8 makanan instan yang pas untuk traveling

Saat traveling, terkadang kita suka lupa untuk sarapan atau sekedar makan siang. Mengejar waktu yang mepet, tiba-tiba terjebak antrian tiket, sampai lupa mengisi perut. Makanan instan agaknya menjadi salah satu barang wajib yang dibawa saat mepet, selain praktis, makanan ringan mudah untuk ditemukan. Nah berikut ini 8 makanan instan yang pas untuk traveling.

8 makanan instan yang pas untuk traveling
8 makanan instan yang pas untuk traveling
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Saat traveling, terkadang kita suka lupa untuk sarapan atau sekedar makan siang. Mengejar waktu yang mepet, tiba-tiba terjebak antrian tiket, sampai lupa mengisi perut. Makanan instan agaknya menjadi salah satu barang wajib yang dibawa saat mepet, selain praktis, makanan ringan mudah untuk ditemukan. Nah berikut ini 8 makanan instan yang pas untuk traveling.

1. Onigiri

Onigiri adalah nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segitiga, bulat, atau seperti karung beras. Dikenal juga dengan nama lain omusubi, istilah yang kabarnya digunakan oleh kalangan wanita di istana kaisar untuk menyebut onigiri. Onigiri dimakan dengan tangan, tidak memakai sumpit.

Menurut catatan buku harian Murasaki Shikibu Nikki dari Murasaki Shikibu pada abad ke-11 ditulis tentang orang yang memakan bola-bola nasi. Pada waktu itu, onigiri disebut dengan istilah tonjiki dan sering disantap pada saat piknik makan siang.

Pada tahun 1987 butiran nasi yang terkarbonisasi peninggalan zaman Yayoi dari penemuan arkeologi yang dilakukan di Prefektur Ishikawa. Dari nasi berbentuk onigiri yang sudah terkarbonisasi tersebut ditemukan sisa bekas penekanan jari tangan manusia. Selain itu, nasi yang dibentuk mirip onigiri juga ditemukan di situs Prefektur Kanagawa.

Onigiri adalah salah satu jenis makanan tradisional Jepang yang pasti pernah memakannya, berupa nasi yang dikepal dan dipadatkan. Onigiri merupakan makanan yang dijadikan bekal bagi para prajurit ataupun dulu, saat ini, makanan ini menjadi satu jenis makanan yang tidak bisa dilewatkan untuk orang Jepang, baik saat sedang terburu-buru, saat perut merasa sedikit lapar dan butuh makanan pengisi dengan porsi ringan .

Sejarahnya onigiri pertama kali dibuat pada tahun 1987 tepatnya pada jaman Yayoi (zaman dalam pembagian periode sejarah Jepang pada abad ke-8 sebelum Masehi sampai abad ke-3 Masehi).

Dahulu kalangan wanita di istana kaisar menyebut Onigiri dengan nama lain Omusubi. Beberapa jenis onigiri yang bisa kamu temui yaitu onigiri shio musubi, gomashio, onigirazu, dan yaki onigiri.


2. Mie Instan

Mie instan diciptakan oleh Momofuku Ando pada tahun 1958, yang kemudian mendirikan perusahaan Nissin dan memproduksi produk mie instan pertama di dunia Chicken Ramen (ramen adalah sejenis mie Jepang) yang dibumbui dengan ayam. Tonggak sejarah lain terjadi pada tahun 1971 ketika Nissin memperkenalkan mie dalam gelas bermerek Cup Noodle.

Orang yang membantu pembuatan mie instan itu bukanlah warga negara Jepang, melainkan seorang pengusaha Taiwan, Momofuku Ando. Sekitar sepuluh tahun setelah Perang Dunia II, Kementerian Pertanian Jepang menghubungi pria bernama asli Wu Pai Fu.

Mi instan pertama yang dibuatnya diberi nama “Chicken Ramen”. Saat itu, ia membuatnya dengan cara mengeringkan mi yang sudah dikukus dan diberi bumbu. Setelah itu, Ando membuat sistem produksi massalnya.


3. Roti sobek

Roti sobek merupakan salah satu jenis roti yang memiliki tekstur lembut, empuk dengan rasa yang manis. Mengapa roti ini disebut roti sobek, karena jenis roti sobek ini sangat mudah dirobek sehingga yang ingin dinikmati cukup sobek per bagiannya saja. Variasi roti sobek sangat beragam, mulai dari roti sobek hingga keju, coklat, strawberry, bluberry, meses dan masih banyak lagi. Roti jenis ini cocok dinikmati sebagai sarapan dengan secangkir teh atau kopi. Saat santai, sangat cocok menikmati roti sobek. Makanan ini bisa membuat perut kenyang, sehingga tak heran jika roti sobek sering dijadikan obat sakit perut saat bepergian.

Roti adalah makanan olahan tertua di dunia. Sekitar 10.000 SM, dengan munculnya era Neolitikum dan perkembangan pertanian, biji-bijian menjadi bahan utama roti. Biji ragi belum diketahui, sehingga adonan mengembang secara alami, tanpa banyak campur tangan manusia.

Tidak ada yang bisa menolak kelezatan dan kelembutan roti sobek. Baik anak kecil maupun orang tua sangat senang memakan roti ini. Apalagi bagi Anda yang sibuk dan belum sempat makan, roti sobek paling cocok untuk perut kosong.

Di Jepang, roti sobek dikenal sebagai roti susu Jepang. Roti sobek memiliki tekstur yang tebal, lembut, bulat, dan lembut saat dimakan. Nama sobek dikenal karena cara makannya biasanya 'sobek'. Roti ini juga bisa dibuat agar tidak mudah rusak.

Tak hanya rasa original yang ada, seiring berjalannya waktu, berbagai model, isian, dan taburan roti sobek pun bermunculan. Mulai dari keju, sosis, pandan, kopi, dan lainnya. Sedangkan kebanyakan anak biasanya menyukai rasa manis, isi roti sobek dan taburan coklat. Saat dimakan, cokelat akan meleleh di mulut Anda.

4. Sosis

Sejarah sosis dapat ditelusuri kembali ke 3.500 tahun yang lalu di zaman Babilonia kuno. Saat itu, beberapa tukang daging menemukan salah satu cara mengolah daging cincang agar lebih awet. Caranya adalah dengan mencampurkan daging cincang dengan berbagai bumbu. Selanjutnya, campuran daging tersebut kemudian dimasukkan ke dalam casing sosis yang terbuat dari usus hewan yang telah dibersihkan. Pedagang kemudian mengolahnya dengan cara direbus atau dipanggang.

Namun, beberapa sumber lain menyatakan bahwa sosis juga sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Saat itu, orang Yunani menyebut sosis orya. Cara pembuatan orya kurang lebih sama dengan pembuatan sosis yang dilakukan oleh orang Babilonia. Namun, asal kata “sosis” yang berarti sosis dalam bahasa Inggris sebenarnya berasal dari zaman Romawi Kuno. Kata ini berasal dari kata "saisus". Dalam bahasa Latin, "saisus" berarti "acar". Hal ini mengacu pada proses pembuatan sosis daging yang memang mencampurkan berbagai bumbu ke dalamnya. Kata tersebut kemudian diadopsi oleh orang Amerika dan Belanda menjadi "sosis" dan "sausaij".

Sosis adalah makanan yang terbuat dari daging cincang, lemak hewan, ternak dan rempah-rempah, serta bahan lainnya. Sosis pada umumnya dibungkus dengan pembungkus yang secara tradisional menggunakan usus hewan, namun sekarang sering menggunakan bahan sintetis, serta diawetkan dengan beberapa cara, misalnya dengan pengasapan. Pembuatan sosis merupakan salah satu teknik produksi dan pengawetan pangan yang telah dilakukan sejak lama. Di banyak negara, sosis adalah topping populer untuk pizza. Sosis terdiri dari berbagai jenis, ada sosis mentah dan juga sosis matang.

5. Yoghurt

Yogurt (dari bahasa Turki: yo─čurt) juga dieja yoghurt, yoghurt atau yoghurt adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yogurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk ekstrak kedelai. Produksi modern sekarang didominasi oleh susu sapi. Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma yang khas pada yoghurt. Yogurt tersedia dalam berbagai rasa, rasa alami, rasa buah, rasa vanila, atau rasa coklat yang juga populer.

sejak awal abad 19 manfaat yoghurt telah dibuktikan secara ilmiah oleh Ilya Metchnikoff, seorang ilmuwan Rusia yang bekerja di Pasteur Institute, Paris. Metchnikoff menemukan bahwa orang Bulgaria yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi yogurt (susu fermentasi) tetap sehat di usia tua.

Yoghurt memiliki banyak manfaat kesehatan, tetapi itu tergantung pada jenis dan bahan khusus yogurt. Namun berikut ini beberapa kandungan dalam yoghurt yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Probiotik Secara umum, sebagian besar jenis yogurt mengandung probiotik atau bakteri aktif baik yang hidup di dalam yogurt. Meski masih dilakukan penelitian mengenai kandungannya, namun ada bukti bahwa probiotik dapat membantu masalah pencernaan dan menjaga kesehatan saluran pencernaan. Selain itu, menurut WebMD, probiotik telah ditemukan untuk membantu diare, sembelit, intoleransi laktosa, penyakit radang usus (IBD), kanker usus besar dan infeksi H. pylori.

Yogurt juga kaya akan protein lengkap dengan kandungan nutrisi yang sama seperti pada makanan olahan susu lainnya, yaitu kaya akan kalsium, yang penting untuk membangun dan menjaga kesehatan gigi dan tulang. Selain itu, mengkonsumsi makanan tinggi kalsium dapat membantu melindungi Anda dari osteoporosis. Karena kalsium bekerja paling baik bila dikombinasikan dengan vitamin D, terutama jika Anda mengonsumsi yogurt yang diperkaya dengan vitamin D. Selain bayam, yogurt juga kaya akan vitamin B seperti B12 dan riboflavin, yang dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung.

6. Abon

Abon berasal dari Cina, dan pada awal pembuatannya digunakan sebagai topping dan isian berbagai masakan seperti roti, bakpao, bubur, nasi dan juga sebagai snack. Abon adalah salah satu bahan makanan yang paling populer dalam masakan Cina di Indonesia.

Abon adalah makanan yang terbuat dari serat daging hewan. Penampilannya biasanya berwarna coklat muda hingga kehitaman karena kecap. Abon terlihat seperti serat kapas, karena didominasi oleh serat otot kering yang dipilin. Karena kering dan hampir tidak memiliki sisa kandungan air, shredder biasanya disimpan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dalam kemasan kedap udara.

Selain dibuat dari bahan dasar daging (sapi, kambing, kuda, babi, dan domba), ada beberapa mesin pencacah yang pembuatannya menggunakan bahan dasar dari seafood, seperti tuna, lele, cod, belut, kepiting dan udang. umumnya abon berwarna coklat atau kehitaman karena proses penggorengan. Teksturnya berserat karena terbuat dari serat yang dibumbui kemudian digoreng kering. Kandungan minyak abon dikeringkan dengan cara diperas, diperas, atau dipanaskan sebentar di dalam oven sampai benar-benar kering.

Abon biasanya dimakan sebagai lauk tabur di atas nasi, mie pangsit atau bubur ayam, atau sebagai isian lemper dan biasanya dimakan langsung seperti makan atau mengonsumsi makanan ringan (jajanan). Di Indonesia, daging yang biasa digunakan untuk membuat abon berasal dari daging sapi, sehingga orang mengenal 'abon'. Selain daging sapi, bahan lain yang digunakan adalah ayam, babi, ikan, kuda, dan kambing.

7. Makanan Kaleng

Pengawetan makanan sudah ada sejak 12.000 SM. Menurut National Center for Home Food Preservation, pengawetan makanan pertama kali dilakukan sejak 12.000 SM. Saat itu, orang Amerika mencoba mengawetkan makanan dengan cara mengeringkan, memanggang, mengasinkan, atau mengasinkan makanan. Sayangnya, semua proses ini kurang berhasil. Salah satu penyebabnya adalah karena makanan yang diawetkan lebih sering kehilangan rasa aslinya dan cenderung memiliki rasa yang aneh.

Suatu hari di tahun 1795, Napoleon menawarkan hadiah sebesar 12.000 franc kepada siapa saja yang berhasil menemukan cara terbaik untuk mengawetkan makanan bagi tentara militer. Akhirnya, seorang pria bernama Nicola Appert memberikan ide untuk mengemas makanan ke dalam botol kaca, menutup botol dengan gabus, kawat, dan lilin penyegel kemudian merebusnya selama 12 jam. Sejak itu, proses mengawetkan makanan dengan panas disebut "apertisasi". Pada tahun 1804, Nicola Appert bereksperimen dengan mengawetkan makanan dalam kaleng tertutup rapat dan kemudian diamati selama berbulan-bulan. Akhirnya, pada tahun 1810, Nicola Appert secara resmi menerbitkan metode pengawetan. Uniknya, makanan kaleng ini akhirnya populer sebelum pembuka kaleng dibuat. Saat itu, kaleng makanan hanya dibuka dengan cara ditusuk dengan pisau oleh prajurit TNI.

Teknik pengawetan makanan dalam kaleng akhirnya mulai berkembang sejak kematian Nicola Appert pada tahun 1841. Sebelum kematiannya, ternyata ia telah meninggalkan sejarah pengawetan makanan. Sejak itu, banyak produsen makanan meniru cara Nicola Appert.

Saat ini sudah banyak makanan kaleng yang praktis mulai dari sarden, gudeg, rendang, dan masih banyak lagi yang bisa Anda pilih sesuai selera. Mudah bukan!

8. Bubur Instan

Bubur merupakan salah satu makanan tradisional yang hadir dan populer di hampir setiap daerah di Indonesia, beberapa varian bubur yang populer antara lain bubur ayam Jakarta, bubur ayam sukabumi, bubur daging krawu Gresik, bubur madura manggul, bubur Manado, dan bubur sumsum Jawa.

Bubur terus berkembang sebagai salah satu kuliner yang cukup populer dan banyak disukai oleh berbagai kalangan di Indonesia. Dengan sentuhan kreativitas, varian bubur pun terus berkembang. Bubur selalu setia hadir untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari upacara adat, identitas daerah, hingga makanan sehari-hari karena sekarang bubur begitu mudah didapatkan, baik bubur instan dengan pilihan rasa mulai dari manis, asin, dan gurih, juga lengkap dengan kerupuk.

Bubur adalah menu sarapan yang rendah kalori jika dibandingkan dengan nasi goreng, nasi kuning, atau nasi uduk. Hal ini dikarenakan bubur hanya menggunakan sedikit nasi untuk menghasilkan bubur yang banyak. Jadi, semangkuk bubur umumnya hanya memiliki sekitar 138 kalori.

Saat ini ada banyak sekali jenis makanan instan yang bisa masuk dalam daftar list kamu. Nah itu dia 8 makanan instan yang pas untuk traveling. Makanan favorit kamu yang mana nih?.