Docang Makanan Legendaris Sejak Zaman Walisongo

Salah satu makanan tradisional Cirebon adalah docang. Docang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu sejak zaman Walisongo. Docang menjadi salah satu kuliner legendaris warisan budaya Indonesia.

Docang Makanan Legendaris Sejak Zaman Walisongo
Docang Makanan Legendaris Sejak Zaman Walisongo
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Salah satu makanan tradisional Cirebon adalah docang. Docang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu sejak zaman Walisongo. Docang menjadi salah satu kuliner legendaris warisan budaya Indonesia.

Bila dirunut sejarahnya, makanan ini rasanya gurih, pedas, dan sedikit asam ini mempunyai sejarah yang unik untuk diulas.

Docang Makanan Legendaris Sejak Zaman Walisongo

Docang berisi parutan kelapa, daun singkong rebus, kecambah, daun kucai, dan beberapa potongan krupuk yang dihancurkan hingga hasilkan wewangian yang renyah dan unik.

Baca Juga : 10 Makanan Tradisional yang tak Lekang oleh Zaman

Docang Makanan Legendaris Sejak Zaman Walisongo (foto; i.pinimg.com)

Sejarah Docang

Dibalik penampilannya yang mengunggah hasrat, makanan tradisional ini memiliki cerita yang unik dan menarik. Yakni pernah menjadi hidangan untuk meracuni beberapa Walisongo yang sedang beristirahat di Masjid Sang Cipta Rasa Kota Cirebon sesudah melakukan perjalanan ceramah.

Salah seorang figur di Cirebon, Pangeran Rengganis merasa tidak suka dengan kedatangan beberapa Walisongo di daerahnya.

Kemudian beliau memiliki niat untuk meracuni beberapa Walisongo dengan hidangan docang yang sudah diberi bahan beracun. Namun ternyata racun itu rupanya tidak mempan untuk membunuh beberapa Walisongo.

Baca Juga : Nasi Lengko H.M Sadi, Nikmat Walau Makan Dalam Gang

Beberapa Walisongo rupanya malah menyukai rasa docang yang pedas bersatu dengan kuah asam. Semenjak itu, docang dikenali oleh warga sebagai kulier ciri khas Cirebon yang penuh mistis. Hingga saat ini docang diisebut sebagai makanan ciri khas Cirebon yang disukai oleh Walisongo.

Sudah pasti docang yang sekarang ini dijual tidak memiliki kandungan racun. Bahkan docang dihidangkan sebagai kuliner perayaan hari besar agama Islam di daerah Cirebon.

Umumnya docang ini akan ada di peristiwa Maulid Nabi Muhammad SAW, bulan suci Ramadan, sampai Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Docang Dalam Pengertian Jawa

Docang dalam bahasa Jawa adalah makanan tradisional yang dari Cirebon dan sekelilingnya yang dibuat dari kombinasi potongan lontong, parutan kelapa, daun singkong, daun kucai, toge, dan krupuk.

Baca Juga : Empal Gentong H. Apud Cirebon, Kuliner Nikmat Sejak 1994

Beberapa bahan barusan selanjutnya disiram dengan kuah dage atau oncom. Secara harfiah, docang datang dari bahasa Cirebon kependekan dari 2 kata yakni: bodo dan kacang (tauge).

Kuah docang disebut bodo, kata bodo yang diartikan bukan mengarah kepada kekuatan akademis seorang. Namun sebagai penyebutan jenih kuah yang umum jadi makanan warga di Cirebon dan sekitarnya.

Bodo sendiri sebagai kuah bening berasa masam serupa sayur asam, tetapi cuman mempunyai isian dage atau tempe yang sudah busuk karena hasil peragian sama dengan oncom. Saat itu kata kacang digunakan karena kudapan berkuah ini berisi isian kacang panjang.

Docang sebagai kombinasi dari lontong, daun singkong, toge, dan krupuk, yang bekerjasama sayur oncom yang dibuat dari ampas tahu digabung sedikit bungkil kacang tanah (tersisa perasan jadi minyak) yang disebutkan gempa (yang dihancurkan) dan digabungkan dengan parutan kelapa muda.

Docang sebagai kuliner ciri khas yang cuman dapat dijumpai di Cirebon, bahkan juga di tiap pojok jalan gampang diketemukan. Masakan ini telah ada semenjak jaman Wali Songo siarkan Agama Islam di teritori Cirebon dan sekelilingnya.

Docang, Hidangan Sederhana, Nikmat, dan Bersejarah

Docang Cirebon itu terbagi dalam potongan lontong, diberi parutan kelapa muda. Ditambahkan potongan daun singkong digabung tauge yang sudah direbus.

Selanjutnya disiram dengan kuah panas yang berisi dage (semacam oncom) yang telah dihancurkan hingga mengapung pada bagian atas kuahnya.

Baca Juga : Jamu, Minuman Warisan Indonesia Untuk Dunia

Saat sebelum dihidangkan, diberi krupuk kecil-kecul warna putih yang dibikin khusus. Variasi dalam Docang Cirebon itu membuat rasa renyah makin berasa di lidah.

Docang sebagai salah satunya kulineran tradisionil ciri khas Pantura Cirebon. Menyebar nyaris setiap daerah Cirebon baik perkampungan atau tempat rekreasi.

Mayoritas penjual Docang Cirebon sebagai turun-temurun dari orangtua mereka. Antiknya, kulineran Docang ini mempunyai narasi legenda yang menempel dengan Wali Sanga.

Satu porsi docang umumnya dibandrol pada harga Rp 10.000. Tentu saja harga ini relatif dapat dijangkau untuk kulineran yang sedap dan memiliki kandungan nilai sejarah tinggi.

Nah itu tadi sedikit ulasan tentang Docang Makanan Legendaris Sejak Zaman Walisongo. Simak juga artikel menarik lain seperti minuman anggur, bubur kacang hijau, oleh-oleh dan resep nasi goreng di halaman utama. Selamat membaca!