Jamu, Minuman Warisan Indonesia Untuk Dunia

Jamu dikenal sebagai warisan budaya Indonesia. Jamu kini sudah diakui dunia sebagai minuman berkhasiat asli Indoesia. Jamu juga memiliki berbagai manfaat untuk tubuh. Berikut kita simak ulasannya.

Jamu, Minuman Warisan Indonesia Untuk Dunia
Jamu, Minuman Warisan Indonesia Untuk Dunia
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Jamu dikenal sebagai warisan budaya Indonesia. Jamu kini sudah diakui dunia sebagai minuman berkhasiat asli Indoesia. Jamu juga memiliki berbagai manfaat untuk tubuh. Berikut kita simak ulasannya.

Sebelum populernya obat, jamu menjadi andalan masyarakat Indonesia sebagai penambah imun dan vitalitas tubuh, bahkan sebagai obat untuk berbagai penyakit. Jamu juga menjadi minuman tradisional ciri khas Indonesia.

Sampai saat ini jamu menjadi satu diantara alternativ obat yang umum bagi sebagian besar warga Indonesia. Ada bermacam-macam jamu yang dikonsumsi, mulai dari serbuk sampai jamu segar atau jamu gendong.

Bahan jamu terbagi dalam beberapa kategori tanaman herbal seperti jahe, kunyit, lengkuas, temulawak, jumpa kunci, dan sebagainya.

Jamu, Minuman Warisan Indonesia Untuk Dunia

Indonesia memang dikenali mempunyai tanah yang kaya dan sanggup menghasilkan bermacam tanaman herbal. Pernyataan dunia akan rempah Nusantara sudah melewat perjalanan panjang, bahkan juga sejak periode penjajahan.

Jamu, Minuman Warisan Indonesia Untuk Dunia (foto; asset.kompas.com)

Jamu Sebagai Kekayaan Herbal Indonesia

Bangsa Eropa telah mencium manfaat jamu Indonesia semenjak era 18. Ramuannya memiliki kandungan nilai ekologis, pelestarian alam, kesehatan, adat, dan industri.

Tidak aneh jika mereka berminat untuk menggantikan peninggalan budaya yang sudah mengakar kuat dengan adat nenek moyang.

Dalam sebuah jurnal, ditulis jika aktivitas konsumsi jamu oleh warga Indonesia, terutama di Jawa, banyak ditemui sejak 1200 Masehi.

Hal ini ditunjukkan karena ada relief di Candi Borobudur yang memvisualisasikan konsumsi ramuan obat tradisional pada periode itu.

Penemuan artefak Cobek dan Ulekan atau alat tumbuk untuk membuat jamu jadi bukti penguat jika warga Nusantara telah menkonsumsi jamu sejak jaman Kerajaan Mataram.

Bersamaan perubahan jaman, kepopuleran ramuan tradisionil Indonesia sempat alami pengurangan dengan kehadiran pengetahuan kekinian yang masuk ke Tanah Air. Tetapi, di periode penjajahan Jepang sekitaran tahun 1940-an, reputasi racikan tanaman herbal Indonesia kembali ada ditambah dengan dibuatnya Komite Jamu Indonesia.

Baca Juga : 7 Ragam Olahan Teh Yang Nikmat Banget

Mencuplik dari situs Indonesia.go.id, di tahun 1974 sampai 1990 beragam perusahaan jamu banyak mulai berdiri dan semakin berkembang. Diselenggarakannya pembimbingan-pembinaan dan pemberian kontribusi dari Pemerintahan, membuat aktor industri jamu bisa tingkatkan kegiatan produksi mereka.

Bersamaan perubahan industri herbal Indonesia, di tahun 1976, Indonesia untuk pertamanya kali mendapatkan peluang ikut serta dalam Pameran Beberapa obat dan Perlengkapan Klinis yang diadakan di Berlin, Jerman. Pada pameran itu, Indonesia jadi salah satu negara yang sebagai wakil Asia.

Revolusi Industri, Jamu, dan Perusahaan Farmasi

Mencuplik dari informasi yang keluar di harian Kompas pada 1 Juli 1976, Drs. R Bambang Sutrisno yang saat itu memegang sebagai Direktorat Pemantauan Obat Tradisional Ditjen POM Depkes menjelaskan, tanaman obat tradisionil dan jamu Indonesia mendapatkan perhatian yang lumayan besar. Bahkan juga, keinginan akan jamu racikan dan jamu berwadah kapsul makin bertambah.

Sekarang, jamu masih disukai mayoritas warga Indonesia. Walau jamu gendong tak lagi terkenal, karena ada perubahan tehnologi beberapa praktisi industri herbal juga lakukan alih bentuk dengan memprosesnya jadi produk sachetan.

Tidak itu saja, untuk menggerakkan pendayagunaan jamu secara luas dalam masyarakat, di tahun 2015 Kementerian Kesehatan sudah mencanangkan Pergerakan Nasional Fit dengan Jamu (Gernas Bude Jamu) yang sampai saat ini selalu digaungkan.

Berikut adalah beberapa jenis olahan jamu yang populer di masyarakat Indonesia.

Jamu, Minuman Warisan Indonesia Untuk Dunia (foto; dmo.or.id)

Jamu Kunyit Asam

Kunyit atau Kunir asam telah lama dikenali sebagai jamu yang bermanfaat meredakan sakit saat haid. Jamu gendong ini dibuat dari kunyit, asam jawa, gula aren, air, dan sedikit garam. Kadang beberapa penjual jamu menambah air sirih saat menyuguhkan kunyit asam.

Manfaat Jamu Kunyit Asam

Memberi kesegaran tubuh
Mencegah panas dalam atau sariawan
Memperlancar haid dan menahan sakit saat haid
Mendinginkan perut

Baca Juga : 7 Merek Wine Produksi Bali Memiliki Rasa Mendunia

Jamu Beras Kencur

Jamu tipe ini ada selalu saat Anda membeli di penjual jamu gendong. Rasa beras kencur lebih manis dibanding jamu-jamu yang lain. Sama dengan namanya, bahan khusus saat membuat jamu beras kencur ialah beras dan kencur.

Selain dua bahan itu, beberapa bahan lain seperti asam jawa, jeruk nipis, gula kelapa, dan daun pandan dapat dipertambah.

Manfaat Jamu Beras Kencur

Menghilangkan pegal-pegal
Penyegar badan setelah bekerja
Melancarkan batuk
Menambah selera makan
Meredakan flu dan radang kerongkongan
Mengencangkan perut sesudah melahirkan
Memperlancar peredaran darah

Jamu Cabe Puyang

Tipe jamu tradisionil Indonesia setelah itu cabai puyang. Jamu ini mempunyai rasa pedas manis yang dari cabe jamu dan gula aren.

Manfaat Jamu Cabai Puyang 

Menghilangkan pegal-pegal
Menghilangkan dan menghindari kesemutan
Menurunkan demam
Sebagai obat menambah darah untuk pasien kurang darah atau anemia
Menurunkan ngilu otot
Menambahkan selera makan

Jamu Pahitan

Jamu ini disebut dengan pahitan karena rasanya yang pahit. Jamu tradisional ini dibuat dari daun sambiloto, asam jawa, brotowali, temulawak, sampai lempuyang

Manfaat Jamu Pahitan

Mengurangi gatal-gatal
Menangani kencing manis
Menghilangkan bau tubuh
Menurunkan kolesterol
Meredakan perut kembung
Mengurangi pegal
Meredakan pusing
Melangsingkan badan

Jamu Sirih Kunci

Selain kunyit asam, sirih kunci sebagai jamu yang cocok dimakan untuk wanita. Jamu ini dibuat dari rimpang kunci dan daun sirih, ditambahkan berbahan lain seperti asam jawa dan kunyit.

Manfaat Jamu Sirih kunci 

Menyembuhkan keputihan
Hilangkan berbau tubuh
Memperkecil perut
Memperkuat tulang dan gigi

Jamu Uyup-uyup

Jamu uyup-uyup atau gepyokan mempunyai macam bahan baku yang lain bergantung dengan penjualnya.

Tetapi ada banyak bahan seperti daun katu dan beragam rempah-rempah seperti kunyit dan temulawak yang selalu dipakai untuk membikin uyu-uyup.

Manfaat Jamu Uyup-uyup

Meningkatkan produksi air susu ibu.
Menghilangkan bau tubuh
Mendinginkan perut
Memberi kesegaran tubuh

Baca Juga : Resep Ayam Kentucky Rumahan Yang Praktis dan Ekonomis

Jamu sinom

Sinom dalam Bahasa Jawa dapat disimpulkan dengan sirep tanpa nampa yang maknanya diam tanpa minta apapun. Jamu tradisionil ini mempunyai rasa yang manis. Jamu gendong ini dibikin dari daun sinom atau daun asam.

Selain bahan itu, rempah-rempah seperti kayu manis dan kunyit dipertambah untuk membikin jamu sinom ini.

Manfaat Jamu Sinom

Menghilangkan rasa pahit sesudah minum jamu pahit
Menurunkan panas dalam
Menurunkan sariawan
Memperlancar pencernaan

Nah itu tadi ulasan mengenai Jamu, Minuman Warisan Indonesia Untuk Dunia. Banyak orang luar negri bahkan mengkonsumsi jamu sebagai minuman untuk diet dan menambah imunitas tubuh. 

Kalian bisa juga membaca artikel lain tentang nasi goreng, resep ayam kentucky, dan makanan tradisional di halaman utama. Selamat membaca!