Film KKN di Desa Penari Extended, Luwih Dowo Luwih Medeni Tayang Akhir Tahun Ini, Dengan Lebih dari 40 Menit Adegan Baru

Jelang akhir 2022, film KKN di Desa Penari menawarkan versi terbaru. Dijadwalkan tayang pada Desember 2022, versi bertajuk KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni, film terlaris di Indonesia itu akan menayangkan 40 menit adegan baru.

Film KKN di Desa Penari Extended, Luwih Dowo Luwih Medeni Tayang Akhir Tahun Ini, Dengan Lebih dari 40 Menit Adegan Baru
Film KKN di Desa Penari Extended, Luwih Dowo Luwih Medeni Tayang Akhir Tahun Ini, Dengan Lebih dari 40 Menit Adegan Baru
jasa backlink pbn

Jelang akhir 2022, film KKN di Desa Penari menawarkan versi terbaru. Dijadwalkan tayang pada Desember 2022, versi bertajuk KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni, film terlaris di Indonesia itu akan menayangkan 40 menit adegan baru.

Secuplik adegan baru itu ditayangkan dalam trailer KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni yang tayang pada Senin (10/10). Salah satunya adalah adegan awal Widya (Adinda Thomas) sebelum memulai kuliah kerja nyata (KKN). Kala itu, ia sedang membujuk sang ibu (Lidya Kandou) supaya bisa ikut KKB di desa pilihan Ayu (Aghniny Haque).

Baca Juga: Sinopsis Film KKN Desa Penari, Kisah Enam Mahasiswa yang Tragis

Raut khawatir jelas terlihat dari wajah sang ibu. Namun, pada akhirnya Widya pergi KKN bersama Ayu, Nur (Tissa Biani), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy), dan Wahyu (M Fajar Nugraha).

Kemudian Ayu juga diperlihatkan seperti sedang mencari sesuatu di pinggir sungai. Suara perempuan menjelaskan air selalu mengalir ke arah timur, sehingga itu buat semua mulai dari yang baik hingga paling buruk berkumpul di timur.

Tak hanya itu, beberapa adegan yang sudah tayang sebelumnya, seperti hal yang seharusnya tak dilakukan Ayu dan Bima, sosok yang menjaga Nur, bahkan momen-momen terakhir Ayu juga ditampilkan dalam trailer tersebut.

Dalam konferensi pers yang ditayangkan onsite dan ditayangkan di media sosial CGV, Tissa Biani menilai KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni menjadi jawaban dari pertanyaan yang mungkin muncul dari versi sebelumnya.

Baca Juga: Nama-nama Pemain KKN di Desa Penari

"Semoga ini bisa menjawab pertanyaan dari fan KKN, khususnya yang sudah menonton versi lama, 'Kenapa adegannya begini, kenapa kok Widya, Nur begini' mungkin jawabannya ada di KKN versi baru," kata Tissa Biani.

Dalam kesempatan tersebut, sang sutradara Awi Suryadi juga buka suara mengenai perilisan versi terbaru KKN di Desa Penari. Ia menegaskan versi baru dibuat bukan karena aji mumpung.

"Ini bukan aji mumpung makanya kami anjang-panjangin. Kalau saya tujuannya lebih kayak fanservice, ini persembahan kami untuk fan. Adegan yang sudah ada di naskah belum sempat di-syutingin karena berbagai hal, kami syuting, editing lagi. Ini persembahan kami untuk fan," kata Awi.