Bupati Langkat Tak Hanya Kerangkeng Manusia Namun Juga Pelihara Satwa Liar

Kontroversi Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin tidak berhenti pada penemuan kerangkeng berisi manusia, di kediamannya. KPK juga menemukan aneka satwa dilindungi di kediaman Bupati Langkat

Bupati Langkat Tak Hanya Kerangkeng Manusia Namun Juga Pelihara Satwa Liar
Bupati Langkat Tak Hanya Kerangkeng Manusia Namun Juga Pelihara Satwa Liar
jasa backlink pbn

Kontroversi Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin tidak berhenti pada penemuan kerangkeng berisi manusia, di kediamannya. KPK juga menemukan aneka satwa dilindungi di kediaman Bupati Langkat. 

Satwa liar yang ditemukan, diselamatkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara di Desa Raja Tengah Kabupaten Langkat pada Rabu (27/01/2022).

Penyelamatan satwa itu atas informasi yang disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang ditemukan adanya satwa yang dilindungi di rumah Bupati Langkat.

Kepala Balai Besar KSDA Sumut Irzal Azhar mengungkapkan, Balai Besar KSDA Sumut bersama Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum wilayah Sumut melakukan penyelamatan terhadap satwa liar yang dilindungi pada Selasa (25/1/2022).

Di lokasi Tim menemukan beberapa jenis satwa liar dilindungi Undang-Undang yaitu satu individu Orangutan Sumatera (Pongo abeli) jantan, satu individu Monyet Hitam Sulawesi (Cynopithecus niger), satu Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus), dua Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) dan dua Beo (Gracula religiosa).

Irzal menjelaskan, setelah ditandatangani berita acara, Tim Balai Besar KSDA Sumut segera mengevaluasi Orangutan Sumatera dan menitipkannya di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Batu Mbelin, Sibolangit guna dirawat dan direhabilitasi.

Selanjutnya akan dikembalikan ke habitatnya setelah dilakukan kajian kesiapan satwa untuk dilepasliarkan. Sedangkan untuk satwa Monyet Hitam Sulawesi, Elang Brontok, Jalak Bali dan Beo dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit.

Irzal menambahkan, semua satwa yang selamatkan oleh petugas tersebut merupakan jenis satwa yang dilindungi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar Jo Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P/106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Irzal juga mengatakan, untuk proses hukum selatjutnya diserahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Sumatera.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan bahwa orang-orang di dalam kerangkeng manusia yang ditemukan di rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin merupakan pekerja kebun sawit. Hal tersebut dikonfirmasi KPK saat melakukan penggeledahan di rumah tersangka kasus korupsi tersebut.

Dia melanjutkan, kerangkeng manusia itu ditemukan tim penyelidik KPK saat menggeledah seisi ruangan rumah bupati Langkat. Dia mengatakan, pada saat itu tim penyelidik tidak menemukan Bupati Terbit Rencana namun malah mendapati dua ruangan yang berisi orang-orang.

Polda Sumatera Utara terus menyelidiki penemuan tempat binaan atau rehabilitasi yang menyerupairuang tahanan di kediaman Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol.Ahmad Ramadhan mengatakan, Polda Sumatera Utara telah membentuk tim gabungan terdiri atas Direktorat Kriminal Umum, Direktorat Narkoba, Intelijen, dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya untuk mendalami informasi terkait dengan temuan ruang tahanan di kediaman Bupati Langkat.