Detoksifikasi Tubuh agar Lebih Sehat dengan 7 Langkah Tepat Ini

Soal detoksifikasi tubuh pasti kamu sering mendengarnya. Ini biasanya menyiratkan mengikuti pola makan atau menggunakan produk tertentu yang mengklaim untuk membersihkan tubuh dari racun, sehingga meningkatkan kesehatan dan/atau mempromosikan penurunan berat badan.

Detoksifikasi Tubuh agar Lebih Sehat dengan 7 Langkah Tepat Ini
Detoksifikasi Tubuh agar Lebih Sehat dengan 7 Langkah Tepat Ini
jasa backlink pbn

Soal detoksifikasi tubuh pasti kamu sering mendengarnya. Ini biasanya menyiratkan mengikuti pola makan atau menggunakan produk tertentu yang mengklaim untuk membersihkan tubuh dari racun, sehingga meningkatkan kesehatan dan/atau mempromosikan penurunan berat badan.

Untungnya, tubuh dilengkapi dengan kemampuan untuk menghilangkan racun dan tidak memerlukan pola makan khusus atau suplemen mahal untuk melakukannya. Jadi, kamu dapat meningkatkan sistem detoksifikasi alami tubuh hanya dengan langkah-langkah sederhana.

Dilansir dari Halodoc.com, berikut 7 langkah tepat detoksifikasi tubuh agar lebih sehat.

1. Batasi Konsumsi Alkohol

Minum alkohol berlebihan mampu merusak fungsi hati dengan menyebabkan penumpukan lemak, peradangan, dan jaringan parut. Ketika ini terjadi, hati tidak dapat berfungsi dengan baik dan melakukan tugas-tugas yang diperlukan, termasuk menyaring limbah dan racun lain dari tubuh.

Dengan demikian, membatasi atau berpantang sepenuhnya dari alkohol adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga sistem detoksifikasi tubuh berjalan kuat.

Baca Juga: Jangan Sepelekan! Mengonsumsi Alkohol akan Langsung Berdampak bagi Tubuh

2. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

Memastikan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam adalah suatu keharusan untuk mendukung kesehatan tubuh dan sistem detoksifikasi alaminya. Tidur memungkinkan otak untuk mengatur dan mengisi ulang dirinya sendiri, serta membuang produk sampingan limbah beracun yang menumpuk sepanjang hari.

Saat kurang tidur, tubuh tidak memiliki waktu untuk melakukan fungsi tersebut, sehingga racun dapat menumpuk dan memengaruhi beberapa aspek kesehatan.

3. Minum Air yang Cukup

Air tidak sekadar memuaskan dahaga. Melainkan juga mengatur suhu tubuh, melumasi sendi, membantu pencernaan dan penyerapan nutrisi, dan mendetoksifikasi tubuh dengan membuang produk limbah.

Sel-sel tubuh harus terus diperbaiki agar berfungsi optimal dan memecah nutrisi untuk digunakan tubuh sebagai energi. Namun, proses ini melepaskan limbah, dalam bentuk urea dan karbon dioksida, yang menyebabkan kerusakan jika dibiarkan menumpuk di darah.

Nah, air dapat mengangkut produk limbah ini, membuangnya secara efisien melalui buang air kecil, bernapas, atau berkeringat. Jadi tetap terhidrasi dengan baik penting untuk detoksifikasi tubuh.

4. Kurangi Asupan Gula dan Makanan Olahan

Konsumsi tinggi makanan manis dan olahan telah dikaitkan dengan obesitas dan penyakit kronis lainnya, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Penyakit-penyakit ini menghambat kemampuan tubuh untuk mendetoksifikasi dirinya sendiri secara alami dengan merusak organ-organ yang memainkan peran penting, seperti hati dan ginjal.

5. Konsumsi Makanan Kaya Antioksidan

Antioksidan melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul yang disebut radikal bebas. Stres oksidatif adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh produksi radikal bebas yang berlebihan. Tubuh secara alami menghasilkan molekul-molekul ini untuk proses seluler, seperti pencernaan. Namun, alkohol, asap tembakau, pola makan yang buruk, dan paparan polutan dapat menghasilkan radikal bebas yang berlebihan.

Makan makanan yang kaya antioksidan dapat membantu tubuh melawan stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas berlebih dan racun lain yang meningkatkan risiko penyakit. Contoh antioksidan termasuk vitamin A, vitamin C, vitamin E, selenium, likopen, lutein, dan zeaxanthin. Berries, buah-buahan, kacang-kacangan, kakao, sayuran, rempah-rempah, dan minuman seperti kopi dan teh hijau memiliki beberapa jumlah antioksidan tertinggi.

Baca Juga: 6 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan Tubuh

6. Makan Makanan Tinggi Prebiotik

Kesehatan usus penting untuk menjaga sistem detoksifikasi tubuh. Sel-sel usus memiliki sistem detoksifikasi dan ekskresi yang melindungi usus dan tubuh dari racun berbahaya, seperti bahan kimia.

Kesehatan usus yang baik dimulai dengan prebiotik, sejenis serat yang memberi makan bakteri baik di usus yang disebut probiotik. Dengan prebiotik, bakteri baik mampu menghasilkan nutrisi yang disebut asam lemak rantai pendek yang bermanfaat bagi kesehatan.

Makan makanan yang kaya akan prebiotik dapat menjaga sistem kekebalan dan detoksifikasi tetap sehat. Sumber makanan yang baik dari prebiotik termasuk tomat, artichoke, pisang, asparagus, bawang bombay, bawang putih, dan oat.

7. Aktif Bergerak

Dengan mengurangi peradangan, olahraga dapat membantu sistem tubuh (termasuk sistem detoksifikasinya) berfungsi dengan baik dan melindungi dari penyakit. Disarankan agar melakukan setidaknya 150-300 menit seminggu olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat, atau 75-150 menit seminggu aktivitas fisik intensitas kuat, seperti berlari.