Ketua MK Didesak Mundur Melalui Petisi Usai Nikah dengan Adik Jokowi

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman didesak Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) agar mundur dari jabatannya usai menikah dengan adik Presiden Jokowi, Idayati dengan membuat petisi online.

Ketua MK Didesak Mundur Melalui Petisi Usai Nikah dengan Adik Jokowi
Ketua MK Didesak Mundur Melalui Petisi Usai Nikah dengan Adik Jokowi
jasa backlink pbn

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman didesak Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) agar mundur dari jabatannya usai menikah dengan adik Presiden Jokowi, Idayati dengan membuat petisi online.

Dalam petisinya di change.org, Ketua PBHI Julius Ibrani mengatakan Anwar lebih baik mundur demi menghindari konflik kepentingan karena telah memiliki hubungan semenda (keluarga) dengan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Setelah Ritual Kendi Nusantara, Ajakan Tandatangani Petisi Setop Pemindahan IKN Kembali Viral

"Dukung dan sebar petisi #AnwarUsmanHarusMundur ya teman-teman. Jangan sampai marwah & integritas Mahkamah Konstitusi rusak karena konflik kepentingan ketuanya," kata Julius dalam petisi tersebut, Kamis (2/6).

Julius menyinggung Pasal 17 ayat (4) UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yang menyatakan ketua majelis hakim, hakim anggota, jaksa, maupun panitera harus mundur apabila memiliki hubungan darah, semenda, hingga derajat ketiga dengan pihak yang diadili atau advokat.

Hubungan semenda Anwar Usman dengan Jokowi juga dinilai telah melanggar Peraturan MK RI No. 09/PMK/2006 tentang Pemberlakuan Deklarasi Kode Etik dan Perilaku Hakim Konstitusi. Hal itu berkaitan dengan prinsip independensi, ketakberpihakan, serta kepantasan dan kesopanan.

Baca Juga: Nikita Mirzani Kembali Menjadi Perbincangan, Petisi Pemboikotannya Trending di Twitter

Ketua MK Anwar Usman menikah dengan adik dari Presiden Jokowi, Idayati di Solo pada 26 Mei lalu. Pernikahan mereka menjadi sorotan lantaran Anwar Usman masih menjabat sebagai Ketua MK.

Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono menjelaskan bahwa pernikahan Anwar Usman dan Idayati merupakan urusan pribadi. Dia enggan menanggapi kecurigaan publik terhadap independensi ke depannya.