Lukas Enembe Mengaku Masih Pemulihan Kesehatan dan Klaim Tak Akan Larikan Diri Usai Jadi Tersangka KPK

Gubernur Papua, Lukas Enembe yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh KPK itu, kini masih menjalani proses pemulihan kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Lukas Enembe, Muhammad Rifai Darus.

Lukas Enembe Mengaku Masih Pemulihan Kesehatan dan Klaim Tak Akan Larikan Diri Usai Jadi Tersangka KPK
Lukas Enembe Mengaku Masih Pemulihan Kesehatan dan Klaim Tak Akan Larikan Diri Usai Jadi Tersangka KPK
jasa backlink pbn

Gubernur Papua, Lukas Enembe yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi oleh KPK itu, kini masih menjalani proses pemulihan kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Lukas Enembe, Muhammad Rifai Darus.

"Saat ini Gubernur Lukas Enembe masih menjalani proses pemulihan kesehatan yang sudah berlangsung sejak tahun lalu," kata Rifai dikutip dari Suara.com.

Menurut Rifai, Lukas Enembe meminta kepada seluruh pihak untuk bisa menghargai atas apa yang tengah ia jalani saat ini. Lukas Enembe juga merasa memilik hak sebagai warga negara untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya sesuai dengan Pasal 28A UUD NRI Tahun 1945.

Baca Juga: Gubernur Lukas Enembe Terjerat Dugaan Kasus Korupsi

Di samping itu, Lukas Enembe, dikatakan Rifai, terus mengedepankan sikap kooperatif terkait kasus hukum yang dituduhkan terhadapnya. Rifai mengklaim kalau Lukas Enembe bakal patuh serta taat terhadap asas hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengimbau Gubernur Papua Lukas Enembe penuhi panggilan pemeriksaan oleh KPK. Diketahui, KPK telah menetapkan Lukas sebagai tersangka dugaan kasus korupsi.

Mahfud menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Papua Lukas Enembe dan tengah diselidiki oleh KPK bukanlah rekayasa politik.

"Kasus Lukas Enembe bukan rekayasa politik. Tidak ada kaitannya dengan parpol (partai politik) atau pejabat tertentu, tetapi merupakan temuan dan fakta hukum," kata Mahfud dalam keterangan pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (19/9/2022) dikutip dari Suara.com.

Ia juga menekankan bahwa kasus Lukas Enembe ini telah diselidiki oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) jauh sebelum mendekati tahun politik 2024 seperti sekarang.

Bahkan, lanjut Mahfud, dia pada 19 Mei tahun 2021 telah mengumumkan adanya 10 korupsi besar di Papua yang di dalamnya termasuk kasus Lukas Enembe. Karena itu, Mahfud mengimbau agar Lukas Enembe segera memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan oleh KPK.

"Menurut saya, jika dipanggil KPK datang saja. Kalau tidak cukup bukti, kami jamin dilepas dan dihentikan. Tapi, kalau cukup bukti harus bertanggung jawab karena kita bersepakat membangun Papua bersih dan damai sebagai bagian dari program pembangunan NKRI," jelas Mahfud.

Baca Juga: Buronan Koruptor, Surya Darmadi Dijemput Kejagung, Korupsi Hingga 78 Triliun

Imbauan serupa juga disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Ia mengimbau Lukas Enembe beserta penasihat hukumnya bisa memenuhi panggilan pemeriksaan dari KPK.

"Kami akan melakukan pemanggilan kembali. Mohon Pak Lukas dan penasihat hukumnya untuk hadir di KPK ataupun ingin diperiksa di Jayapura," kata Alex.

Ia juga meminta agar Lukas Enembe dan Pemerintah Provinsi Papua menenangkan masyarakat di sana. Alex menegaskan pihaknya akan senantiasa menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah dalam penyidikan kasus dugaan korupsi.