat pembakaran lemak. Norepinefrin juga berperan penting untuk mengatur metabolisme energi dan tekanan darah.

Puasa sepanjang hari juga dapat membuat metabolisme kita lebih efisien berkat pelepasan hormon yang disebut adiponektin. Hormon ini memungkinkan setiap sel organ, dan otot tubuh kita menyerap lebih banyak nutrisi. Makin banyak nutrisi yang terserap, tubuh dapat memanfaatkannya untuk menjalankan setiap fungsinya secara efektif.

Sementara itu, hormon pertumbuhan (HGH) adalah hormon yang berperan penting terhadap kerja metabolisme, penurunan berat badan, dan kekuatan massa otot.

3. Menguatkan Sistem imun

Melansir laman Universitas Gadjah Mada, Ahli gizi UGM R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D., mengatakan puasa bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Terutama jika kamu juga mendukungnya dengan menu makanan sehat dan bergizi seimbang.

Menurut Dwi, berpuasa selama 30 hari dapat merangsang produksi sel darah putih baru yang dapat memicu proses regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh. Kerja sistem imun yang sudah “diperbarui” ini akan semakin optimal untuk menangkal berbagai infeksi bakteri dan virus serta penyakit lainnya.

Sebuah penelitian kecil melaporkan, berpuasa selama 12 jam sehari selama satu bulan menurunkan kadar sel pemicu radang secara drastis. Peradangan berlebih dapat mengganggu fungsi sistem imun, serta dapat memicu munculnya penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya.

Puasa juga membantu proses detoksifikasi untuk mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan di dalam tubuh.

4. Mengontrol Gula Darah

Kadar gula darah cenderung turun saat puasa karena tubuh menggunakan cadangan gula untuk dijadikan energi. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat membantu mengendalikan gula darah pada orang sehat non-diabetik dengan mengurangi resistensi insulin.

Resistensi insulin juga cenderung membaik di bulan Ramadhan karena pola makannya orang yang berpuasa jadi terbatas. Penurunan resistensi insulin dapat membuat tubuh mampu menyerap gula dengan lebih baik. Dengan begitu, hal ini dapat menjaga gula darah kamu tetap stabil.

Toleransi insulin yang lebih baik juga mencegah lonjakan kadar glukosa (hiperglikemia) dan penurunan gula darah yang sangat drastis saat puasa (hipoglikemia). Namun, penderita diabetes harus berkonsultasi dengan dokter dulu sebelum ikut berpuasa Ramadhan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

5. Menurunkan Kolesterol

Merangkum dari MIMS, Sebuah tim ahli jantung di Uni Emirat Arab (UEA) menemukan bahwa orang yang berpuasa mengalami penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida, sementara meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Studi tahun 2012 juga memperkuat temuan di atas. Efek penurunan kolesterol total yang diimbangi dengan kenaikan kolesterol baik ini bahkan terus terlihat secara bertahap dalam empat minggu setelah puasa Ramadhan selesai.

Baca Juga: Cegah Asam Lambung dengan 5 Cara Ini

Kadar kolesterol rendah dalam darah erat hubungannya dengan peningkatan kesehatan jantung. Dalam jangka panjang, penurunan kolesterol dapat mencegah risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit jantung lainnya.

6. Menjaga Kesehatan Mental

Sudah cukup banyak penelituan yang menunjukkan bahwa puasa dapat membuat otak lebih tahan terhadap stres, lebih mudah beradaptasi dengan perubahan, dan dapat meningkatkan mood. Ini karena puasa dapat menstabilkan hormon kortisol yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Sederhananya, puasa bisa mengurangi stres.

Melansir laman UGM, pembatasan porsi makan dan pembatasan asupan karbohidrat, lemak, dan lain-lain dalam jumlah tertentu selama beberapa minggu akan meningkatkan kemampuan berpikir. Jika kita berpikir dengan jernih, emosi lebih terkontrol dan stress bisa lebih terhindari.

Selain itu, tujuan utama orang yang berpuasa adalah untuk beribadah. Menjalankan ibadah disebut dapat menimbulkan ketenangan dan ketentraman di dalam diri.

7. Meningkatkan Fungsi Otak

Sejumlah penelitian pada hewan sejauh ini melaporkan adanya potensi manfaat puasa untuk melindungi kesehatan otak. Salah satunya menemukan bahwa puasa bermanfaat untuk meningkatkan regenerasi sel saraf otak yang membantu meningkatkan fungsi kognitif. Misalnya seperti belajar, mengingat dan menyimpan ingatan, serta fokus atau kewaspadaan.

Setelah hanya sekitar enam jam berpuasa, tubuh mulai melepaskan lebih banyak hormon pertumbuhan (HGH). Hormon ini mengubah metabolisme untuk mendukung pembakaran lemak daripada penggunaan protein. Oleh karena itu, sebagian besar cadangan protein dapat digunakan untuk perbaikan sel dan peningkatan fungsi sel otak.

Selain itu, berpuasa turut membantu meredakan peradangan dalam tubuh yang dapat memicu penyakit neurodegeneratif. Penelitian pada hewan menunjukkan puasa dapat bantu melindungi kita dari risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson.