Jangan Sepelekan! Mengonsumsi Alkohol akan Langsung Berdampak bagi Tubuh

Salah satu zat yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia adalah alkohol. Bahaya fatal mungkin tidak akan timbul saat minum miras sedikit saja. Namun, sejak awal meminumnya, sejumlah efek akan dirasakan tubuh.

Jangan Sepelekan! Mengonsumsi Alkohol akan Langsung Berdampak bagi Tubuh
Jangan Sepelekan! Mengonsumsi Alkohol akan Langsung Berdampak bagi Tubuh
jasa backlink pbn

Salah satu zat yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia adalah alkohol. Bahaya fatal mungkin tidak akan timbul saat minum miras sedikit saja. Namun, sejak awal meminumnya, sejumlah efek akan dirasakan tubuh.

Alkohol memengaruhi tubuh dengan banyak cara. Beberapa efek alkohol pada tubuh bisa bersifat langsung dan mungkin hanya bertahan bentar. Sementara beberapa efek lainnya mungkin tidak begitu tampak secara langsung.

Dilansir dari Hellosehat.com, berikut 8 bahaya mengonsumsi alcohol bagi kesehatan.

1. Jantung Berdebar Tidak Teratur

Beberapa orang merasakan jantung berdebar tidak teratur setelah minum alkohol. Alkohol memang dapat memberikan pengaruh pada jantung. Bila kamu terus melanjutkan kebiasaan minum alkohol, maka risiko kamu mengalami atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung dapat meningkat.

2. Koordinasi Tubuh Terganggu

Kamu tentu mengetahui adanya larangan mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Zat alkohol bisa mengganggu kemampuan koordinasi antara visual otak dan kendali otot-otot pada tubuh.

Alkohol juga bisa melemahkan pandangan yang dikendalikan otak serta mengganggu kontrol bagian tubuh mana yang ingin digerakkan. Kondisi ini bisa membahayakan nyawa bila kamu tetap nekat mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Baca Juga: 4 Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan

3. Mual dan Muntah

Efek ini adalah salah satu yang paling sering terjadi setelah kamu minum alkohol. Saat kamu mengonsumsi alkohol, enzim di dalam hati mulai bekerja memecah zat dengan kecepatan sekitar satu gelas per jam.

Selama proses ini berlangsung, zat alkohol dipecah menjadi asetaldehida. Bila kadar asetaldehida menjadi terlalu tinggi, organ hati tidak akan mampu menampungnya. Akibatnya, hati akan bereaksi dengan membuat kamu muntah untuk mengeluarkan kelebihan alkohol.

4. Wajah Memerah

Alkohol juga bisa membuat wajah kamu tampak merah merona. Seringnya, efek ini muncul karena tubuh kesulitan dalam mencerna alkohol sepenuhnya.

Pada orang-orang yang sensitif dengan alkohol, mereka memiliki versi gen aldehid dehidrogenase 2 (ALDH2) yang salah. ALDH2 adalah enzim yang berfungsi untuk memecah zat asetaldehida dalam alkohol. Ini membuat asetaldehida menumpuk dalam tubuh dan menimbulkan semburat merah pada wajah saat sedang mengonsumsi alkohol.

5. Perubahan Suasana Hati

Alkohol dapat menjadi depresan yang memengaruhi tingkat hormon yang mengatur kebahagiaan dalam otak seperti serotonin dan dopamin. Karena alasan ini, kamu tak perlu heran jika di hari berikutnya kamu merasa cemas dan sedih, meski malam sebelumnya alkohol membuat kamu merasa sangat bergairah.

6. Perubahan Suhu Tubuh

Pernahkah kamu merasa badan jadi hangat setelah minum alkohol? Ya, alkohol memperlebar pembuluh darah dan membuat aliran darah ke kulit jadi lebih lancar. Hal ini membuat kulit kamu memerah dan terasa hangat.

Namun, efek ini tidak bertahan lama. Panas dari aliran darah tersebut langsung keluar dari tubuh kamu. Begitu proses ini berakhir, suhu tubuh kamu akan kembali menurun.

Baca Juga: 9 Bahaya Merokok untuk Kesehatan

7. Bicara Cadel dan Meracau

Tak lama setelah minum alkohol, kamu jadi lebih santai, ingin bersosialisasi, dan mungkin juga jadi lebih banyak bicara. Bila kamu terus minum setelahnya, kamu akan mulai kesulitan membentuk kata-kata dan berbicara tidak jelas.

Alkohol dapat memengaruhi jumlah asam gamma-aminobutyric (GABA) di otak. Bila asam ini terlalu tinggi, kemampuan otak dalam memproses informasi yang dikirim dari tubuh akan terganggu. Alhasil, kamu akan bicara meracau.

8. Sering Buang Air Kecil

Setiap harinya, otak mengeluarkan hormon yang mengatur ginjal agar tidak menghasilkan terlalu banyak urine. Namun, konsumsi alkohol dapat menunda proses ini.

Akibatnya, kamu jadi lebih sering buang air kecil dan membuat kamu dehidrasi. Bila kebiasaan ini terus terjadi, bukan tidak mungkin efek racun alkohol serta beban kerja yang lebih ekstra akan melemahkan ginjal kamu.

Penting untuk dipahami bahwa tingkat keparahan efek jangka pendek alkohol pada tubuh biasanya tergantung pada seberapa banyak seseorang meminumnya. Faktor lain seperti jenis alkohol, asupan cairan tubuh, serta makanan yang dikonsumsi sebelum minum alkohol juga memengaruhi seberapa parah efek yang ditimbulkan.