Dampak Buruk Microwave Popcorn bagi Kesehatan

Saat ini menikmati popcorn bisa kapan pun dengan microwave popcorn. Tinggal tunggu 2-4 menit, popcorn berbumbu siap dinikmati. Namun, di balik itu, ternyata ada beberapa bahaya microwave popcorn yang mengintai, yang diam-diam datang dari kemasannya.

Dampak Buruk Microwave Popcorn bagi Kesehatan
Dampak Buruk Microwave Popcorn bagi Kesehatan
jasa backlink pbn

Saat ini menikmati popcorn bisa kapan pun dengan microwave popcorn. Tinggal tunggu 2-4 menit, popcorn berbumbu siap dinikmati. Namun, di balik itu, ternyata ada beberapa bahaya microwave popcorn yang mengintai, yang diam-diam datang dari kemasannya.

Mengenal Ancaman Bahaya dari Bungkus Microwave Popcorn

Meski laku keras di pasaran karena lezat, praktis, dan gampang dibuat, tetapi kemasan popcorn dikaitkan dengan efek buruk bagi kesehatan. Kanker dan masalah serius pada paru-paru adalah di antaranya.

Dilansir dari Healthline, bahaya popcorn atau berondong yang dipanaskan di dalam microwave terletak pada bungkusnya, yaitu jika ada kandungan bahan kimia perfluorinated (PFC). Peran PFC diperlukan agar kantong popcorn mampu menahan lemak, atau dengan kata lain supaya minyak tidak merembes. Tak hanya bungkus popcorn, PFC juga kerap digunakan pada kotak piza, kertas pembungkus sandwich, hingga panci teflon.

Namun, yang jadi masalah adalah, saat memanaskan kantong tersebut yang berisi popcorn di microwave, PFC dapat terurai menjadi perfluorooctanoic (PFOA), yakni bahan kimia yang diduga dapat menyebabkan kanker. Nah, PFOA itu tadi akan masuk ke dalam popcorn ketika dipanaskan. Bila dikonsumsi, senyawa tersebut akan masuk ke aliran dan dapat tinggal di dalam tubuh dalam jangka waktu lama.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, PFC juga ada dalam panci teflon di dapur kamu. Karenanya, kamu disarankan untuk tidak menyikatnya dengan sikat kawat dan tidak memasak pakai sodet (yang terbuat dari seng), agar PFC tidak keluar.

Baca Juga: 7 Manfaat Popcorn Bagi Kesehatan

Terbukti Lewat Penelitian

Tim peneliti C8 Science Panel mempelajari efek paparan PFOA pada penduduk yang tinggal di dekat pabrik Washington Works DuPont, Amerika Serikat (AS). Pabrik tersebut diketahui telah melepaskan PFOA di lingkungan sekitar sejak tahun 1950-an.

Setelah diteliti selama bertahun-tahun, tim peneliti menemukan hubungan antara paparan PFOA dengan beberapa gangguan kesehatan pada manusia, termasuk kanker ginjal dan kanker testis.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) juga melakukan pemeriksaan terhadap PFOA dari berbagai sumber, termasuk kantong microwave popcorn dan wajan anti lengket. Temuannya: microwave popcorn mungkin bertanggung jawab atas 20 persen rata-rata level PFOA di dalam darah.

Sebagai dampak dari temuan tersebut, produsen makanan menghentikan penggunaan PFOA dalam kemasannya sejak tahun 2011. Lima tahun kemudian, FDA bertindak lebih berani, yaitu melarang tiga jenis PFC dalam kemasan makanan.

Artinya, microwave popcorn yang kamu makan seharusnya tak lagi mengandung bahan kimia berbahaya. Meski begitu, bahan kimia untuk kemasan yang baru pun bermunculan, yang keamanannya masih dipertanyakan.

Baca Juga: Hindari! Ini 8 Makanan Penyebab Kanker

Ancamannya Tak Cuma Kanker

Selain kanker, microwave popcorn juga telah dikaitkan dengan paru-paru popcorn, yang merupakan istilah populer untuk penyakit bronkiolitis obliterans (obliterative bronchiolitis). Penyakit ini terjadi akibat peradangan di saluran napas terkecil, yaitu bronkiolus.

Meski demikian, tak perlu panik, karena zat tersebut sudah dilarang penggunaannya dalam pembuatan popcorn sejak tahun 2007. Berharap saja tidak ada produsen yang bandel!