Sinopsis Death Proof - Karya Sampah Quentin Tarantino

Sinopsis Death Proof - Karya Sampah Quentin Tarantino. Tidak selamanya sutradara besar selalu memproduksi film bagus

Sinopsis Death Proof - Karya Sampah Quentin Tarantino
Sinopsis Death Proof - Karya Sampah Quentin Tarantino (amazon.com)
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Sinopsis Death Proof - Karya Sampah Quentin Tarantino. Tidak selamanya sutradara besar selalu memproduksi film bagus.

Quentin Tarantino dikenal sebagai sutradara yang hobi membuat film drama / action thriller. Termasuk filmnya yang berjudul Death Proof, film yang ia buat pada tahun 2007.

Meski film tersebut diproduksi tahun 2007, Death Proof dibuat seolah-olah adalah film tahun 1970-an atau 1980-an.

Tarantino memang mendedikasikan film ini untuk film-film thriller di era tersebut. Pada era 1970-an, industri bioskop di Amerika Serikat sedang lesu. Orang-orang enggan untuk nonton film di bioskop. Sepertinya orang-orang bosan dengan tema-tema film yang ‘itu-itu saja’.

Supaya industri bioskop tetap hidup, para pembuat film kemudian memproduksi film-film eksploitasi, yang menampilkan banyak darah dan adegan sensual, serta dibuat dengan budget minim. Film-film tersebut kemudian ditonton oleh banyak orang dan booming.

Film-film semacam ini kemudian disebut dengan film “Grindhouse”.

Plot Film Death Proof 

Death Proof bercerita tentang seorang pria bernama Mike McKay (Kurt Russell) yang berprofesi sebagai seorang stuntman untuk sejumlah film di Hollywood.

Mike McKay sedang menganggur karena film-film Hollywood sudah mulai menggunakan Computer Graphic Images (CGI), sehingga tidak lagi menggunakan jasa stuntman di film.

Untuk mengisi waktu luangnya, Mike mengelana di malam hari dari satu bar ke bar lainnya untuk minum dan mengamati gadis-gadis yang mengunjungi bar tersebut.

Ternyata, ia mengunjungi bar-bar itu bukan sekedar minum dan mengamati para gadis, namun ia memang sengaja untuk mengikuti gadis-gadis tersebut.

Gadis-gadis itu merupakan perempuan yang berprofesi sebagai model iklan di papan billboard, sementara itu Mike memiliki foto-foto gadis itu yang ia tempel di dalam mobilnya, dan memiliki niat untuk menabrak mereka dengan mobilnya yang ia beri nama Death Proof.

Mike berniat menabrak mereka untuk kesenangan saja. Ya, bisa dikatakan bahwa Mike adalah seorang psikopat kejam.

Di dalam bar, ia mencoba berkenalan dengan calon-calon korbannya. Mengajak mereka berbicara, mentraktir minum, mengajak berjoget, bahkan menawarkan tumpangan.

Mike dikisahkan sebagai pribadi yang misterius, tapi doyan ngobrol. Kepada orang-orang, terutama gadis-gadis incarannya, Mike selalu berbicara mengenai profesinya sebagai stuntman, serta film-film yang ia pernah terlibat di dalamnya.

Selain menampilkan sisi misterius Mike, Death Proof juga menampilkan banyak adegan para gadis yang tengah mengobrol satu sama lain.

Jika dibandingkan dengan film-film Quentin Tarantino lainnya, menurut saya Death Proof sedikit membosankan. Biasanya, Tarantino mampu memperkenalkan karakter demi karakter di filmnya dengan sangat menarik.

Namun di film ini terasa capek. Semua aktor dan aktris di film ini sudah sangat maksimal performanya, akan tetapi dialog yang mereka lontarkan membuat saya mengantuk. Ditambah lagi setting adegan yang hampir setengah durasi berada di dalam bar.

Film ini terdiri dari 2 segmen, yaitu Death Proof dan Planet Teror, di mana kedua film itu merupakan duet dari Tarantino dan Robert Rodriguez.  Sayangnya, menurut saya kedua segmen tersebut sama-sama sampah.

Bisa jadi itu pula yang membuat film ini gagal secara komersial. Para penikmat film di tahun 2000-an sepertinya kurang tertarik dengan film-film Grindhouse, yang meledak di era 1970-an.

Selain Kurt Russell, film ini dibintangi juga oleh Rosario dawson, Zoe Bell, Vanessa Ferlito, Mary Elizabeth Winstead, Rose McGowan, dan Quentin Tarantino sendiri.

Baca Juga Sinopsis Don't Look Up - Kisah Leonardo Dicaprio Memberi Tahu Orang-orang Bahwa Dunia Akan Kiamat