Jangan Kekurangan Vitamin, Ini Gejala Jika Tubuh Kekurangan Vitamin

Kita perlu mendapatkan asupan vitamin dari makanan atau suplemen, karena tubuh tidak mampu membentuk vitamin. Meskipun kebutuhannya kecil, kekurangan vitamin bisa menimbulkan gejala yang mengganggu hingga masalah kesehatan yang serius.

Jangan Kekurangan Vitamin, Ini Gejala Jika Tubuh Kekurangan Vitamin
Jangan Kekurangan Vitamin, Ini Gejala Jika Tubuh Kekurangan Vitamin
jasa backlink pbn

Kita perlu mendapatkan asupan vitamin dari makanan atau suplemen, karena tubuh tidak mampu membentuk vitamin. Meskipun kebutuhannya kecil, kekurangan vitamin bisa menimbulkan gejala yang mengganggu hingga masalah kesehatan yang serius.

Kekurangan vitamin adalah salah satu masalah gizi yang paling umum di seluruh dunia. Kondisi yang juga disebut sebagai defisiensi vitamin atau avitaminosis ini terjadi apabila tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin sesuai kebutuhannya.

Masalah gizi yang satu ini dapat menimpa semua orang dari tiap kelompok usia. Namun, yang paling berisiko yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Hal ini disebabkan karena kebutuhan gizi mereka lebih besar dibandingkan kelompok lainnya.

Dilansir dari Hellosehat.com, berikut gejala kekurangan vitamin sesuai jenisnya.

1. Kekurangan vitamin A

Vitamin A paling dikenal dengan manfaatnya untuk menjaga kesehatan mata. Padahal, tubuh sebenarnya juga membutuhkan vitamin ini untuk mendukung fungsi sistem imun dan menjaga kesehatan kulit.

Berikut merupakan gejala umum dari defisiensi vitamin A.

  • Rabun senja akibat kurangnya pigmen cahaya yang disebut rodopsin.
  • Xerophthalmia, yakni penebalan konjungtiva dan kornea mata.
  • Keratomalasia, yakni kondisi ketika kornea terkikis atau terluka.
  • Munculnya bintik-bintik keratin pada mata sehingga penglihatan menjadi kabur.
  • Mata kering akibat menurunnya produksi air mata.
  • Penyembuhan luka menjadi lebih lambat.
  • Munculnya jerawat dan breakout.

2. Kekurangan vitamin D

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Asupan vitamin D yang memadai juga berperan dalam menjaga fungsi sistem imun, sistem saraf, dan otot. Ini sebabnya kamu perlu memenuhi kebutuhan vitamin D dari makanan yang menjadi sumbernya.

Defisiensi vitamin D dapat menimbulkan beragam gejala berupa:

  • badan mudah lelah atau nyeri tanpa sebab yang jelas,
  • tekanan darah tinggi,
  • otot kram, lemah, atau nyeri,
  • nyeri tulang, serta
  • perubahan mood yang cukup drastis.

Baca Juga: 4 Manfaat Vitamin D untuk Kesehatan

3. Kekurangan vitamin E

Vitamin E merupakan zat gizi mikro sekaligus antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Avitaminosis E sangat langka pada orang yang sehat. Kondisi ini biasanya diawali dengan penyakit yang mengganggu pencernaan atau penyerapan lemak.

Begitu seseorang mengalami defisiensi vitamin E, gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • munculnya rasa menggelitik pada lengan atau kaki,
  • gangguan gerak tubuh,
  • mudah terkena penyakit infeksi,
  • lemah otot, dan
  • gangguan penglihatan.

4. Kekurangan vitamin K

Fungsi utama vitamin K yakni membantu proses pembekuan darah. Defisiensi vitamin ini langka pada orang yang sehat. Akan tetapi, risikonya meningkat pada orang yang rutin meminum obat pengencer darah atau mengalami gangguan penyerapan lemak.

Kekurangan vitamin K umumnya memiliki ciri sebagai berikut.

  • Badan mudah memar.
  • Terbentuk gumpalan darah kecil di bawah kuku.
  • Feses berwarna hitam dan terkadang bercampur darah.
  • Terjadi perdarahan pada jaringan yang melapisi bagian dalam tubuh.

Baca Juga: 9 Jenis Vitamin B dan Manfaatnya bagi Kesehatan

5. Kekurangan vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks meliputi delapan jenis vitamin B dengan fungsinya masing-masing. Secara umum, kelompok vitamin ini berperan dalam fungsi saraf, pembentukan energi, peredaran darah, dan perkembangan sel.

Defisiensi vitamin B kompleks dapat menimbulkan gejala berupa:

  • badan lesu,
  • lemah otot,
  • munculnya rasa geli pada kaki dan tangan,
  • gangguan keseimbangan,
  • mudah terserang penyakit,
  • kulit kasar dan kering,
  • munculnya luka pada ujung bibir, serta
  • perubahan warna kulit, rambut, atau kuku.

6. Kekurangan vitamin C

Vitamin C rupanya bukan sekadar zat gizi yang dapat mencegah sariawan. Vitamin ini juga membantu melindungi sel tubuh, membantu penyembuhan luka, serta menjaga kesehatan kulit, tulang, pembuluh darah, dan tulang rawan.

Kekurangan vitamin C biasanya menimbulkan tanda-tanda di bawah ini.

  • Kulit kering, kusam, atau tampak rusak.
  • Kuku tampak seperti sendok.
  • Badan mudah memar.
  • Sendi terasa nyeri dan bengkak.
  • Luka sembuh lebih lama.
  • Gusi berdarah dan gigi goyang.
  • Mudah terserang penyakit.
  • Badan lesu dan mood buruk.

Kondisi avitaminosis dapat berdampak serius. Pada kelompok tertentu, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang bahaya. Salah satu cara mencegahnya yakni dengan mengikuti pola makan gizi seimbang.

Makanan yang beraneka ragam akan memberikan tubuh kamu asupan vitamin yang berbeda-beda. Dengan cara ini, risiko untuk mengalami defisiensi vitamin dapat diperkecil.