Ronaldo Pernah Dimarahi Sir Alex Ferguson Karena Tidak Berhenti Latihan

Ronaldo Pernah Dimarahi Sir Alex Ferguson Karena Tidak Berhenti Latihan. Sang pemain kala itu hobi melakukan latihan ekstra untuk meningkatkan kemampuannya.

Ronaldo Pernah Dimarahi Sir Alex Ferguson Karena Tidak Berhenti Latihan
Ronaldo Pernah Dimarahi Sir Alex Ferguson Karena Tidak Berhenti Latihan
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Ronaldo Pernah Dimarahi Sir Alex Ferguson Karena Tidak Berhenti Latihan. Sang pemain kala itu hobi melakukan latihan ekstra untuk meningkatkan kemampuannya.

Dedikasi seorang Cristiano Ronaldo di dunia sepak bola tidak perlu diragukan. Hal itu dikisahkan oleh mantan rekannya di Old Trafford, Nicky Butt.

Pada tahun 2003 lalu, CR7 yang masih berumur 18 tahun menjadi pemain sensasional setelah didatangkan oleh MU dengan nilai 12,24 juta poundsterling. Harga tersebut membuat sang pesepakbola menjadi pemain muda paling mahal dalam sejarah sepak bola Britania Raya.

Saat itu Kapten Tim Nasional Portugal tersebut diproyeksikan sebagai pengganti bintang MU David Beckham yang hijrah ke Real Madrid.

Keputusan MU kala itu terbukti sangat tepat. Ronaldo berhasil membuktikan diri sebagai salah satu pemain sepak bola paling bertalenta sepanjang sejarah. Hal itu terbukti dengan berbagai prestasi yang sukses ia raih.

Pada kata pengantar yang ditulis dalam buku dengan judul 'Viva Ronaldo!: The Second Coming of Cristiano' karya Harry Harris, mantan rekan CR7 Nicky Butt menceritakan pandanganya tentang bintang Portugal tersebut.

“Ronaldo hadir sebagai seorang pemain yang cerdas, namun bukan cuma mengenai talentanya yang saat ini ada di puncak. 

Sering diceritakan bahwa ada pemain yang berlatih keras, bekerja keras untuk melakukan tambahan, atau demi meningkatkan teknik mereka, namun untuk Ronaldo itu merupakan dedikasi penuh, sangat berkomitmen, dan bekerja dengan keras," kata Butt seperti dilansir dari The Sun.

Ronaldo Pernah Dimarahi Sir Alex Ferguson Karena Tidak Berhenti Latihan (idntimes.com)

“Ia tidak memiliki fisik yang bagus sebagai pemain bola, dia berjuang keras untuk menggapainya. Ia benar-benar hadir kepada kami sebagai pemuda bertubuh kurus dan kerontang, dan ia kemudian bekerja sangat keras untuk memiliki fisik yang bagus selama bertahun-tahun lamanya,"

Di mata Butt, Ronaldo menjalani berbagai aktivitas demi membuat badannya besar, sebab itu adalah tekanan dari Liga Premier Inggris yang sangat mengandalkan fisik untuk melalui pertandingan.

“Dia perlu meningkatkan kondisi fisiknya supaya lebih baik, sebab Liga Premier Inggris punya tuntutan tersebut, dan dia punya kesempatan yang banyak untuk secara langsung menyaksikan betapa kuat fisiknya ketika dia menjalani pertandingan, bahkan saat berlatih, pemain macam Jaap Stam dan Roy Keane,"

“Kami juga bakal menyaksikannya bekerja keras setiap hari untuk meningkatkan potensinya dalam mengambil tendangan bebas, dan dia selalu memberi tahu kami mengenai sesuatu yang sudah dia saksikan di sebuah tempat, dan dia lalu berusaha menyempurnakan, setelah itu dia bakal berlatih kembali tanpa berhenti hingga dia melakukannya.

Sir Alex Ferguson Khawatir Ronaldo Terlalu Kecapekan

Ronaldo Pernah Dimarahi Sir Alex Ferguson Karena Tidak Berhenti Latihan (Beritasatu.com)

Nicky Butt kemudian bercerita bahwa manager MU ketika itu, Sir Alex Ferguson sering meminta Ronaldo untuk berhenti latihan, sebab ia khawatir hal itu bakal membuatnya terlalu kecapekan.

Baca Juga MU Jarang Clean Sheet - Varane Mengatakan Masih Proses Saling Memahami

“Dia merupakan sosok terakhir yang meninggalkan tempat latihan. Faktanya, Anda tidak dapat menyuruhnya keluar dari tempat latihan ketika dia berlatih terus menerus meningkatkan tekniknya, sebab kami semua keluar dari lapangan, dan dia malah membawa banyak bola untuk meningkatkan teknik itu," kata Butt.

Baca juga Jesse Lingard Adalah Super Sub Baru Manchester United

“Kami menjalani makan siang di kantin, dan segera pulang ke rumah, dan Anda dapat mendengar suara Sir Alex berteriak keras di lapangan latihan pada jam dua atau tiga sore, berteriak kepada Ronaldo bahwa sudah saatnya untuk berhenti, sebab 'kita akan melakukan pertandingan dalam dua hari - stop untuk saat ini'!"

Sumber referensi: The Sun.