Jaga Air Ketuban Tidak Pecah Dini dengan 5 Cara Tepat Ini

Menjaga air ketuban tidak pecah dini adalah salah satu hal yang perlu dilakukan ibu hamil menjelang persalinan. Kondisi ini terjadi ketika ketuban pecah sebelum minggu ke-37 kehamilan. Ketuban pecah dini atau preterm prelabour rupture of membranes (PPROM) diperkirakan terjadi pada 3 dari 100 kehamilan.

Jaga Air Ketuban Tidak Pecah Dini dengan 5 Cara Tepat Ini
Jaga Air Ketuban Tidak Pecah Dini dengan 5 Cara Tepat Ini
jasa backlink pbn

Menjaga air ketuban tidak pecah dini adalah salah satu hal yang perlu dilakukan ibu hamil menjelang persalinan. Kondisi ini terjadi ketika ketuban pecah sebelum minggu ke-37 kehamilan. Ketuban pecah dini atau preterm prelabour rupture of membranes (PPROM) diperkirakan terjadi pada 3 dari 100 kehamilan.

Penyebab ketuban pecah dini tidak diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang disinyalir dapat memicunya, yaitu infeksi pada organ reproduksi, kantung ketuban terlalu banyak meregang, merokok selama kehamilan, pernah menjalani operasi serviks, atau memiliki riwayat ketuban pecah sebelum waktunya.

Dilansir dari Sehatq.com, berikut 5 cara tepat menjaga air ketuban tidak pecah dini.

1. Rutin Melakukan Pemeriksaan Kehamilan

alah satu upaya penting dalam menjaga air ketuban tidak pecah dini adalah melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan.

Pemeriksaan tersebut memungkinkan kamu untuk memantau kondisi janin, air ketuban, maupun hal lainnya yang berkaitan dengan kehamilan kamu. Selain itu, masalah pada kehamilan juga dapat terdeteksi lebih awal jika kamu rutin memeriksakannya.

Idealnya, pemeriksaan kehamilan sebulan sekali namun dapat dilakukan minimal 4 kali selama hamil, yaitu 1 kali pada trimester satu, 1 kali pemeriksaan pada trimester kedua, dan 2 kali pemeriksaan pada trimester tiga.

Baca Juga: Hal yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil, Kenali 15 Komplikasi Kehamilan Ini

2. Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Cara lain untuk menjaga air ketuban agar tidak pecah sebelum waktunya adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Asupan ibu hamil sangatlah penting untuk diperhatikan.

Pastikan kamu memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan sehat lainnya. Jangan lupa pula untuk memenuhi kebutuhan cairan kamu supaya kualitas air ketuban tetap terjaga dan tubuh tidak dehidrasi.

3. Tidak Merokok

Ibu hamil tidak boleh merokok untuk menjaga air ketuban tidak pecah dini. Selain ketuban pecah terlalu cepat, merokok selama kehamilan juga dikaitkan dengan berbagai risiko berbahaya, seperti plasenta letak rendah, plasenta copot sebelum waktunya, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, atau cacat lahir.

Ibu hamil juga sebaiknya menghindari kontak langsung dengan perokok agar asap rokok tidak terhirup. Jika suami atau anggota keluarga lain dalam satu rumah ada yang merokok, ingatkan untuk tidak merokok di depan kamu.

Baca Juga: Berhentilah Merokok dan Dapatkan Manfaatnya

4. Menjaga Kebersihan Organ Intim

Infeksi pada organ intim dapat menimbulkan risiko ketuban pecah dini, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta kerusakan mata dan paru-paru pada bayi baru lahir. Pasalnya, area organ intim yang tidak bersih dapat menyebabkan kuman atau bakteri berkembang, bahkan hingga menyerang selaput ketuban.

Jadi, cara menjaga air ketuban agar tidak pecah adalah dengan membersihkan organ intim secara tepat. Setelah buang air kecil, pastikan kamu menyekanya dari depan ke belakang. Selain itu, gantilah celana dalam minimal dua kali sehari, terutama jika sudah terasa lembap.

5. Mengonsumsi Suplemen Vitamin C

Jika ibu hamil memiliki riwayat ketuban pecah dini, mengonsumsi suplemen vitamin C bisa menjadi cara mencegah masalah itu di kehamilan selanjutnya.

Suatu studi dalam Iranian Red Crescent Medical Journal pada tahun 2013 menyatakan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C setelah usia kehamilan 14 minggu dapat mencegah ketuban pecah dini pada ibu hamil dengan riwayat masalah tersebut sebelumnya.

Namun, pastikan kamu mendapat anjuran dokter dan tidak mengonsumsi suplemen vitamin C sembarangan.