Profil Anies Baswedan

Anies Baswedan digadang akan melaju sebagai calon presiden 2024. Akankah terjadi 'Kemenangan Umat Jilid 2' dalam kontestasi Pilpres mendatang?

Profil Anies Baswedan
Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1
jasa backlink pbn
BIODATA LENGKAP ANIES BASWEDAN
Nama Lengkap  H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D.
Tanggal Lahir  7 Mei 1969
Jabatan Gubernur DKI Jakarta
Wakil Gubernur Sandiaga Uno (2017 – 2018)
Ahmad Riza Patria (sejak 2020)
Masa Jabatan 2017 - 2022
Mulai Menjabat 16 Oktober 2017
JABATAN YANG PERNAH DIDUDUKI

1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-27

     Masa jabatan                           : 27 Oktober 2014 – 27 Juli 2016

     Presiden                                  : Joko Widodo

     Pendahulu                               : Mohammad Nuh

     Pengganti                                : Muhadjir Effendy

2. Rektor Universitas Paramadina ke-2

     Masa jabatan                            : 15 Mei 2007 – 6 Januari 2015

     Pendahulu                                : Nurcholish Madjid

                                                        Sohibul Iman (Pj.)

     Pengganti                                 : Firmanzah
INFORMASI KEHIDUPAN PRIBADI
Agama Islam
Kebangsaan Indonesia 
Istri Fery Farhati Ganis
Orang Tua

Rasyid Baswedan (ayah)

Aliyah Rasyid (ibu)
Anak

Mutiara Annisa Baswedan

Mikail Azizi Baswedan

Kaisar Hakam Baswedan

Ismail Hakim Baswedan
Pendidikan
  • SD IKIP Labrotori II, Yogyakarta ( 1982 )
  • SMP Negeri 5, Yogyakarta ( 1985 )
  • SMA, South Milwaukee, Senior High School (AFS Year Program), Wisconsin, Amerika ( 1988 )
  • SMA Negeri 2, Yogyakarta ( 1989 )
  • S1. Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta ( 1995 )
  • S2. University of Maryland, School of Public Policy, College Park, Amerika Serikat ( 1998 )
  • S3. Northern Illinois University, Department of Political Science, DeKalb, Illinois, Amerika Serikat ( 2005 )
Karier
  • Redaktur dan Pembawa Acara "Tanah Merdeka" (Program TVRI Yogyakarta) ( 1989 - 1991 )
  • Program Koordinator di Center for Student and Community Development ( 1993 - 1994 )
  • Peneliti dan Koordinator Proyek di Pusat antar Universitas (PAU)
  • Studi Ekonomi UGM ( 1994 - 1996 )
  • Peneliti pada The Office of Research, Evaluation, and Policy Studies, Northern Illinois University (2000 - 2004)
  • Peneliti pada Center for Governmental Studies, Northern Illinois University ( 2000 - 2000 )
  • Research Manager di IPC, Inc., Chicago, Illinois, Amerika ( 2004 - 2005 )
  • Direktur Riset The Indonesian Institute, Center for Public Policy Analysis, Jakarta ( 2005 - 2009 )
  • Peneliti Utama di The Indonesian Survei Institute (LSI), Jakarta ( 2005 - 2007 )
  • National Advisor Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah pada Partnership for Governance Reform, Jakarta ( 2006 - 2007)
  • Rektor Universitas Paramadina ( 2007 - 2011 )
  • Pendiri dan Ketua Gerakan Indonesia Mengajar ( 2010 )
  • Presenter Program Save Our Nation, Metro TV ( 2010 )
  • Presenter Young Global Leaders Summit, Tanzania, Afrika ( 2010 )
  • Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Kabinet Kerja (2014-2016)
  • Gubernur DKI Jakarta (2017-2022)
PRESTASI
  • AFS Intercultural Program, Milwaukee High School, Wisconsin, AS ( 1987 )
  • JAL Scholarsip ( 1993 )
  • Fulbright Scholarship ( 1997 )
  • ASEAN Student Awards Program (USAID-USIA-NAFSA) ( 1998 )
  • William P Cole III Fellowship, Universitas Maryland ( 1998 )
  • Indonesian Cultural Foundation Scholarship ( 1999 )
  • Gerald Maryanov Fellow, Northem Illions University ( 2004 )
  • William P Cole III Fellow di Maryaland School of Public Policy, ICF Scholarship ( 2005 )
KONFERENSI
  • Kolokium Jurnalis Yayasan Asia-Eropa ke-8 di Madrid, Spanyol. Diselenggarakan oleh Asia-Europe Foundation (ASEF), Spanyol. (April 2010)
  • Simposium Internasional Aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia Rantau di Den Haag Belanda. (Juli 2010)
  • Retret Kepemimpinan ADC di Pulau Hayman, Australia. Diselenggarakan oleh ADC Forum, Australia. (Agustus 2010)
  • Debat Tahunan 100 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia. Diselenggarakan oleh ASEAN 100 Leadership Forum. (September 2010)
  • Program Debat Dunia BBC di Istanbul, Turki. Diselenggarakan oleh ISIS Malaysia dan Universitas Bahcesehir, Istanbul, Turki. (Februari 2011)
  • Forum Negarawan Asia ke-10 di Sendai, Jepang. (Agustus 2011)
  • Meja Bundar Bergedorf ke-149 di Berlin, Jerman. Diselenggarakan oleh Yayasan Korber. (September 2011)
  • Diskusi Meja Bundar di Singapura. Diselenggarakan oleh Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew. (September 2011)
  • U.S-Islamic World Forum di Doha, Qatar (sebagai pembicara terhadap sesi pleno). (Mei 2012)
  • Kongres Diaspora Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat. (Juli 2012)
  • Konferensi Update Indonesia 2012 di Universitas Nasional Australia, Canberra. (September 2012)
  • The 6th of British Council’s Global Education Dialogues East Asia Series di Tokyo, Jepang (sebagai pembicara utama). (Januari 2013)
  • Konferensi Inovasi Sosial didalam Pendidikan di Jakarta, Indonesia. Diselenggarakan oleh Ideafest (Festival Ide) (Oktober 2013)
  • Kuliah Umum “Memenuhi Janji Kemerdekaan Indonesia” di Padang, Sumatera Barat. Diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (sebagai pembicara utama). (November 2013)
  • Seminar Nasional Universitas Islam Bandung Bandung (keynote speaker). Forum ini membahas tentang “Peluang dan Tantangan SDM Indonesia Menghadapi ASEAN/MEA 2015” (Desember 2013)
PRESTASI SEBAGAI GUBERNUR DKI JAKARTA
  • Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta
  • Meluncurkan program SAMAWA DP 0 Rupiah yang akan dibuka pendaftarannya mulai 1 November
  • Integrasi 11 operator bus kecil untuk mengikuti program OK Otrip [sekarang Jak Lingko] dan telah melayani 33 trayek
  • Pemberian Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus kepada 805.000 siswa di DKI Jakarta
  • Memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
  • Peningkatan kualitas kawasan dan permukiman melalui Community Action Plan (CAP)
  • Penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui rumah aman
  • Peningkatan kemampuan dalam menanggapi keluhan, dapat diselesaikan dalam waktu 0–14 hari
  • Realisasi Benjamin Sueb Park
  • OK OCE di 44 kecamatan dengan total 53.798 peminat wiraswasta
  • Membangun skybridge di Tanah Abang
  • Progres Pembangunan MRT Mencapai 96,54%
  • Meluncurkan layanan SI DUKUN 3in1 yang memfasilitasi layanan enam jenis dokumen kependudukan
  • Pelatihan untuk 250 pengemudi angkutan umum dan akan terus ditingkatkan
  • Revitalisasi H.B. Pusat Dokumentasi jassin
  • Realisasi pendapatan daerah TA 2017 mencapai 64,82 triliun (103,69%)
  • Hibah Guru Swasta dan Madrasah Swasta Rp 500 ribu/bulan
  • Peserta JKN DKI Jakarta mencapai 98%, melebihi target nasional 95%
  • Tiga SMK Negeri (27, 56, 57) berstatus BLUD
  • Membangun 100 gedung dan merehabilitasi 109 gedung sekolah
  • Operasi Pasar Murah di 44 Kecamatan Jelang Lebaran
  • Meluncurkan aplikasi OYES sebagai sarana pemesanan bahan pokok dan telah diunduh oleh 80.000 pedagang Pasar Jaya
  • Memperluas penerima program subsidi pangan murah (daging sapi, ayam, telur dan beras) kepada penyandang disabilitas, lansia, buruh, selain penerima KJP Plus, PJLP dan warga rusunawa dengan anggaran Rp 885 miliar
  • Pemberian Kartu Jakarta Lansia (KLJ) kepada 22.970 Lansia di Jakarta
  • Meluncurkan masterplan TOD pertama di Dukuh Atas
  • Pengembangan penggunaan aplikasi parkir online jukir dan lapakon di enam ruas jalan
  • Membangun fasilitas umum ramah disabilitas berupa trotoar dan perlintasan pelican
  • Jadilah pemenang We Love Cities 2018
  • Total aset mencapai 464,60 triliun, meningkat 21,62 triliun dari tahun sebelumnya
  • Implementasi layanan 3 in 1 SI DUKUN di 10 RS & 2 RSUP/RSIA dengan melayani 28.874 dokumen secara terintegrasi mulai Januari–Juni 2018
  • Penegakan laporan tindak lanjut pengaduan masyarakat yang mempengaruhi kinerja KPI dan 10% TKD Kepala Dinas

Siapa yang tidak mengenal ayah yang satu ini? H. Anies Rasyid Baswedan, S.e., M.P.P., Ph.D. adalah Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang menjabat sejak 16 Oktober 2017. Lalu bagaimana masa kecil Pak Anies Baswedan hingga bisa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta? Berikut penjelasannya.

Profil Anies Baswedan dan Pendidikannya

Anies Baswedan sendiri terlahir pada tanggal 7 Mei 1969 di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ayahnya adalah Rasyid Baswedan yang bekerja sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Anies merupakan cucu dari H. Abdurrahman Baswedan atau dikenal dengan A.R. Baswedan. Kakeknya Anies adalah seorang pahlawan nasional plus dikenal sebagai seorang nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia, diplomat, misionaris, plus penulis Indonesia.

Kakeknya juga pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), sebagai Wakil Menteri Penerangan Republik Indonesia di Kabinet Syahrir, Anggota Badan Kerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) , anggota parlemen, ditambah seorang anggota Dewan Konstituante.

Apalagi Anies adalah sepupu Kompol. (Purn.) Novel Baswedan yang menjadi penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2007. Novel Baswedan juga pernah menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dari 1999 hingga 2014.

Ibunda Anies Baswedan bernama Prof. Dr. Hj. Aliyah Rasyid Baswedan, M.Pd. yang merupakan dosen plus guru besar emeritus di Universitas Negeri Yogyakarta.

Hj. Aliyah Rasyid selain aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan plus kemasyarakatan di Yogyakarta, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP Wanita Islam DIY selama tiga periode, plus aktif memimpin penyaluran beasiswa bagi mahasiswa plus mahasiswa dari keluarga kurang mampu selama lebih dari 3 dekade.

Anies merupakan anak sulung plus memiliki dua adik, yaitu Ridwan Baswedan plus Abdillah Baswedan. Anies besar di Yogyakarta. Saat berusia 5 tahun, Anies bersekolah di TK Masjid Syuhada. Anies melanjutkan sekolah dasar di Laboratorium, Kota Yogyakarta saat berusia 6 tahun.

Little Anies dikenal sebagai anak yang mudah bergaul plus juga memiliki banyak teman. Anies kemudian melanjutkan sekolah ke tahap menengah pertama di SMP Negeri 5 Yogyakarta kala itu.

Anies juga dikenal aktif di Organisasi Intra Sekolah (OSIS) plus memiliki posisi manajemen di bidang Humas.

Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

Lulus SMP dan SMA di Yogyakarta

Setelah lulus, berikutnya Anies Baswedan melanjutkan studinya yang kemudian di SMA Negeri 2 Yogyakarta kala itu. Di SMA Anies terpilih sebagai wakil ketua OSIS plus mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama tiga ratus siswa Ketua OSIS seluruh Indonesia. Dari situ, Anies terpilih menjadi Ketua OSIS se-Indonesia pada 1985.

Pada tahun 1987 Anies terpilih mengikuti program pertukaran pelajar AFS plus tinggal selama satu tahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Gara-gara program ini, Anies harus menempuh pendidikan SMA selama empat tahun.

Sekembalinya ke Yogyakarta, Anies berkesempatan untuk berperan di bidang jurnalistik. Anies mengikuti program Tanah Merdeka di televisi Republik Indonesia cabang Yogyakarta plus mendapat peran sebagai pewawancara tokoh nasional.

Profil Anies Baswedan Semasa Muda

Pada tahun 1989, seorang Anies baswedan masuk ke perguruan tinggi dan kemudian diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Anies tetap aktif berorganisasi dengan bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam dan menjadi salah satu Dewan Keselamatan Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Gadjah Mada.

Anies menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi pada tahun 1992 dan membantu menghidupkan kembali Senat Mahasiswa setelah sempat dibekukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Anies Baswedan membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM sebagai badan eksekutif dan mengangkat senat sebagai badan legislatif yang disahkan oleh kongres tahun 1993.

Masa kepemimpinan Anies menjadi awal dari sebuah gerakan berbasis penelitian, sebagai respon atas terungkapnya kasus Agen Pemasaran dan Pendukung Cengkih yang melibatkan putra Presiden Suharto, Hutomo Mandala Putra.

Anies juga memprakarsai demonstrasi menentang penerapan Sistem Dana Sosial berhadiah pada November 1993 di kota Yogyakarta. Anies Baswedan mendapat beasiswa dari Japan Airlines Foundation untuk mengikuti summer course di Sophia University, Tokyo dalam bidang Asian Studies pada tahun 1993.

Beasiswa itu didapat setelah Anies memenangkan lomba menulis bertema lingkungan. Hingga, pada akhirnya Anies daapt lulus dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1995 waktu itu. Setelah lulus, Anies bekerja di Pusat Studi Ekonomi Antar Universitas, Universitas Gadjah Mada.

Baca Juga : Profil Prabowo Subianto : Dari Menhan ke RI 1?

Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

Kehidupan Pribadi Yang Bahagia

Pada 11 Mei 1996 Anies menikah dengan Hj. Fery Farhati Ganis, S.Psi, M.Sc. Istrinya adalah seorang akademisi yang menjabat sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga DKI Jakarta sejak 16 Oktober 2017.

Anies dan Fery Farhati dikaruniai empat orang anak, yakni Mutiara Annisa Baswedan, Mikail Azizi Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan, dan Ismail Hakim Baswedan.

Pada tahun 1997, Anies mendapat beasiswa Fulbright dari American Indonesian Exchange Foundation untuk melanjutkan studi S2nya di bidang Keamanan Internasional dan Kebijakan Ekonomi di School of Public Affairs, University of Maryland.

Anies juga mendapatkan gelar William P. Cole III Fellow di Universitasnya dan lulus pada Desember 1998. Pada 1999 tak lama setelah lulus dari Maryland, Anies mendapat beasiswa lagi untuk melanjutkan studi Ilmu Politik di Northern Illinois University.

Anies bekerja sebagai asisten peneliti di Kantor Penelitian, Evaluasi, dan Kajian Kebijakan kampus dan pernah mendapatkan beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow, penghargaan yang hanya diberikan kepada mahasiswa NIU yang berprestasi di bidang Ilmu Politik pada tahun 2004.

Disertasinya yang berjudul “Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi di Indonesia”, mengkaji pengaruh kebijakan desentralisasi terhadap daya tanggap dan transparansi pemerintah daerah dan partisipasi publik, dengan menggunakan pengetahuan survei dari 177 kabupaten atau kota di Indonesia. Anies mendapatkan gelarnya pada tahun 2005.

Perjalanan Karir Seorang Anies Baswedan

Anies Baswedan memiliki karir cemerlang sejak usia muda. Berikut karir Anies Baswedan:

1. Pusat Peneliti Ekonomi Antar Universitas, Universitas Gadjah Mada

Setelah menyelesaikan program sarjananya, Anies Baswedan berkarir sebagai peneliti plus koordinator proyek di Pusat Studi Ekonomi Antar Universitas UGM.

2. Manajer Riset IPC, Inc. Chicago

Setelah menyelesaikan studi doktoralnya pada tahun 2004, Anies Baswedan sempat bekerja sebagai riser manager di IPC, Inc. Chicago yang merupakan asosiasi perusahaan elektronik global. Anies mengambil pekerjaan itu karena tidak punya uang untuk kembali ke Indonesia.

3. Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola

Anies tergabung dalam Partnership for Governance Reform, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada reformasi birokrasi di berbagai daerah di Indonesia dengan menekan kerjasama antara pemerintah plus sektor sipil.

4. Direktur Riset Indonesian Institute Center

Anies menjadi direktur penelitian The Indonesian Institute, sebuah lembaga penelitian kebijakan publik yang didirikan pada Oktober 2004 oleh para intelektual muda dan aktivis yang dinamis.

5. Rektor Universitas Paramadina

Anies Baswedan dilantik sebagai Rektor Universitas Paramadina pada 15 Mei 2007. Anies saat itu berusia 38 tahun, ditambah Anies menjadi rektor termuda di Indonesia.

Sebagai rektor, Anies membuat strategi, yakni memenangkan Paramadina Fellowship atau beasiswa Paramadina. Beasiswa mencakup biaya kuliah, buku, serta biaya hidup.

Paramadina Fellowship adalah perwujudan idealisme dengan bahasa bisnis. Untuk mewujudkannya, Anies mengambil konsep penamaan mahasiswa yang sudah lulus seperti yang biasa digunakan di banyak universitas di Amerika Utara plus Eropa.

Anies juga telah melakukan gebrakan dengan pengajaran antikorupsi sejak masih duduk di bangku kuliah. Anies menilai korupsi merupakan salah satu masalah bangsa. Anti-korupsi diajarkan dalam kursus ini mulai dari kerangka teori hingga laporan investigasi tentang praktik korupsi.

Baca Juga : Profil Ganjar Pranowo: Capres 2024 Idola Wong Cilik

6. Ketua Yayasan Gerakan Mengajar Indonesia

Anies Baswedan dikenal sebagai pencetus Indonesia Mengajar. Gerakan ini merupakan generasi muda yang direkrut sebagai guru muda di sekolah dasar plus masyarakat selama satu tahun. Ide ini muncul ketika Anies masih menjadi mahasiswa UGM.

Pada tahun 1950, Pak Koes menggagas program yang disebut Penempatan Tenaga Kerja Mahasiswa (PTM), program ini untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah-daerah, terutama di luar Jawa. PTM ini sebenarnya mendirikan SMA baru plus pertama di sebuah kota kabupaten.

Setelah lulus dari UGM, Anies mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Dengan belajar plus bekerja di luar negeri, Anies menyadari bahwa anak-anak Indonesia membutuhkan kompetensi kelas dunia untuk bersaing di ranah global.

Anak Indonesia juga harus memiliki pemahaman yang cukup. Semua proses yang dilakukannya perlahan-lahan membentuk sebuah ide besar, yaitu Gerakan Mengajar Indonesia.

7. Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat

Pada 27 Agustus 2013, Anies Baswedan terpanggil untuk terjun ke politik dengan menjalankan negara plus mengikuti konvensi Demokrat. Undangan tersebut berisi upaya untuk turut serta memenuhi janji kemerdekaan. Anies Baswedan diterima bersama sebelas orang lainnya.

Semangatnya untuk melunasi kanji kemerdekaan adalah misi Anies untuk negara. Bagi Anies, apa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 bukan sekadar cita-cita tetapi janji yang harus ditepati.

Anies menilai janji itu harus dilunasi oleh seluruh warga negara Indonesia, termasuk dirinya. Sikapnya itu secara resmi dideklarasikan dalam deklarasi Konvensi Partai Demokrat pada 15 September 2013. Gagasan yang disampaikannya mengajak semua orang untuk terlibat dalam mengelola negara plus turun tangan.

Ide tersebut dibuktikan dengan terciptanya Hand-Off Movement yang dalam waktu satu tahun berhasil mengumpulkan lebih dari 300.000 relawan tanpa dibayar.

Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

8. Debat Konvensi

Berikut beberapa debat Kenegaraan Konvensi Partai Demokrat yang diikuti Anies Baswedan:

Debat Konvensi di Medan

Debat pengukuhan Anies mengungkapkan beberapa inisiatif, seperti idenya untuk merelokasi kantor BUMN ke daerah. Bagi Anies Baswedan, pertama, materi ekonomi di Indonesia harus merata.

Anies Baswedan juga menorehkan sejarah politik yang bersih, didukung oleh relawan tanpa membayar plus tidak mengotori spanduk.

Baca Juga : Profil Ridwan Kamil

Debat Konvensi di Palembang

Debat konvensi kedua diadakan di Palembang Sport Convention Center. Anies Baswedan menekankan pembangunan plus pemerataan ekonomi ke desa, selain itu Anies juga menegaskan pemerataan ekonomi bisa tercapai jika pembangunan infrastruktur di desa seperti listrik, jalan plus irigasi bisa dibangun dengan baik.

Debat Konvensi di Bandung

Debat ketiga digelar di Hotel Harris, Bandung. Anies mengungkapkan konsep kepemimpinan yang akan dilakukan seperti bermain angklung, makna dari konsep ini adalah semua yang terlibat ikut campur, sedangkan pemimpin bergerak plus menciptakan keharmonisan.

Karir politiknya mulai terlihat saat ia terlibat membantu pasangan calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan menjadi juru bicara pasangan tersebut.

Setelah pemilihan presiden, ia menjadi bagian dari tim transisi presiden-terpilih. Impian pendidikannya mulai terwujud saat dipilih Jokowi sebagai Menteri Kebudayaan plus Pendidikan Dasar dan Menengah pada Kabinet Kerja 2014-2019.

Namun, di tengah menjalankan tugasnya, ia direshuffle kabinet Jokowi pada 27 Juli 2016. Alih-alih menjadi menteri, Prabowo Subianto meminta Anies Baswedan mencalonkan diri bersama Sandiaga Uno di Pilgub Jakarta 2017.

Hasilnya adalah kemenangan. Pada 16 Oktober 2017, ia plus Sandiaga Uno dilantik sebagai Gubernur plus Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2020.

Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

Profil Anies Baswedan Sebagai Gubernur DKI Jakarta

Dalam pemilihan calon gubernur, Anies menggandeng Sandiaga Uno yang merupakan pengusaha dan politisi Partai Gerindra sebagai wakilnya.

Anies dan Sandiaga mendapatkan nomor urut tiga saat pengundian. "Jakarta Maju Bersama" adalah jargon kampanye kedua. Di putaran terakhir pemilihan kepala daerah, Anies dan Sandi menang dengan 57,96% suara. Anies Sandiaga dilantik pada 16 Oktober 2017 di Istana Merdeka, Jakarta.

Setelah resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies membuat beberapa kebijakan antara lain:

1. DP Rumah 0%

Program ini merupakan program bagi masyarakat Jakarta untuk memiliki rumah dengan uang muka yang rendah atau bahkan tanpa uang muka sama sekali.

Program ini telah banyak dikritik dan tidak konsisten. Anies menginginkan “DP Nol Persen”, namun hal itu dinilai melanggar ketentuan Bank Indonesia.

Anies juga dinilai tidak konsisten apakah rumah yang ia tawarkan adalah rumah tapak atau apartemen. Sandi menegaskan, program ini mirip dengan program rumah susun di Singapura. Programnya berupa pembangunan rumah pemerintah bukan sebagai fasilitator pembiayaan.

2. Proyek Reklamasi

Anies Baswedan membatalkan izin reklamasi tiga belas pulau di Teluk Utara pada 26 September 2018. Ada empat pulau yang sudah dibangun sebelumnya dan dilanjutkan pembangunannya pada 2018.

3. Stadion Internasional Jakarta

Pembangunan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak Jokowi menjabat sebagai Gubernur, namun pembangunannya baru terealisasi pada 2019.

4. Banjir di Jakarta

Dalam rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah, Anies menerapkan program sumber daya air untuk pengendalian banjir, seperti revitalisasi infrastruktur sumber daya air dengan konsep naturalisasi, pembangunan sumur resapan, peningkatan revitalisasi kanal, revitalisasi sistem polder, pembangunan tanggul pengaman pantai, dan juga meningkatkan pengelolaan air.

5. Penanganan Covid-19 di Jakarta

Saat virus Covid-19 masuk ke Indonesia dengan dua pasien positif, Anies mengumumkan pembentukan Tim Tanggap Covid-19. Hari bebas kendaraan bermotor ditiadakan untuk menghindari keramaian.

Tidak adanya kegiatan pembelajaran di sekolah, penghentian operasional kantor, tempat hiburan dan tujuan wisata ditutup. Pembatasan sosial berskala besar atau PSBB pertama kali diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga PSBB pertama yang diterapkan di Indonesia.

 

Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

Kontroversi Anies Baswedan Selama Menjabat Gubernur DKI Jakarta

Berbagai kontroversi berikut ini sebenarnya sudah lama menajdi perbincangan di era Anies Baswedan, namun masih hangat hingga saat ini. Hal ini tidak lepas dari kekecewaan masyarakat atas capaian kinerja Anies baswedan selama 4 tahu belakangan. Apa saja kontroversinya?

1. Wacana Pembangunan Tugu Sepeda Seharga Rp800 juta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini sedang membangun tugu sepeda berupa ban sepeda dengan biaya Rp 800 juta. Pembangunan tugu sepeda pun tak lepas dari kritik. Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan, Pemprov DKI Jakarta belum memahami skala prioritas dan kebijakan belanja.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria mengatakan pembangunan tugu sepeda senilai Rp800 juta di kawasan Jalan Sudirman merupakan bagian dari pembangunan jalur sepeda permanen. Pembangunan ini untuk menunjukkan keselarasan ibu kota dengan pesepeda.

Riza mengatakan dana Rp 800 juta untuk pembangunan tugu sepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, tidak berasal dari anggaran pemerintah daerah. Namun, itu berasal dari sektor swasta.

2. Pemasangan Bambu Lateks Seharga Rp550 juta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan bangga memamerkan instalasi seni dari bambu setinggi 5,5 meter di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Ongkos pembangunan sekitar Rp. 550 juta.

Karya yang diberi nama Getih-Getah hasil kreativitas sang pencipta, Joko Avianto ini hanya digunakan untuk Asian Games dan 17 Agustus mendatang. Sekarang pemasangannya sudah diganti dengan batu bronjong dan tanaman.

Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

3. Pembangunan JPO Tanpa Atap

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga beberapa kali melakukan pembongkaran atap jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Kepala Dinas Binas Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, atap dilepas karena lebih baik mengambil foto tanpa atap.

Wacana ini juga akan kembali dibahas pada Februari 2021. JPO Karet Sudirman akan didesain dengan tema kapal phinisi dan tanpa atap.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyatakan JPO ini juga berfungsi sebagai wadah tontonan dan dilengkapi galeri apresiasi bagi tenaga kesehatan. Demi kenyamanan dan keamanan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyarankan agar JPO dilengkapi dengan atap.

4. Revitalisasi Monas

Kisruh revitalisasi Monumen Nasional (Monas) juga menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Mulai dari perizinan hingga penebangan 191 pohon di jantung ibu kota negara, revitalisasi Anies Baswedan dinilai bermasalah.

Ombudsman Jabodetabek menyatakan, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan kesalahan administrasi dalam kasus revitalisasi Monumen Nasional (Monas). Pemprov dinilai lalai soal perizinan kepada Kementerian Sekretariat Negara selaku Ketua Panitia Pengarah Area Medan Merdeka.

Padahal, aturan itu diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pengembangan Kawasan Medan Merdeka di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Revitalisasi telah dilakukan sejak 2019 dan ditargetkan selesai pada 2021, namun sejauh ini belum terlihat hasil. Dengan revitalisasi ini, Pemerintah Anies ingin mengubah wajah Monas menjadi mirip Menara Eiffel di Paris, Prancis.

Pemprov DKI Jakarta akhirnya melanjutkan pembangunan dengan mengacu pada adanya kerangka pelayanan publik serta penyelamatan ruang terbuka hijau (RTH) di provinsi Jakarta.

Berdasarkan data Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) Provinsi DKI Jakarta yang terakhir melakukan pemetaan RTH 2017, luas RTH Murni di Jakarta hanya 7 persen dan RTH Gabungan. hanya sekitar 2 persen dari luas wilayah DKI Jakarta.

5. Pohon Plastik di Asian Games

Di tahun 2018 ini, kontroversi pohon plastik juga ramai di media sosial. Pohon tiruan yang dipasang di Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat jelang Lebaran dan Asian Games itu dikeluhkan masyarakat pejalan kaki sehingga membuat warganet meradang.

Sudin PE (Sudin PE) Jakarta Pusat akhirnya mencopot pohon tiruan yang sudah terpasang di trotoar sepanjang jalan selama tiga hari ini. Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sandiaga Uno menjelaskan, pohon tiruan itu sengaja dipasang kembali dengan tujuan baik, yakni untuk mempercantik tata kota DKI Jakarta.

Agar terlihat lebih cantik, pohon tiruan tersebut diberi lampu warna-warni. Semua itu, menurut dia, merupakan inisiatif dari Sudin Jakarta Pusat. “Saya sudah kontak dengan Kepala Dinas, setiap masuk hari libur atau hari besar, mereka berinisiatif mempercantik (mempercantik kota Jakarta).

Makanya Sudin PE Jakarta Pusat berinisiatif," kata Sandi saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis malam, 31 Mei 2018.

Sandi juga membantah ada anggaran yang keluar untuk memasang pohon tiruan itu. Menurut dia, pohon-pohon tersebut merupakan stok dekorasi lama Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat.

Baca Juga : Profil AHY : Agus Harimurti Yudhoyono

Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

6. Program DP 0 Rupiah

Program DP Rumah 0 Rupiah merupakan salah satu program kerja unggulan Gubernur DKI Anies Baswedan. Program berikut ini menawarkan rumah untuk rakyat dengan uang muka sebesar 0 rupiah.

Bahkan, program ini digagas oleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, mantan wakil gubernur Jakarta saat Pilkada 2017, untuk membantu warga yang belum memiliki rumah.

Namun dalam praktiknya, program rumah DP 0 Rupiah tidak begitu diminati. Pasalnya, meski menawarkan DP nol persen atau 0 rupiah, skema pembayaran cicilan cukup menyulitkan warga Jakarta kelas bawah yang menjadi target pemasaran.

Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

7. Reklamasi Ancol

Keputusan Anies mengizinkan reklamasi tempat Ancol menuai pro dan kontra. Anies Baswedan telah mengeluarkan izin pengembangan tempat rekreasi untuk PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk dengan total tempat 155 hektar.

Izin berupa Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta tentang Izin Perluasan Tempat Rekreasi Dunia Fantasi seluas 35 Ha dan Perluasan Tempat Rekreasi Dreamland Ancol Timur seluas 120 Ha, tertanggal 24 Februari 2020.

Sekretaris Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan izin perluasan Taman Impian Jaya Ancol bertujuan untuk mengakomodir kepentingan umum seperti tempat rekreasi masyarakat. Namun, keputusan itu membuat publik mengira Anies telah mengingkari janji kampanyenya saat Pilkada.

Jawara menjadi salah satu relawan yang mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilkada 2017. Alasan utama para pendukung dan simpatisan mendukung pasangan ini karena salah satu janji kampanyenya yakni menolak reklamasi di Teluk Jakarta.

8. Revitalisasi Area Trotoar Untuk PKL

Selama dua tahun terakhir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merevitalisasi 134 kilometer kawasan pejalan kaki di DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan revitalisasi dilakukan untuk memanjakan pejalan kaki dan memberikan kesetaraan bagi warga Jakarta.

Namun, selama proyek revitalisasi trotoar, berbagai protes muncul dari masyarakat. Mulai dari kemacetan hingga genangan air. Pengerjaan proyek revitalisasi trotoar kerap menimbulkan kemacetan di jalan-jalan sekitar proyek.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai kemacetan akibat proyek tersebut akan membuat masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Menurut Anies, trotoar yang memadai akan membuat warga Jakarta meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi. Padahal, menurut Anies, pertanyaan yang tepat diajukan kepadanya adalah pembangunan trotoar yang menghambat pembelian mobil.

Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

9. Moda Transportasi

Anies menyadari permasalahan lalu lintas yang pelik dengan terus menambah rute dan jenis moda angkutan umum. Pada 2019, Anies mengaku telah menambah rute TransJakarta dari 109 menjadi 220 rute. Sedangkan armada bus bertambah dari 2.390 menjadi 3.548.

Selain bus, Anies juga melanjutkan proyek MRT dan LRT. MRT diklaim mampu mengurangi operasional kendaraan di jalan. MRT mampu mengangkut 17 hingga 18 ribu orang per hari, di kendaraan pribadi setidaknya ada 2 hingga 3 orang.

Sementara itu, Proyek LRT resmi dikomersialkan pada November 2019. Namun program dan kebijakan moda transportasi ini juga menuai kritik karena nilai proyek yang dikeluarkan dinilai tidak sebanding dengan pendapatan.

LRT Jakarta yang dibangun pada pertengahan 2016 ini mulai digunakan sejak 2018. Sejak saat itu, LRT Jakarta beroperasi secara trial tanpa membebankan biaya perjalanan. LRT secara resmi akan mulai beroperasi komersial pada 1 Desember 2020. Setiap penumpang diharuskan membayar Rp 5.000 untuk sekali perjalanan.

Profil Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Menuju RI 1

Agama Anies Baswedan

Tentu tidak perlu lagi ditanyakan agama yang dianut oleh Anies Baswedan, namun ada sebagian orang yang masih bertanya bagaimana asal – usulnya Anies memeluk agama Islam sekarang. Tidak perlu lagi diragukan, karena orang tuanya merupakan penganut agama Islam yang taat. Dan hal ini pula yang mendasari Anies menjadi pemeluk agama Islam.

Terlebih, ketika kontestasi pilgurb 2017 lalu Anies menggandheng beberapa kelompok ormas keagaamaan seperti FPI, Forum Umat Islam Indonesia, danberbagai jenis organisasi lainnya yang sejenis.

Namun, kini yang menjadi pertanyaan adalah apakah Anies akan meninggalkan jabatannya sebagai gubernut DKI Jakarta dan mencalonkan diri sebagai calon presiden 2024? Mari kita lihat beberapa waktu ke depan. Jadi, bersiaplah!