Eks Napiter Kembali ke Ibu Pertiwi, Kapolres Pandeglang Beri Selamat

Eks Napiter Kembali ke Ibu Pertiwi, Kapolres Pandeglang Beri Selamat
jasa backlink pbn

Polres Pandeglang - 29 bekas narapidana teroris mengikuti upacara bendera dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 77 Republik Indonesia di Alun-alun Kabupaten Pandeglang, Prov Banten, Rabu 17 Agustus 2022.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah secara khusus memberikan selamat kepada seluruh eks napiter setelah pelaksanaan upacara.

Keterlibatan eks napiter dalam upacara tersebut sebagai bukti, Kabupaten Pandeglang memiliki toleransi yang tinggi. Selain itu, memiliki kepedulian terhadap pemberantasan tindak intoleransi dan radikalisme.

“Ya, Alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi dengan eks naipter yang lain, dan dengan seluruh elemen masyarakat di sini. Jadi, ketika kita di sini menunjukkan bahwa masyarakat Pandeglang memiliki toleransi tinggi. Kita bisa diterima dari kalangan manapun,” ujar salah satu eks napiter usai upacara.

Peserta eks napiter yang pernah divonis penjara karena terlibat jaringan teroris tersebut sangat mengapresiasi kepada pemerintah Kabupaten Pandeglang yang mengundang para eks napiter untuk ikut memberi hormat bendera merah putih di hari kemerdekaan.

“Jadi saya apresiasi pemerintah Kabupaten Pandeglang yang telah memberi kesempatan eks napiter dalam upacara 17 Agustus ini,” lanjutnya dalam keterangan wawancara.

Ia berpesan kepada generasi muda, untuk dapat mempelajari agama melalui banyak guru. Sehingga, tidak hanya bersumber dari satu guru dan satu pemahaman saja.

“Sebenarnya karena faktor ilmu, karena dulu kebodohan yang menyertai kami. Dan, ketika dalam penjara datang ilmu-ilmu yang belum pernah kami pelajari sebelumnya, akhirnya kami mengakui bahwa inilah NKRI yang harus kita perjuangkan. Pesannya, belajarlah ilmu yang mana harus pada gurunya jangan satu guru saja, belajar dari banyak guru, karena satu guru hanya menyesatkan karena dia hanya taklid buta,” paparnya.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah ingin para eks napiter untuk bisa turut serta memberikan pemahanan terhadap bahayanya intoleransi dan radikalisme.

Nantinya, itu menjadi satu nilai kebersamaan dan nilai persatuan. “Dan, mereka bisa memberikan testimoni bagaimana mereka berproses kembali kepangkuan Ibu Pertiwi dan kemudian mereka bisa mengedukasi dan kegiatannya banyak termasuk aktivitas sosial. Itu pesan yang ingin saya sampaikan agar anak bangsa tidak salah arah, agar semua nilai Pancasila betul membumi,” tandasnya.