Manfaat dan Bahaya Mie Instan untuk Kesehatan

Manfaat mie instan jika dikonsumsi dengan wajar bisa kamu dapatkan dari kandungan vitamin dan mineralnya. Sayangnya, risiko bahaya mie instan lebih mengintai daripada manfaatnya.

Manfaat dan Bahaya Mie Instan untuk Kesehatan
Manfaat dan Bahaya Mie Instan untuk Kesehatan
jasa backlink pbn

Rasanya memang sulit menolak godaan semangkuk mie instan goreng atau kuah di sore hari. Saat perut keroncongan di tengah malam pun, mie instan akan datang memanggil dari balik lemari dapur kamu. Kerap menjadi musuh orang-orang, apakah mungkin ada manfaat mie instan untuk tubuh?

Dilansir dari Sehatq.com, berikut manfaat dan bahaya mie instan untuk kesehatan.

Baca Juga: 5 Manfaat Bunga Telang untuk Kesehatan

Manfaat Mie Instan untuk Tubuh

Mungkin manfaat mie instan yang bisa dipetik adalah kandungan nutrisi mikronya, yakni beragam vitamin dan mineral. Kandungan vitamin dan mineral biasanya sudah tercantum di tabel informasi nilai gizi kemasan produk sehingga perlu kamu pertimbangkan jika memang ingin makan mie instan sesekali.

Misalnya, salah satu produk mie instan di Indonesia mengandung vitamin dan mineral berikut ini:

  • Vitamin A
  • Vitamin B1
  • Vitamin B6
  • Vitamin B12
  • Vitamin B3
  • Vitamin B9
  • Vitamin B5
  • Zat besi

Sebuah riset dalam American Journal of Clinical Nutrition bahkan melaporkan, konsumsi mie dan susu yang diperkaya zat besi dapat mengurangi risiko anemia pada anak-anak. Anemia bisa terjadi karena asupan zat besi yang rendah pada pasiennya.

Walau temuan ini menarik, kandungan vitamin dan mineral tersebut boleh jadi satu-satunya ‘manfaat’ mie instan yang ada. Sebab, pertimbangan dan dampak negatif mie instan dilaporkan lebih banyak, seperti yang akan dibahas selanjutnya.

Bahaya Mie Instan untuk Kesehatan

Selain ‘manfaat’ mie instan di atas, konsumsi mie instan juga memiliki beberapa risiko bahaya yang perlu dicermati. Beberapa pertimbangan makan mie instan, yaitu:

1. Mengandung Tinggi Natrium

Salah satu pertimbangan untuk tidak sering mengonsumsi mie instan adalah kandungan natriumnya. Misalnya, produk mie instan di Indonesia bisa mengantongi natrium di atas 600 mg per sajian atau bungkusnya.

Jumlah di atas memang belum melebihi rekomendasi WHO terkait batas atas konsumsi harian natrium, yakni 2400 mg. Hanya saja, penting untuk diingat bahwa kita bisa masih berisiko mengonsumsi natrium dari makanan lain karena makanan di Indonesia cenderung tinggi dengan mineral ini.

Konsumsi natrium berlebihan dapat berdampak buruk untuk kesehatan, terutama pada individu yang sensitif dengan garam (natrium klorida). Misalnya, efek jangka panjang konsumsi garam berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko kanker lambung, serta menaikkan risiko penyakit jantung. Konsumsi risiko garam berlebihan juga dikaitkan dengan risiko kematian di usia muda.

Baca Juga: Kurangi Makan Mie! Hindari 5 Efek Buruk Bagi Kesehatan Tubuh

2. Mengandung MSG

Monosodium glutamat atau MSG merupakan zat aditif yang sering ditambahkan untuk menguatkan rasa makanan, termasuk pada mie instan. Penggunaan MSG cenderung kontroversial, walau FDA di Amerika Serikat menyatakan bahwa penguat rasa ini aman digunakan.

Konsumsi MSG berlebihan dilaporkan dapat memicu kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, sakit kepala, dan mual. Namun, beberapa studi melaporkan tidak ada kaitan konsumsi MSG dalam batas wajar dengan pertambahan berat badan – seperti yang disebutkan dalam sebuah riset di Vietnam.

Patut pula untuk diingat bahwa beberapa individu bisa lebih sensitif terhadap MSG sehingga konsumsi zat aditif ini harus dibatasi. Masalah tubuh yang sensitif terhadap MSG ini dikenal dengan MSG symptom complex, yang memicu gejala berupa sakit kepala, otot kencang, mati rasa, dan sensasi geli.

Pada akhirnya, konsumsi zat aditif seperti MSG memang harus dibatasi dan tidak bisa berlebihan, termasuk dari makanan olahan seperti mie instan.

3. Masalah Lain Jika Tak Bijak Konsumsi Mie Instan

Walau diperkaya dengan nutrisi-nutrisi mikro, konsumsi mie instan yang tak bijak dikaitkan dengan kualitas diet yang rendah. Misalnya, orang yang terlalu sering makan mie instan berisiko memiliki asupan natrium dan kalori yang tinggi.

Konsumsi mie instan juga meningkatkan risiko sindrom metabolik. Sindrom metabolik merupakan sekumpulan masalah tubuh yang dapat berujung pada diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Sebuah riset yang dimuat dalam The Journal of Nutrition melaporkan, konsumsi mie instan dua kali seminggu dikaitkan dengan risiko sindrom metabolik pada responden wanita.