Profil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

AHY yang kini menjadi ketum partai Demokrat dikabarkan siap melaju di Pilpres 2024. Akankah debutnya sebagai capres 2024 berakhir sukses?

Profil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Profil AHY : Agus Harimurti Yudhoyono
jasa backlink pbn
BIODATA LENGKAP AGUS HARIMURTI YUDHOYONO
Nama Lengkap Agus Harimurti Yudhoyono
Agama Islam
Lahir

10 Agustus 1978 (umur 43), Bandung, Jawa Barat

Kebangsaan Indonesia
Partai Politik Partai Demokrat (2016 - sekarang)
Istri  Annisa Pohan (menikah 2005)
Anak  Almira Tunggadewi Yudhoyono
  1. Sarwo Edhie Wibowo (kakek)
  2. Pramono Edhie Wibowo (paman)
  3. Hartanto Edhie Wibowo (paman)
  4. Aulia Pohan (ayah mertua)
  5. Edhie Baskoro Yudhoyono (adik)
PENDIDIKAN
  1. SMA Taruna Nusantara (1994-1997)
  2. Akademi Militer (1997-2000)
  3. Master Strategic Studies di Institute of Defence and Strategic Studies Nanyang Technological University, Singapura (2006)
  4. Master of Arts (MA) Leadership and Management, George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University (2015)
  5. US Army Command and General Staff College (CGSC), Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat (2015)
  6. Master of Public Administration pada John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Massachusetts AS, (2015)
KARIER
  1. Pama Pussenif (2000)
  2. Pama Kostrad (2001)
  3. Pama Divif 1 Kostrad (2002)
  4. Danton III/C Yonif Linud 305/Tengkorak (2002)
  5. Danton II/C Yonif Linud 305/Tengkorak (2003)
  6. Pasi 2/Ops Yonif Linud 305/Tengkorak (2004)
  7. Dankipan C Yonif Linud 305/Tengkorak (2005)
  8. Pasiops Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A (2006)
  9. Pama Mabes TNI (2008)
  10. Ps. Kasi Amerika Kemhan RI (2008)
  11. Pama Ditjen Strahan Kemhan (2009)
  12. Pamen Mabes TNI/Suslapa (USA) (2010)
  13. Kasi 2/Ops Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad (2011)
  14. Pamen Mabes TNI (2013)
  15. Kasubbag Kerja sama Dalam Negeri Universitas Pertahanan (2014)
  16. Pamen Denma Mabesad (Dik Sesko LN) (2014)
  17. Danyonif Mekanis 203/Arya Kemuning (2015)

Mayor Inf. (Purn.) H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. (lahir 10 Agustus 1978), atau lebih akrab disapa AHY, adalah Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) dan pendiri AHY Foundation.

Sebelumnya, ia pernah berkarir sebagai militer profesional di TNI selama 16 tahun. AHY menjadi lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 dan meraih penghargaan Presiden Republik Indonesia; Bintang Adi Makayasa.

Saat bertugas di Angkatan Darat Indonesia, AHY bertanggung jawab atas operasi pemulihan keamanan di Aceh pada tahun 2002 dan operasi penjaga perdamaian PBB di Lebanon pada tahun 2006. Ia juga merupakan salah satu pendiri Universitas Pertahanan Indonesia.

Pada tahun 2015, AHY memimpin salah satu satuan pengamanan ibu kota, sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanik 203/Arya Kamuning, di bawah Brigif 1/PIK, Kodam Jaya.

Pada 2016, AHY didaulat oleh Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta.[6] Sejak saat itu, ia aktif berpolitik di Partai Demokrat dan diberi tugas menjadi Komandan Satuan Tugas Gabungan (Kogasma) untuk memenangkan Pilleg 2019, dengan obyek 5-10 persen.

AHY terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020–2025 secara aklamasi pada Kongres Partai Demokrat ke-5 pada 15 Maret 2020 di Jakarta Convention Center. AHY menikah dengan Annisa Larasati Pohan pada 2005, dan dikaruniai seorang putri bernama Almira Tunggadewi Yudhoyono.

Profil AHY : Agus Harimurti Yudhoyono

Masa muda AHY

Lahir di Bandung, 10 Agustus 1978, AHY merupakan putra sulung dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristen Herrawati atau akrab disapa Ani Yudhoyono.

AHY memiliki satu adik laki-laki, Edhie Baskoro Yudhoyono yang lahir pada tahun 1980. AHY juga merupakan cucu dari Letnan Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, yang merupakan ayah dari ibunya, Ani Yudhoyono.

Semasa kecilnya, AHY berkesempatan untuk tumbuh dan berkembang di berbagai bidang yang berbeda, mengikuti perjalanan tugas dan pendidikan ayahnya sebagai perwira TNI, mulai dari Bandung, Timor Leste, Jakarta dan Amerika Serikat.

AHY mengenyam pendidikan di Timor Timur saat ayahnya bertugas di militer di sana. Dari tahun 1984 hingga 1988, AHY bersekolah di SD Kuntum Wijaya Kusuma, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Dari tahun 1988 hingga 1991, AHY mengikuti ayahnya untuk melanjutkan pendidikannya di Amerika Serikat, bersekolah di David J. Brewer School, Leavenworth, Kansas. Di sana ia juga meraih sejumlah prestasi, di antaranya memenangkan Lomba Ejaan dan menerima penghargaan dari Presiden AS George H. W. Bush.

AHY bersekolah di SMPN 5, sekolah favorit di Bandung pada tahun 1991. Di bidang olahraga, AHY terpilih menjadi kapten tim basket di sekolahnya. Ia juga aktif berorganisasi, sebagai ketua Seksi Olahraga pengurus OSIS di SMPN 5 Bandung. Menyusul perpindahan pekerjaan ayahnya, pada tahun 1994, AHY pindah ke SMPN 20 Jakarta Timur.

Setelah tamat SMP, AHY melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang pada tahun 1994. Selama menempuh pendidikan, AHY termasuk siswa yang aktif dan berprestasi, pernah menjabat sebagai Ketua OSIS SMA Taruna Nusantara.

Pada tahun 1997, AHY meraih Garuda Trisakti Tarunatama Emas dengan predikat wisudawan terbaik. AHY merupakan lulusan Akademi Militer (AKMIL). Selama menempuh pendidikan yang dimulai pada tahun 1997, selama tahun pertama dan kedua di Akademi Militer, ia memenangkan penghargaan Tri Sakti Wiratama yang diberikan untuk prestasi kolektif di bidang akademik, kebugaran jasmani dan kepribadian.

Prestasi tersebut mengantarkan AHY terpilih menjadi Komandan Resimen Korps Taruna pada tahun 1999. Di sana, ia juga bergabung dengan Drumband Canka Lokananta Akademi Militer sebagai drummer Bass Drum, sering disebut sebagai "Tidar Tigers".

AHY kemudian lulus dari AKMIL dengan predikat terbaik dan meraih Bintang Adi Makayasa pada Desember 2000. Selama bertugas di militer sebagai perwira, AHY juga menempuh pendidikan tinggi formal. AHY memiliki tiga gelar pendidikan Magister:

Master of Science in Strategic Studies di Nanyang Technological University, Singapura pada tahun 2006, Master in Public Administration dari Harvard University, Amerika Serikat pada tahun 2010, dan Master of Arts in Leadership and Management dari Webster University, Amerika Serikat, memperoleh predikat Summa Cum Laude pada tahun 2015 dengan IPK 4.0.

Karier Militer AHY

Setelah lulus dari AKMIL, AHY mengikuti Sekolah Dasar Cabang Infanteri plus Kursus Tempur Intel pada tahun 2001. Dirinya kemudian bergabung dan menjadi anggota tetap dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Pada tahun 2002, AHY yang merupakan perwira Brigade Linud Kostrad 17, menjadi Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara/Tengkorak 305 yang ditugaskan dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh yang penuh resiko. Di propinsi Aceh, AHY terpilih menjadi Komandan Tim Khusus (Dan Timsus).

Setelah memimpin pasukan khusus dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh pada November 2006, AHY menjabat sebagai perwira seksi operasi kontingen Garuda XXIII-A dalam menjaga perdamaian di sepanjang perbatasan antara Israel plus Lebanon Selatan, ketika Israel plus Hizbullah terlibat dalam perang 34 hari.

Kontingen ini merupakan kontingen Indonesia pertama yang dikirim untuk misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Selama penugasannya, AHY menggagas program mobil pintar sebagai sarana mengurangi dampak trauma perang bagi anak-anak. Untuk inisiatif ini, AHY dianugerahi Army Service Distinction Medal dari pimpinan Angkatan Bersenjata Lebanon.

Seiring dengan bertambahnya pengalaman lapangan, AHY dipromosikan menjadi Komandan Kompi (Danki) di Yonif 305/Tengkorak pada tahun 2007. Pada tahun yang sama saat itu, AHY kemudian mengikuti kursus dalam Scuba Divers TNI-AL yang diselenggarakan di Kepulauan Seribu, 2008.

AHY juga mendapatkan penghargaan sebagai Komandan Kompi terbaik Divisi Infanteri 1 Kostrad, pada Latihan Gabungan TNI Yudha Siaga di Sangata.

Pada tahun yang sama, saat itu AHY juga dimintai kontribusinya dari Prof. Dr. Juwono Sudarsono selaku Menteri Pertahanan, untuk berhimpun tim pendirian Universitas Pertahanan Indonesia.

AHY kemudian melanjutkan pendidikan militernya di US Army Maneuver Captain Career Course di Fort Benning, Amerika Serikat pada tahun 2011 plus menjadi lulusan terbaik. Ia juga menerima Medali dari Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, The Order of Saint Maurice dari US National Infantry Leader.

Sekembalinya ke Indonesia, beliau menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi (Kasiops) di Kostrad Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kujang. Pada tahun 2013, atas prestasi plus pemikirannya, AHY ditugaskan menjadi Dosen Pascasarjana pada program Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan Indonesia.

Pada tahun 2015, AHY kembali mengenyam pendidikan di AS, ditambah kemudian mendapat predikat Summa Cum Laude dari US Army Command plus General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas.

Hingga awal tahun 2016, AHY ditugaskan sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanik Arya Kamuning 203, salah satu pasukan elit keamanan di Ibu Kota Negara. Seperti Danyonif 203 AHY berhasil memimpin latihan bersama dengan pasukan Australia di Darwin pada tahun 2016.

Baca Juga : Profil Prabowo Subianto : Dari Menhan ke RI 1?

Profil AHY : Agus Harimurti Yudhoyono

Karier Pasca Meninggalkan Dunia Militer

Pada 10 Agustus 2017, AHY mendirikan The Yudhoyono Institute plus duduk sebagai Direktur Eksekutif. Pada saat yang sama, AHY juga membentuk Yayasan AHY yang fokus pada isu sosial plus kemanusiaan, khususnya kesehatan, pendidikan plus lingkungan serta tanggap bencana.

1. Pilkada DKI 2017

AHY memulai karir politiknya sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Ia diusung oleh koalisi 4 parpol yakni Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), plus Partai Amanat Nasional (PAN) plus berpasangan dengan Murni Sylviana.

Pasangan Agus-Sylvi menantang pasangan petahana Cagub Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) plus pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi).

Agus-Sylvi mendapat nomor urut 1, Ahok-Djarot mendapat nomor urut 2, plus Anies-Sandi mendapat nomor urut 3. Tahun 2019, AHY digadang-gadang masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia.

Profil AHY : Agus Harimurti Yudhoyono

2. KOGASMA

Pada 17 Februari 2018, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melantik AHY sebagai Panglima Komando Gabungan Tugas (Kogasma) Pemilukada 2018 plus 2019.

Ia menjadi juru kampanye Partai Demokrat plus konsolidasi kader di daerah untuk memenangkan calon yang diusung Partai Demokrat pada Pilkada 2018.

Partai Demokrat berhasil mencapai obyek awalnya sebesar 35 persen dari 171 pemilu. Pada Pemilu 2019, Pemilihan Presiden (Pilpres) plus Pemilihan Legislatif (Pileg) digelar serentak.

Pada Pilpres 2019, Partai Demokrat berkoalisi dengan parpol yang mengusung pasangan Prabowo-Sandi. Untuk Pemilu Legislatif 2019, Partai Demokrat menargetkan 15 persen dari total jumlah kursi di DPR RI.

Hasil Pilleg 2019, Partai Demokrat meraih 10.876.507 suara (7,77 persen). Pada Oktober 2019, AHY diangkat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat.

Pada 15 Maret 2020, AHY terpilih secara aklamasi oleh seluruh peserta Kongres ke-5 Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, menjadi Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan SBY untuk periode 2020-2025.

3. Ketua Umum Partai Demokrat

Pada 15 Maret 2020, AHY terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres ke-5 Partai Demokrat. AHY kemudian didaulat oleh seluruh pemilik dari hak suara agar menajdi penerus sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2020-2025. Bantuan ini ia terima dari 34 provinsi plus 514 kabupaten plus kota di seluruh Indonesia.

Profil AHY : Agus Harimurti Yudhoyono

Kehidupan Pribadi AHY

Pada 8 Juli 2005, AHY menikah dengan Annisa Larasati Pohan, mantan penyiar radio yang menjadi cover girl tahun 1997. Annisa Pohan adalah putri dari mantan Deputi Gubernur BI, Aulia Pohan.

Saat menikah, AHY adalah seorang perwira berpangkat letnan satu, saat itu dia berusia 27 tahun, ditambah Annisa berusia 24 tahun. Annisa juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Tunggadewi.

Dalam pernikahannya, mereka menggunakan adat Jawa yang kental dengan nuansa militer dengan menjalankan tradisi Pedang Pora. Resepsi pernikahan mereka digelar di Istana Bogor plus dihadiri 2.000 tamu undangan.

Dari hasil pernikahan mereka, putri pertama mereka, Almira Tunggadewi Yudhoyono, lahir pada 17 Agustus 2008. Aira lahir hanya beberapa jam sebelum SBY memimpin upacara peringatan HUT RI ke-63 di Istana Kepresidenan.

Namanya kemudian muncul di menit-menit akhir menjelang penutupan dalam pendaftaran calon gubernur DKI. Mengejutkan semua orang. Selama ini ia dikenal sebagai perwira menengah yang jauh dari hingar bingar politik.

Selain itu, nama besar ayahnya, ia memiliki prestasi pendidikan militer yang membanggakan. Lulusan Akmil 2000 terbaik ini terus menorehkan prestasi akademik selama menempuh pendidikan magister di bidang pertahanan, kepemimpinan, dan manajemen di luar negeri.

Selalu menjadi nomor satu dalam setiap pendidikan, mengingatkan anak ini akan prestasi sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Agus Yudhoyono juga mengikuti jejak ayahnya di dunia politik. Bedanya, saat itu ayahnya dicalonkan sebagai calon presiden, kali ini Agus dicalonkan sebagai calon gubernur DKI.

Pada Kamis 22 September 2016, namanya ditetapkan sebagai calon gubernur berpasangan dengan Sylviana Murni oleh Koalisi Cikeas (Demokrat, PPP, PKB, dan PAN). Keputusan tersebut diambil lantaran sudah disepakati di dalam kediaman SBY selaku Ketua Umum dari Partai Demokrat.

Keputusan Koalisi Cikeas tentu saja mengejutkan banyak pihak. Karena selama ini nama Agus Yudhoyono tidak pernah muncul sebagai calon, apalagi dia adalah prajurit aktif di unit Kostradnya.

Ia lahir di Bandung pada 10 Agustus 1978, anak pertama dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristen Herawati. Pria yang akrab disapa Agus Yudhoyono itu mengenyam pendidikan dengan berpindah-pindah tempat.

Pada tahun 1997, Agus Harimurti Yudhoyono lulus dari SMA Taruna Nusantara dengan menjadi predikat terbaik. Pria yang pernah menjadi ketua OSIS ini juga meraih medali Emas Garuda Trisakti Tarunatama.

Prestasinya membuatnya semakin bertekad untuk melanjutkan jejak ayahnya. Ia juga melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer (Akmil), Magelang.

Baca Juga : Profil Ganjar Pranowo: Capres 2024 Idola Wong Cilik

Profil AHY : Agus Harimurti Yudhoyono

Prestasi Dinasti Cikeas

Prestasi demi prestasi terus tercetak baik dalam bidang akademik, kepribadian, maupun fisik. Agus kembali menerima penghargaan Tri Sakti Wiratama di tingkat I dan II. Hal ini mengakibatkan dia terpilih sebagai Komandan Resimen Korps Kadet Akademi Militer pada tahun 1999.

Setahun kemudian, Agus lulus dengan predikat terbaik. Ia menerima penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama dan medali Adhi Makayasa pada Desember 2000.

Tidak puas dengan pendidikannya, Agus pun mengikuti kursus di SD Cabang Infanteri dan menjadi lulusan terbaik Combat Intel 2001.

Tahun berikutnya ketika ia menduduki kursi Komandan Peleton di Yonif/Tengkorak Lintas Udara 305 dari Brigade Linud Kostrad 17, ia dikirim ke Aceh untuk mengamankan daerah itu dari para pemberontak.

Pada tahun 2005, Agus berhasil menyelesaikan studi masternya dan memperoleh gelar Master of Science in Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University.

Pada tahun yang sama, ia mengakhiri kehidupan lajangnya dengan menikahi Annisa Larasati Pohan pada awal Juli. Namun, setelah beberapa bulan menikah, Agus harus meninggalkan istrinya untuk bertugas di Afghanistan sebagai pasukan PBB selama kurang lebih satu tahun.

Pada Maret 2012, Agus menerima 3 penghargaan sekaligus, yaitu Distinguish International Honor Graduated, The Order of Saint Maurice Medal, dan The Commandants List dari sekolah militer Angkatan Darat di Fort Benning, Georgia, Amerika Serikat (AS).

Agus kembali menorehkan prestasi di tahun 2015. Ia berhasil lulus dari US Army Command and General Staff College (CGSC), Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat setelah satu tahun mengenyam pendidikan dengan IPK 4. Ia mendapat lencana dunia dari Deputy Commander dari CGSC Mayor Jenderal Hughes.

Selain itu, pada tahun yang sama, Agus juga memperoleh gelar Master of Public Administration di John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Massachusetts USA.

Sukses di dunia pendidikan dan militer, Agus terjun ke dunia lain. Setelah 16 tahun berkarir di Tentara Nasional Indonesia (TNI AD) dengan pangkat terakhir mayor, ia mempertaruhkan hidup barunya.

Agus memilih terjun ke politik praktis dengan menjadi calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. "Saya punya kepribadian dan karakter sendiri, jadi tidak mungkin didorong atau dipaksa oleh siapa pun, termasuk orang tua saya sendiri," kata Agus Yudhoyono di Cibubur, Jakarta (3/10).

Pada Pilgub DKI 2017, Agus Yudhoyono berjuluk AHY yang berpasangan dengan Sylviana Murni akan menghadapi calon lain, petahana Ahok-Djarot yang didukung oleh PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno didukung oleh Partai Gerindra dan PKS.

Profil AHY : Agus Harimurti Yudhoyono

AHY Warisan SBY Terbaik

Agus Harimurti Yudhoyono atau yang sering disapa AHY merupakan anak pertama dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristina Herrawati yang juga dikenal sebagai Ani Yudhoyono. Kakeknya adalah Letnan Jenderal Pensiunan.

Sarwo Edhie Wibowo, dikenal sebagai seorang profesional militer yang lurus, teguh dan sederhana. Ayahnya, Jenderal TNI, sudah pensiun. Susilo Bambang Yudhoyono meniti karir dengan kerja keras dan ketekunan dari bawah ke atas, hingga pensiun sebagai Kepala Staf Teritorial Mabes TNI dan kemudian melanjutkan layanannya sebagai Presiden, terpilih dua kali berturut-turut pada pemilihan langsung tahun 2004 dan 2009.

AHY tumbuh dalam kehangatan keluarga yang peduli, disiplin, bertanggung jawab dan solidaritas. Inilah nilai-nilai yang dia warisi dari tradisi keluarga.

AHY Ketika Potensi Bersinergi Dengan Empati

Sebagai anak seorang perwira TNI, AHY tumbuh dan berkembang di berbagai daerah, mengikuti perjalanan tugas dan pendidikan ayahnya dari Bandung, Timor Leste dan Amerika Serikat.

Ia bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang etnis, ras, agama, dan sosial ekonomi yang berbeda.

Kondisi ini kemudian menumbuhkan rasa empati AHY terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Saat bersekolah di SMA Taruna Nusantara dan Akademi Militer, empatinya tumbuh. Kecintaannya pada membaca memperkuat perasaan dan pemikirannya tentang masalah-masalah masyarakat.

Selama menempuh pendidikan, AHY merupakan siswa yang aktif plus berprestasi. Tahun 1997 merupakan lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara plus meraih Emas Garuda Trisakti Tarunatama. Selama menjadi mahasiswa Akademi Militer (AKMIL), AHY meraih banyak penghargaan sejak tahun pertama.

Pada tahun 1999, ia memenangkan medali Tri Sakti Wiratama, penghargaan yang diberikan untuk prestasi kolektif di bidang akademik, kebugaran jasmani plus kepribadian.

Prestasi ini membuat AHY terpilih sebagai Komandan Resimen Korps Taruna. Pada tahun 2000, ia lulus dari AKMIL dengan predikat terbaik plus meraih Bintang Adhi Makayasa.

Setelah lulus dari AKMIL di tahun itu, ia langsung bergabung dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau biasa disebut sebagai KOSTRAD. Pada tahun 2002, AHY menjadi Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara/Tengkorak 305 yang ditugaskan dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh.

Profil AHY : Agus Harimurti Yudhoyono

Senantiasa Berhasil Dengan Tugas dan Kewajibannya

Dalam penugasan ini, AHY terpilih menjadi Komandan Tim Khusus (Dan Timsus). Selesai menjalankan tugasnya dengan tuntas, pada tahun 2006, AHY ditugaskan sebagai Operations Section Officer Kontingen Garuda XXIII-A dalam misi menjaga perdamaian di sepanjang perbatasan Israel plus Lebanon Selatan.

Selama penugasannya, AHY menggagas program mobil pintar sebagai sarana mengurangi dampak trauma perang bagi anak-anak. Untuk inisiatif ini, AHY dianugerahi Army Service Distinction Medal dari pimpinan Angkatan Bersenjata Lebanon. Pada tahun 2016, AHY ditugaskan sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanik Arya Kemuning ke-203.

Tugas sebagai komandan pasukan yang diemban AHY selama berkarir, tidak lepas dari data plus pengalamannya. AHY terus memperkaya diri dengan data di berbagai bidang.

Setelah lulus dari AKMIL, AHY bersekolah di SD Cabang Infanteri plus Kursus Tempur Intel. Pada tahun 2008, AHY mengikuti kursus Scuba Divers TNI AL di Kepulauan Seribu. Selain pendidikan militer, AHY juga meresmikan pendidikan tinggi.

Beliau memiliki tiga gelar master, yaitu: Master of Science in Strategic Studies di Nanyang Technological University, Singapura pada tahun 2006, Master in Public Administration dari Harvard University, Amerika Serikat pada tahun 2010, ditambah Master of Arts in Leadership plus Management dari Webster University, Amerika. Amerika Serikat, meraih predikat Summa Cum Laude tahun 2015 dengan IPK 4.0.

Pada tahun 2015, AHY juga mendapatkan predikat Summa Cum Laude dari US Army Command plus General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas.

Pada tahun 2017, AHY mendirikan The Yudhoyono Institute, sebuah think tank yang didasarkan pada tiga pilar utama: Liberty, Prosperity plus Security. AHY telah menginisiasi berbagai program untuk menyambut plus mempersiapkan generasi emas Indonesia

yang obyeknya adalah untuk mencapai 100 tahun kemerdekaan Indonesia, pada tahun 2045. Melalui TYI, AHY aktif dalam berbagai kegiatan seperti: Roundtable Discussion untuk membahas berbagai tantangan plus persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia plus internasional dengan para pakar plus negarawan.

Dialog Rakyat yang dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat di berbagai daerah plus berbagai kalangan; serta kuliah umum di kampus-kampus plus lembaga pendidikan di seluruh nusantara, dari Banda Aceh hingga Jayapura. Ia konsisten berbagi inspirasi, informasi plus pengalaman dengan akademisi, mahasiswa plus pemuda.

Baca Juga : Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

Sukses Mendirikan The Yudhoyono Institute

Bersama The Yudhoyono Institute, AHY membentuk AHY Foundation yang fokus pada isu-isu sosial plus kemanusiaan, khususnya kesehatan, pendidikan plus lingkungan serta tanggap bencana. Melalui AHY Foundation, ia menggagas program donor darah plus program penanaman pohon plus terumbu karang di berbagai daerah di Indonesia.

AHY pertama kali terjun ke dunia politik ketika diminta oleh Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI 2017 Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta.

Sejak saat itu, ia aktif berpolitik di Partai Demokrat dan diberi tugas menjadi Komandan Satuan Tugas Gabungan (KOGASMA) untuk memenangkan Pemilihan Legislatif 2019.

Di bawah kepemimpinan AHY sebagai Panglima KOGASMA, Partai Demokrat mampu meraih 10.876.507 suara (7,77 persen), melebihi prediksi. berbagai survei yang menyebutkan Demokrat hanya mampu meraih kurang dari 5 persen suara.

Pada 15 Maret 2020, AHY didaulat oleh seluruh pemegang hak suara untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025. Ia mendapat dukungan dari 34 provinsi dan 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Terpilihnya AHY menjadikan Partai Demokrat sebagai partai politik pertama di Indonesia yang melakukan regenerasi kepemimpinan.

Baca Juga : Profil Ridwan Kamil

Profil AHY : Agus Harimurti Yudhoyono

Agama AHY

Banyak yang masih menanyakan seputar agama AHY, padahal sudah jelas sekali agama yang dianut oleh AHY. Semuanya nampak jelas karena SBY juga sebagai pemeluk agama yang sangat taat dan juga selalu memberikan nilai – nilai beragama yang tebal kepada anak – anaknya.

Hal ini yang kemudian menjadi sebuah penguat bagi simpatisan dan pendukung AHY guna meyakini jika mereka memilih sosok yang tepat dan tidak perlu diragukan lagi. Maka, AHY bisa menjadi investasi jangka panjang yang penting bagi kepemimpinan Indonesia di masa depan.

Terlepas dari agama apa yang dianutnya, sosok yang satu ini sangat tepat untuk menjadi pemimpin yang mumpuni di masa depan. Karena kini menjadi era para pemimpin muda dan berkarya nyata tidak hanya retorika semata. Hal ini sekaligus menegaaskan potensi dan kemampuan seorang AHY.