Dengan Humanis, Polres Pandeglang Himbau Odong-odong Tidak Melintas Di Jalan Raya

Dengan Humanis, Polres Pandeglang Himbau Odong-odong Tidak Melintas Di Jalan Raya
jasa backlink pbn

Polres Pandeglang - Pasca akibat terjadinya kecelakaan di yang di sebabkan oleh Odong-odong atau kereta kelinci di Serang baru-baru ini. Dengan Humanis akhirnya Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah memerintahkan jajarannya melakukan penertiban dan menghimbau Odong-odong di Kab. Pandeglang pada Rabu (27/07/2022).

Himbauan yang bersifat humanis tersebut  merupakan penertiban agar kendaraan odong-odong tidak lagi beroperasi di jalan raya, Guna menciptakan Kamseltibcarlantas dan kendaraan tersebut bukan peruntukan beroperasi di jalan raya demikian jangan lupa selalu mengedepankan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan.

Kapolres Pandeglang mengungkapkan, kereta kelinci atau odong-odong rata-rata memakai roda empat yang sudah di modifikasi dan dari mobil bekas yang usianya sudah tua.

Modifikasi semacam ini menurut AKBP Belny sangat tidak benar dan bisa berakibat fatal membahayakan penumpang berlalu lintas. Kereta wisata atau odong-odong hanya boleh dipergunakan diareal wisata atau areal tertentu tidak diperbolehkan beroperasi di jalan raya sesuai Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 288 (1), Pasal 277, Pasal 278, Pasal 285 (2), pasal 208 tentang Standar Fisik Administrasi Kendaraan dan Ijin Trayek.

“Tidak sesuai spesifikasi, oleh sebab itu kami berikan himbauan kepada pengemudi, pemilik maupun juga penumpangnya untuk tidak lagi melintas di jalan raya, kalau di lingkup desa silahkan”, terang Kapolres.

Salah satu pengemudi bernama Sdr. Bahrudin yang sempat di berikan arahan oleh petugas karena mempunyai 1 unit odong-odong dengan No. Pol B 1436 NPM, kedepan dan seterusnya dirinya akan mentaati aturan yang di sampaikan.

”Ini semua demi keselamatan kita semua, saya akan mentaati peraturan penertiban ini”, Jawab Bahrudin.