Cegah Kanker Mulut dengan 6 Cara Ini

Penyakit kanker mulut mencakup banyak wilayah mulai dari bibir, gusi, lidah, lapisan dalam pipi, di bawah lidah, atau langit-langit mulut. Adanya sel kanker bisa menyulitkan seseorang untuk menerima nutrisi dengan baik, sehingga bisa berdampak fatal jika dibiarkan. Siapa pun bisa terkena penyakit ini, tapi orang dengan faktor tertentu lebih berisiko terserang penyakit di kemudian hari, contohnya pada perokok.

Cegah Kanker Mulut dengan 6 Cara Ini
Cegah Kanker Mulut dengan 6 Cara Ini
jasa backlink pbn

Penyakit kanker mulut mencakup banyak wilayah mulai dari bibir, gusi, lidah, lapisan dalam pipi, di bawah lidah, atau langit-langit mulut. Adanya sel kanker bisa menyulitkan seseorang untuk menerima nutrisi dengan baik, sehingga bisa berdampak fatal jika dibiarkan. Siapa pun bisa terkena penyakit ini, tapi orang dengan faktor tertentu lebih berisiko terserang penyakit di kemudian hari, contohnya pada perokok.

Meski tidak masuk dalam jenis kanker yang umum, kanker mulut tetap bisa menyerang siapa saja, termasuk kamu dan orang-orang yang kamu sayangi. Penyakit kanker ini terjadi akibat sel-sel pada bibir, bagian dalam mulut, maupun gusi mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA-nya.

DNA sel berisi serangkaian perintah sel untuk membelah, mati, dan memperbarui diri. Sayangnya, mutasi DNA membuat perintah tersebut menjadi kacau, dan sel sel bekerja secara abnormal. Kondisi tersebut membuat sel yang rusak tidak mati, malah terus membelah diri tanpa kendali. Akibatnya, sel rusak tersebut bisa menumpuk dan membentuk tumor. Seiring waktu, sel dapat menyebar dan meruska fungsi organ maupun jaringan yang ada di sekitarnya.

Memang penyebab kanker mulut belum diketahui secara pasti. Walau begitu, ahli kesehatan berpendapat bahwa menurunkan risiko bisa membantu mencegah berkembangnya penyakit ini di kemudian hari. Dilansir dari Hellosehat.com, berikut 6 cara mencegah kanker mulut.

1. Berhenti Merokok

Jika kamu ingin sehat, berhenti merokok bisa menjadi salah satu langkahnya. Kamu bisa menurunkan berbagai risiko penyakit kronis, termasuk kanker pada mulut. Merokok atau mengunyah tembakau menyebabkan leukoplakia. Leukoplakia adalah bercak putih yang menebal pada gusi, bagian dalam pipi, bagian bawah lidah, maupun lidah. Meskipun sebagian besar bercak leukoplakia itu bersifat jinak, tapi tetap ada potensi bercak ini berubah menjadi kanker.

Jika kondisi ini tidak membaik dengan perawatan gigi biasa, bisa jadi kondisi tersebut merupakan pertanda kanker. Selain itu, zat kimia pada rokok yang diisap bisa merusak gen yang berfungsi melindungi kamu dari kanker. Nah, karena dasar inilah, berhenti merokok bisa menjadi cara tepat untuk mencegah kanker mulut.

2. Kurangi Alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mengiritasi sel-sel di mulut. Peradangan yang terjadi dapat memicu sel-sel berfungsi secara abnormal. Alkohol juga bisa mengubah zat kimia tubuh yang bertugas melawan kanker. Itulah sebabnya alkohol berkaitan erat dengan pertumbuhan kanker pada mulut.

Jika kebiasaan minum alkohol dilakukan bersamaan dengan merokok, risiko kanker mulut akan semakin besar. Supaya tidak berlebihan, konsumsinya harus kamu batasi atau kamu berhenti sama sekali.

Baca Juga: Jangan Sepelekan! Mengonsumsi Alkohol akan Langsung Berdampak bagi Tubuh

3. Mendapatkan Vaksin HPV

Cara selanjutnya yang bisa mencegah kanker mulut adalah menghindari infeksi virus HPV dan mendapatkan vaksin HPV. Infeksi Human papillomavirus (HPV), khususnya HPV16, memiliki kaitan erat dengan kanker yang terbentuk di bagian belakang mulut.

Infeksi virus pada mulut dan tenggorokan meningkat pada orang yang melakukan seks oral atau bergonta-ganti pasangan seks. Saat terinfeksi, gejalanya bisa saja tidak muncul. Minimal, mereka mengalami pembengkakan di leher yang tidak kunjung menghilang.

Guna mencegah infeksi tentu kamu perlu menerapkan kehidupan seks yang aman, seperti memakai kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan. Kamu juga perlu menjalani mendapatkan vaksin sebelum aktif berhubungan seksual. Dengan vaksinasi, tubuh kamu akan membentuk antibodi yang bisa melawan infeksi sehingga bisa sembuh lebih cepat.

4. Kurangi Paparan Sinar Matahari

Radiasi sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan meningkatkan risiko terjadinya kanker bibir dan kanker kulit. Ini karena bibir, sama hal seperti kulit, bisa terbakar jika terlalu lama terkena sinar matahari. Oleh karena itu, kenakan topi bertepi lebar ketika beraktivitas di bawah sinar matahari di atas jam 10 pagi. Jika memungkinkan, kamu bisa berteduh di bawah tempat yang teduh atau mengoleskan lip balm yang dilengkapi dengan SPF.

Jika kamu memiliki kulit yang sensitif terhadap sinar matahari, bisa jadi bibir kamu pun sensitif pada hal yang sama. Jadi, lindungi bibir dan kulit kamu dari sinar matahari di siang hari.

Baca Juga: 6 Manfaat Matahari Pagi bagi Kesehatan

5. Periksa Gigi Secara Teratur

Periksa gigi secara rutin ke dokter bisa menjadi cara ampuh untuk mencegah kanker mulut. Pasalnya, saat kamu melalui pemeriksan, dokter gigi biasanya memahami jika ada tanda-tanda kanker.

Jika dokter mendeteksi pertumbuhan abnormal di mulut kamu, dokter akan merujuk kamu ke dokter spesialis kanker untuk memastikan kondisinya. Hal ini memungkinkan kamu untuk segera mendapatkan perawatan kanker sehingga bisa disembuhkan. Kemudian, bila kamu memiliki leukoplakia yang punya potensi berubah menjadi kanker, kamu pun bisa ditangani secepatnya.

Jadi, kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Jangan lupa untuk menyikat gigi dan menggunakan benang gigi dua kali sehari, setelah makan dan sebelum tidur.

6. Jaga Pola Makan dan Berat Badan

American Cancer Society menyebutkan bahwa menjaga pola makan dan berat badan termasuk cara untuk mencegah kanker mulut. Pilihan makanan yang tidak sehat dan kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko kanker mulut, contohnya keseringan konsumsi makanan olahan dan daging merah.

Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian dalam menu makanan setiap hari. Secara umum, kamu jauh lebih sehat mengonsumsi sayur dan buah yang segar, ketimbang mencukupinya nutrisi lewat suplemen tapi dengan pola makan yang buruk.