Belajar Bahasa Jawa Halus Krama Dan Ngoko Sehari-hari

belajar bahas jawa halus krama dan ngoko, translate bahasa jawa, kamus bahasa jawa untuk dipakai sehari-hari lengkap dengan artinya

Belajar Bahasa Jawa Halus Krama Dan Ngoko Sehari-hari
Belajar Bahasa Jawa Halus Krama Dan Ngoko Sehari-hari (goodnewsfromindonesia)
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Belajar Bahasa Jawa Halus Krama Dan Ngoko Sehari-hari. Bahasa ini ditutur 56 persen penduduk Indonesia, dan merupakan bahasa daerah dengan penutur terbanyak di Indonesia. 

Bahasa Jawa merupakan bahasa dengan penutur atau pengguna paling banyak di Indonesia.

Bahasa tersebut dipakai oleh suku Jawa yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, serta Jawa Timur. Tidak hanya itu, bahasa Jawa turut pula digunakan oleh sebagian masyarakat di daerah pesisir Subang, Karawang, Cirebon, Indramayu, serta Banten.

Bahasa Jawa perlu dipelajari bagi kalian yang menginginkan ataupun hendak tinggal dalam kawasan yang kebanyakan masyarakatnya bahasa tersebut, baik itu buat kepentingan profesi maupun buat keperluan yang lain.

Dengan memahami sedikit dasar mengenai bahasa Jawa, semoga ke depannya kalian lebih gampang dalam bersosialisasi dengan area di lingkungan Anda, ataupun paling tidak, terdapat kosakata yang dipahami kala kalian mendengar orang lain di lingkunganmu berdialog menggunakan bahasa tersebut.

Maka, Ayo kita segera kenalan saja dengan kata-kata Bahasa Jawa yang kerap ditutur oleh pemakainya, baik itu yang halus ataupun kosakata yang kasar.

Meski sesungguhnya bahasa Jawa mempunyai 3 tingkatan pemakaian, tetapi Dalam video ‘111 Kosakata Bahasa Jawa oleh Niken Larasati’, kalian akan mengetahui 111 kata bahasa, baik itu Ngoko maupun Krama Inggil atau Krama.

Secara simpel bahasa Jawa ngoko dipakai oleh seseorang kepada orang lain yang memiliki umur sama, maupun telah dikenal dengan baik atau akrab.

Sebaliknya Bahasa Jawa Krama merupakan bahasa halus yang umumnya dipakai saat berdialog di depan orang tua maupun orang yang lebih tua oleh orang Jawa.

Jadi kalian perlu ingat, bahwa jika berbicara dengan orang yang lebih tua, jangan menggunakan bahasa Jawa Ngoko, karena hal itu tidak sopan. Namun jika berbicara dengan teman yang kalian rasa sudah sangat akrab, maka boleh menggunakan bahasa Ngoko, supaya semakin akrab.

Baca Juga Belajar Bahasa Hokkien Sehari-hari Dan Artinya

Saya beberapa kali memiliki teman dari suku lain, yang beberapa bulan setelah tinggal di Jogja, teman saya tersebut sudah mengetahui banyak kosakata Jawa, bahkan sudah bisa berkomunikasi sederhana menggunakan bahasa Jawa.

Namun ia belum mengetahui bahwa bahasa yang ia pelajari itu ada tingkatannya, dan tidak sembarang diucapkan kepada semua orang di segala usia. Sehingga mereka berbicara kepada orang yang jauh lebih tua menggunakan bahasa ngoko.

Contohnya, “mangan opo kowe” (makan apa Kamu?). Kalimat tersebut sudah benar, tapi tidak tepat jika digunakan berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, atau orang yang baru saja dikenal, maupun orang yang tidak terlalu akrab.

Kalimat itu hanya tepat jika diucapkan kepada teman yang sudah akrab, sebaliknya menjadi tidak sopan ketika diucapkan kepada orang yang usianya lebih tua dan baru dikenal. 

Kami akan memberikan contoh translate bahasa Jawa dari bahasa Indonesia yang biasa digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Contoh Translate Bahasa Jawa Dari Bahasa Indonesia

No Bahasa Indonesia Bahasa Jawa Ngoko Bahasa Krama Inggil
1 Saya Kulo Dalem
2 Kamu Kowe Panjenengan
3 Kami Awakedhewe Kito
4 Dia Deweke Piyambakipun
5 Ini Iki Meniko
6 Itu Kui Niku
7 Apa Opo Menopo
8 Kapan Kapan Kapan
9 Dimana Ngendhi Wonten Pundhi
10 Yang Mana Singendhi Ingkangpundhi
11 Siapa Sopo Sinten
12 Mengapa Ngopo Kadhosmenopo
13 Bagaimana Piye Kadhospundi
14 Ya Yoh Inggih/Injih
15 Tidak Ora Mboten
16 Barangkali Menowo Menawi
17 Satu Siji Setunggal
18 Dua Loro Kalih
19 Tiga Telu Tigo
20 Empat Papat Sekawan
21 Lima Limo Gangsal
22 Sepuluh Sedasa Sedoso
23 Seratus Satus Setunggalatus
24 Seribu Sewu Setunggalewu
25 Orang Uwong Tiyang/Piyantun
26 Laki-Laki Lanang Kakong
27 Perempuan Wedhok/Wadhon Estri
28 Ayah Rama Romo
29 Ibu Ibu Ibu
30 Anak Lare/Putra Putro
31 Nama Jeneng/Asma Asmo
32 Uang Duwit Artho
33 Kamar Kecil (Kamar) Mburi (Kamar) Wingking
34 Air Banyu Toya
35 Jalan Dalan Mergi
36 Kira-Kira Kiro-Kiro Kinten-Kinten
37 Semua Kabeh Sedanten/Sedaya
38 Kalau/Jika Menowo Menawi
39 Lebih Luwih Langkung
40 Sangat/Sekali Banget Sanget
41 Dari Seko Saking
42 Ke Dateng Dateng
43 Sekarang Saiki Sakmeniko
44 Baru Anyar Enggal
45 Tua Tuwo Sepuh
46 Panjang Dowo Panjang
47 Pendek Cendek Cendak
48 Murah Merah Mirah
49 Mahal Larang Awis
50 Panas Benther Benther
51 Dingin Adem Asrep
52 Kemarin Wingi Kolowingi
53 Hari Ini Saiki Sakmeniko
54 Besok Sesuk Mbenjang
55 Atas Nduwur Nginggil
56 Bawah Ngisor Ngandhap
57 Lapar Ngelih Luwe
58 Bahagia Seneng Rahayu
59 Sakit Lara Gerah
60 Maaf Ngapunten Ngapura/Ngapuro
61 Pagi Esuk Enjing-Injing
62 Siang Awan Siang
63 Malam Bengi Dalu/Ndalu
64 Apa Kabar Piyekabare Pripun/Kadospundi
65 Berapa Piro Pinten
66 Silahkan Monggo Monggopunaturi
67 Terima Kasih Muwun Maturnuwun
68 Selamat Jalan Segeng Tindak Sugeng Tindak
69 Belum Durung Dereng
70 Karena Sebabe/Mergo Amargi
71 Tetapi Mergane Amargi
72 Disini Nangkene Wontenmriki
73 Baik Apik Sae
74 Jelek Elek Kirangsae
75 Betul Bener Leres
76 Cantik/Indah Apik Endah
77 Besar Gedhe Ageng
78 Kecil Cilik Alit
79 Banyak Akeh Kathah
80 Sedikit Sithik Sakedhik
81 Sama Podho Sami
82 Bisa Iso Saget
83 Punya Duwe Kagungan
84 Ada Ana Wonten
85 Mau Gelem Kersa
86 Jangan Ojo Ampun
87 Pergi Lungo Tindhak
88 Datang Teko Rawuh
89 Berjalan  Mlaku  Mlampah
90 Bicara Omong Ngendika/Ngendiko
91 Bilang Ngomong Dawuh
92 Lihat Ndelok Mrisani
93 Mengerti Ngerti Ngertos
94 Makan Mangan Dahar/Nedo
95 Minum Ngombe Ngunjuk
96 Dengar Krungu Miereng
97 Tahu Ngerti Ngertos
98 Kasi Wenehi Paringi
99 Suka Seneng Remen
100 Cinta Seneng Tresna/Tresno
101 Pikir Pikir Penggalih
102 Membuat Nggawe Nadamel/Damel
103 Duduk Lungguh Lenggah/Pinarak
104 Potong Tugel Potong
105 Beli Tuku Tumbas
106 Berhenti Mangdheg Kendhel
107 Jauh Adoh Tebeh
108 Dekat Cedak Cerak
109 Kanan Tengen Tengen
110 Kiri Kiwo Kiwo

Fakta Unik Mengenai Bahasa Jawa:

1. Bahasa Jawa Mempunyai Banyak Pengguna

Seperti sudah disebutkan di atas. Bahasa Jawa adalah bahasa dengan pengguna atau penutur paling banyak di negara Indonesia. 

Bahasa Jawa banyak digunakan untuk komunikasi oleh warga yang domisili di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa tengah, Jawa timur serta sebagian masyarakat di wilayah Banten.

Selain daerah-daerah tersebut, bahasa ini juga ditutur oleh masyarakat di sekitar wilayah pantai utara, antara lain Cirebon, Karawang, Subang, serta Indramayu.

Tidak hanya di Nusantara, bahasa Jawa ditutur juga oleh warga keturunan Jawa di Suriname, begitu pula di Aruba, Curacao, serta Kaledonia baru. Walaupun jumlah pemakai bahasa tersebut tidak sebanyak di negeri Suriname yang sebagian masyarakatnya bersuku Jawa.

2. Mempunyai Dialek ataupun Logat Berbeda

Seperti halnya bahasa Sunda, bahasa Jawa juga mempunyai aksen yang tidak sama antara satu wilayah dengan wilayah yang lain. 

Aksen orang yang berada di kawasan pesisir pantai utara pasti tidak sama dengan pengguna di daerah Solo serta Yogyakarta yang diketahui sangat lembut.

Baca Juga Belajar Bahasa Khek Untuk Sehari-hari

3. Dibagi Ke Dalam Sejumlah Strata

Menurut orang Jawa, ada sejumlah opsi pemakaian Bahasa Jawa. Selain itu, Bahasa Jawa ini mempunyai strata yang berbeda (mulai dari tingkatan bahasa yang agresif sampai tingkatan bahasa yang halus).

Nah, tingkatan bahasa inilah yang setelah itu memastikan kesan hormat serta sopan- nya sang penutur. Dalam kehidupan bermasyarakat di ruang lingkup orang Jawa, ada 3 macam bahasa, antara lain ngoko, madya, serta krama.

Sedangkan bahasa krama sendiri masih dibagi lagi menjadi sejumlah tingkatan bahasa, yaitu Bahasa Jawa Krama Inggil, krama kampung / desa, bahasa keraton, serta bahasa kasar.

Contoh Pidato Bahasa Jawa

Kalian bisa jadi seringkali mendengar pidato bahasa Jawa pada event-event besar semacam perpisahan sekolah ataupun upacara. Tetapi, tidak dipungkiri tidak sedikit orang yang belum mengerti bagaimana menyusun struktur kalimat pidato dengan baik.

Maka dari itu, kali ini MPOTIMES hendak memberikan contoh pidato bahasa Jawa yang baik serta benar buat dijadikan sebagai referensi.

Dalam pagelaran event-event besar, banyak pembicara yang didatangkan buat membacakan pidato di depan para hadirin.

Pidato merupakan wujud komunikasi satu arah yang digunakan buat mengutarakan komentar mengenai sejumlah perihal dan mengajak audiens buat melaksanakan apa yang diinformasikan.

Nah, pembaca yang melakukan pidato dikenal dengan orator.

Umumnya, pidato yang baik itu berisikan kata-kata yang positif serta inspiratif kepada orang lain. Jika tidak ada pesan positif, maka pidato tersebut bukan pidato yang inspiratif, sehingga audiens mungkin kurang tertarik untuk mendengarkannya.

Sementara itu buat pidato dalam bahasa Jawa, penyampaiannya wajib disesuaikan dengan tempatnya, sebab pendengar perlu memahami apa yang lagi dibicarakan. Jika pendengar tidak memahami apa yang diucapkan, maka pidato akan sia-sia.

Jika audiensnya adalah orang tua, maka pidatonya harus menggunakan bahasa krama inggil. Begitu pula jika audiensnya berusia sama, namun acara tersebut formal, maka juga menggunakan krama inggil.

Namun jika acaranya adalah acara keluarga yang hanya dihadiri saudara dan sepupu, boleh pidato menggunakan bahasa ngoko saja.

Tidak hanya itu, struktur kalimat yang diutarakan juga harus jelas serta bisa dipahami oleh orang lain. Karena jika struktur kalimatnya salah, maka audiens juga sulit untuk mengerti.

Berikut MPOTIMES akan memberikan contoh pidato dalam bahasa Krama Inggil untuk acara formal, dan Madya Ngoko.

1. Contoh Pidato Bahasa Jawa Krama Inggil

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dhumateng para bapak ibu ingkang kinurmatan. Ing dinten niki sumangga kita ngaturaken syukur dhumateng gusti Allah Swt. ingkang sampun maringi nikmat lan rahmat saengga kito saged kempal wonten mriki kangge mengeti pendidikan nasional.

Sanget perlu kita sedaya sumerapi pemerintah bangsa indonesia dan dalam kitabipun UUD 1945 sampun wonten program wajib belajar 9 tahun.

Wekdal nabi menika tasih gesang nempel wonten program lan perintah wajib belajar kagem umat. Perkara niku sedaya umat beliau saged dados umat ingkang nggadahi ilmu pengetahuan ingkang apa kang sedya. Boten dados umat ingkang bodo. Menika uga pengendakane nabi dalam riwayat ibnu abdil barr.

Pados ilmu niku tekan negeri cina mboten nopo-nopo. Ing agami Islam meniko, kita diwanti-wanti madosi ilmu kanti tebih.

Para hadirin ingkang kinurmatan. Ing dinten hari pendidikan nasional punika, monggo kita sedaya kula lan panjenengan ningkataken malih anggenipun kito pados ilmu, menika ilmu agami utawi ilmu pengetahuan. Ilmu ingkang wonten hubungan kaliyan gesang ing dunyo lan wonten ilmu ingkang kaliyan akhirat.

Cekap semanten sesorah ingkang saged kula aturaken, mbok bilih wonten kalepatan kula nyuwun agunging pangapura.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Contoh Pidato Bahasa Jawa Madya Ngoko

Kagem Ibu wali kelas,

Lan kanca-kanca kabeh sing tak tresnani

Sumangga kita sesarengan ngaturaken puja lan puji syukur dhumateng ngarsanipun Allah SWT awit saking nikmat lan kanugrahaning kita sedaya saged makempal wonten ing dinten ingkang cerah menika.

Rencang-rencang ingkang kula banggaaken, sepisanan kita kedah mangertosi bilih lingkungan menika minangka papan ingkang kedah dipungatosaken kaliyan kita sedaya manungsa. 

Mula kita kudu njaga lingkungan kanthi becik supaya bumi ngasilake bathi kanggo awake dhewe, ora rugi lan malah bencana kanggo awake dhewe. Salah sawijine cara supaya lingkungan ora njalari bencana tumrap kita yaiku njaga karesikan lingkungan.

Kanggo njaga karesikan lingkungan, mula kudu ngerti apa tegese karesikan lingkungan. Tegesipun karesikan lingkungan ingkang sejatos ipun inggih menika kawontenan lingkungan ingkang trep kangge panggenan manungsa.

Ing pundi kawontenan jasmani kesehatan manungsa saged dipun jagi, saengga kita kedah njagi karesikan lingkungan supados nyiptakaken pagesangan ingkang layak lan sejahtera.

Kanca-kanca seneng, njaga karesikan lingkungan minangka cara sing paling apik kanggo nyegah macem-macem penyakit ingkang ono ing musim udan kaya saiki. 

Njaga karesikan lingkungan saged dipun wiwiti kanthi ngresiki sekolah ingkang kita tresnani, SMA N xx Kota xx. Menawi sekolah kita resik, tiyang sanes mboten sungkan niru tata cara resik-resik sekolah. Lan kita minangka warga sekolah iki uga kena pengaruh positif, yaiku kegiatan belajar mengajar dadi nyaman amarga lingkungan sekolah kita resik.

Njaga karesikan lingkungan sekolah bisa ditindakake kanthi cara mbuwang sampah ing lingkungan sekolah kita menyang tong sampah, nganakake kegiatan piket kelas kanthi rutin lan PSN 30 menit saben dina jumat kanggo ngresiki lingkungan sekolah saka sarang nyamuk aedes aegypti sing nyebabake demam berdarah.

Kanca-kanca minangka panutuping atur, “karesikan iku saperangane saka iman”, mula yen ana wong kang ora nggatekake karesikan, mula sejatine wong iku dudu mukmin kang wutuh. Ing salajengipun kula ugi mugi-mugi kita minangka manungsa saged langkung giat njagi karesikan lingkungan.

Kathah pidato saking kula, kirang langkung kula nyuwun pangapunten! Mugi-mugi tansah pinaringan rahmat saha barokah saking Allah SWT.

Wassalamualaikum wr. Wb.

Contoh Geguritan Bahasa Jawa

Geguritan merupakan puisi bahasa Jawa yang dibuat oleh para pujangga. Cikal bakal lahirnya geguritan juga sesungguhnya telah muncul semenjak masa kerajaan, baik kerajaan Hindu- Budha hingga kerajaan Islam di tanah Jawa.

Pada era kerajaan Islam sendiri, geguritan dijadikan alat oleh walisongo buat berdakwah. Saat itu, puisi dibuat dalam bentuk prosa (puisi dalam bentuk cerita pendek) serta menjadi lirik lagu semacam yang kita tahu sekarang ini, antara lain Padang Bulan, Lir- ilir, serta lain sebagainya.

Ya, bahasa tidak cuma dijadikan karya seni saja. Lebih dari itu, bahasa dijadikan sebagai alat propaganda buat memberikan pengaruh pada tiap keputusan manusia.

Jika membicarakan tentang geguritan Jawa, pasti tidak bakal ada habisnya, karena keelokan di dalamnya. Keelokan geguritan bahasa Jawa bakal membuat Kamu bangkit dari kesedihan, mesra, hingga puisi yang berupa refleksi keislaman.

Keelokan geguritan Jawa telah teruji, apalagi sampai saat ini generasi muda masih terus menyukai geguritan- geguritan Jawa yang dulu telah dibacakan para tokoh di tanah Jawa.

Di sekolah- sekolah, para siswa diharuskan buat menciptakan geguritan Jawa dengan bermacam tema, terdapat tema pembelajaran, alam, agama, hingga seluruh tema dijadikan inspirasi untuk menghasilkan geguritan Jawa.

Apabila telah SD, Kamu tentu bakal ingat kalau geguritan bahasa Jawa jadi salah satu lomba yang selalu diadakan di tiap acara PORSENI (Pekan Olahraga serta Seni).

Berikut adalah contoh geguritan karya penyair Jawa terkenal, Raden Syahid atau dikenal dengan nama Sunan Kalijaga.

Lirik Lir Ilir

Lir ilir, lir ilir

Tandure wis sumilir 

Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar 

Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi 

Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro 

Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir 

Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore 

Mumpung padhang rembulane 

Mumpung jembar kalangane 

Yo surako Surak iyo.

Contoh geguritan bahasa Jawa lain yang tak kalah terkenal sampai saat ini adalah Padang Bulan, karya Sunan Giri. 

Geguritan tersebut bahkan beberapa kali pernah dicover oleh sejumlah musisi Indie dan diunggah di platform Youtube.

Lirik Padang Bulan

Yo pra kanca dolanan ing njaba 

padhang wulan padhange kaya rina 

Rembulane e sing awe-awe 

Ngelingake aja padha turu sore 

Yo ‘pra kanca dolanan ing jaba 

rame-rame kene akeh kancane 

Langite pancen sumebyar rina 

yo padha dolanan sinambi guyonan.

Terjemahan Bahasa Indonesia Lagu Padang Bulan

Ayo teman, [kita] bermain di luar 

Sinar bulan terangnya seperti fajar 

Bulannya menampakkan pesona 

Mengingatkan [kita agar] jangan tidur di sore hari 

Ayo teman-teman bermain di luar 

Rame rame di sini banyak temannya 

Langitnya memang terang seperti fajar 

Ayo bermain sembari bercanda.

Di Manakah Membeli Kamus Bahasa Jawa?

Pada saat mempelajari suatu bahasa, Kamu tentu saja perlu memiliki kamus bahasa yang tengah kamu pelajari. 

Sebenarnya bisa saja mempelajari dengan cara translate melalui internet, apalagi saat ini banyak platform maupun aplikasi yang memudahkan kita untuk mempelajari sebuah bahasa, tidak terkecuali bahasa Jawa.

Namun tetap saja untuk mempelajari bahasa tersebut, kita memerlukan sebuah kamus. Kamus tersebut bisa dibawa dan dibuka di mana saja, serta kapan saja. Kita bisa mempelajarinya kosakata yang berawal dari huruf A hingga Z.

Kamu bisa membeli Kamus Bahasa Jawa lengkap dengan artinya bisa dipakai sehari-hari, di toko-toko buku besar di kota kamu. Biasanya di toko-toko buku besar menyediakan berbagai macam kamus bahasa, termasuk Kamus Bahasa Jawa.

Jika toko tersebut belum menyediakan, maka Kamu bisa membelinya melalui online. Kamu tinggal klik kata kunci Beli Kamus Bahasa Jawa, maka akan keluar banyak buku yang direkomendasikan google untuk Kamu.

Seperti Kamus Lengkap Bahasa Jawa, Buku kamus Bahasa Jawa Sansekerta, hingga Kamus Bahasa Jawa untuk komunikasi sehari-hari.