Hormon Kortisol yang Terlalu Tinggi Karena Stres? Turunkan dengan 4 Cara Ini

Kortisol merupakan jenis hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal untuk meningkatkan fungsi respon tubuh terhadap suatu situasi tertentu. Hormon kortisol akan cenderung tinggi ketika kita dilanda stres, yang biasanya tidandai dengan perasaan cemas dan gelisah. Bahkan jumlahnya dapat menetap dalam waktu yang cukup lama dan bisa berakibat gangguan kesehatan yang serius.

Hormon Kortisol yang Terlalu Tinggi Karena Stres? Turunkan dengan 4 Cara Ini
Hormon Kortisol yang Terlalu Tinggi Karena Stres? Turunkan dengan 4 Cara Ini
jasa backlink pbn

Kortisol merupakan jenis hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal untuk meningkatkan fungsi respon tubuh terhadap suatu situasi tertentu. Hormon kortisol akan cenderung tinggi ketika kita dilanda stres, yang biasanya tidandai dengan perasaan cemas dan gelisah. Bahkan jumlahnya dapat menetap dalam waktu yang cukup lama dan bisa berakibat gangguan kesehatan yang serius.

Dilansir dari Hellosehat.com, berikut 4 cara menurunkan hormone kortisol yang terlalu tinggi karena stress.

1. Mencukupkan Waktu Tidur

Kecukupan durasi dan kualitas tidur sangat mempengaruhi bagaimana kamu  merespon kondisi stress yang secara langsung berpengaruh terhadap sekresi hormon kortisol. Pelepasan kortisol dipengaruhi oleh jam biologis tubuh. Kadar tertingginya akan berada di pagi hari untuk membuatnya lebih waspada dan semangat, dan kemudian menurun saat malam hari sehingga memudahkan tidur. Namun saat seseorang cenderung beraktivitas saat malam hari atau mengalami insomnia maka kadar hormon kortisol kamu dapat cenderung meningkat secara konsisten selama 24 jam.

Atasi kesulitan untuk mengatur waktu tidur lakukan beberapa hal seperti:

  • Aktif beraktivitas fisik – rasa lelah dari aktif bergerak selama terjaga akan memudahkan kamu terlelap pada saat malam hari sehingga dapat membantu kamu mengatur jadwal waktu tidur dengan optimal.
  • Hindari konsumsi kopi saat malam hari.
  • Batasi paparan cahaya dan distraksi yang menyulitkan kamu untuk tertidur.

Namun jika kamu memiliki pekerjaan dengan waktu shift sehingga kesulitan untuk memenuhi waktu tidur malam, sempatkan waktu untuk tidur sejenak saat siang hari untuk mengurangi risiko dari kekurangan waktu tidur.

Baca Juga: Tidur yang Cukup! Rasakan 6 Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh

2. Kenali Pemicu Stress

Munculnya pikiran negatif atau perasaan tertekan merupakan tanda utama dari peningkatan hormon kortisol. Mengenali hal tersebut merupakan hal penting agar untuk dapat mengantisipasi stress kronis dan segera memikirkan hal apa yang memicu rasa stress tersebut secara objektif. Dengan demikian, kamu dapat dengan lebih mudah memutuskan pemecahan masalah tanpa rasa tertekan yang berlarut-larut.

3. Belajar Menenangkan Diri

Pada dasarnya terdapat berbagai cara untuk menenangkan diri, ketika kita sudah memahami betul hal yang menyebabkan kita merasa tertekan. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan aktivitas tertentu yang bisa menghilangkan stres, seperti berinteraksi dengan orang lain, bermain dengan peliharaan, mendengarkan musik ataupun menghabiskan waktu di ruang terbuka. Menyingirkan perasaan tertekan sejenak terbukti dapat mencegah peningkatan hormon kortisol secara terus menerus sekaligus merupakan cara yang efektif untuk mengatur stress.

Baca Juga: Hilangkan Stres 6 Cara Ini, Buat Diri Lebih Bahagia!

4. Makan Makanan Sehat

Stres biasanya memicu ngidam makan makanan manis dan berkalori tinggi. Namun ada baiknya hal tersebut dihindari. Asupan tinggi gula merupakan salah satu pemicu pemicu hormon kortisol, terutama jika kamu mengalami sindrom metabolik seperti mengalami obesitas. Sebagai gantinya cobalah konsumsi jenis asupan yang bermanfaat menurnkan kadar kortisol seperti coklat hitam, buah-buahan, teh hijau atau teh hitam, makanan kaya akan prebiotik dan probiotik serta air mineral. Selain itu konsumsi suplemen yang dapat membantu kerja otak seperti minyak ikan juga dapat membantu respon stress dan mengatasi peningkatan hormon kortisol.

5. Olahraga, Tapi Jangan Memaksakan Diri

Olahraga terlalu berat dapat meningkatkan hormon kortisol, terutama jika pada dasarnya kamu memang tidak rutin berolahraga. Meski demikian, respon hormon kortisol cenderung menurun seiring dengan adaptasi tubuh terhadap peningkatan aktivitas fisik. Itulah sebabnya jika kamu baru saja terbiasa berolahraga, pilih jenis olahraga yang ringan saja terlebih dulu.