Rujak Cingur Ahmad Jais, Populer dari tahun 70an di Surabaya

Salah satu kuliner legendaris di Surabaya ialah Rujak Cingur Ahmad Jais. Rujak Cingur ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Rujak Cingur Ahmad Jais menjadi langganan para tokoh terkenal Indonesia. Simak pembahasan Rujak Cingur Ahmad Jais di bawah ini.

Rujak Cingur Ahmad Jais, Populer dari tahun 70an di Surabaya
Rujak Cingur Ahmad Jais, Populer dari tahun 70an di Surabaya
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Salah satu kuliner legendaris di Surabaya ialah Rujak Cingur Ahmad Jais. Rujak Cingur ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Rujak Cingur Ahmad Jais menjadi langganan para tokoh terkenal Indonesia. Simak pembahasan Rujak Cingur Ahmad Jais di bawah ini.

Makanan yang ini benar-benar unik dan sudah jadi icon kota Surabaya dari dahulu. Kombinasi sayur, buah, tahu dan tempe dengan potongan cingur sapi yang kenyal, yang di-topping bumbu petis yang nikmat, membuat hidangan ini sering dicari pemburu kulineran dari beragam wilayah.

Rujak cingur ialah makanan tradisional ciri khas Surabaya yang memakai cingur sebagai salah satunya berbahan, selain bermacam sayur dan buah-buahan seperti kangkung, toge, bengkuang dan ketimun.

Rujak Cingur Ahmad Jais, Populer dari tahun 70an di Surabaya

Potongan tahu goreng dan tempe kering terlihat tersisip salah satunya saat sebelum diguyur dengan bumbu rujak warna hitam pekat olahan kacang dan bumbu petis yang beraroma ciri khas, hasil ulekan Ny. Ng Giok Tjoe yang mulai jualan rujak cingur ini semenjak tahun 70an.

Baca Juga : Gudeg Bromo, Rekomendasi Gudeg Pedas Kuliner Malam Jogja

Rujak Cingur Ahmad Jais, Populer dari tahun 70an di Surabaya (foto; petualang.travelingyuk.com)

Sedapnya Bumbu Rujak Cingur Ahmad Jais 

Yang membuat spesial dari Rujak Cingur Ahmad Jais, pertama terang bumbunya, wangi petisnya telah memikat dengan gabungan rasa asam, manis dan sedikit rasa pedas yang temani segarnya bermacam sayur dan buah.

Paling penting tentu saja ialah sajian cingurnya. Daging cingurnya banyak, bersih tanpa berbau amis dengan kekenyalan yang cocok, tidak keras juga tidak terlampau lunak. Satu jatah yang terhidang di Rujak Cingur Ahmad Jais ini sangat banyak, cukup untuk berdua.

Dalam satu porsi rujak petis ini bakal ada beberapa bahan seperti ketimun, nanas, pencit, kedongdong, nanas, cingur, sayur mayur dan tidak ketinggal lontong. Kombinasi beberapa bahan yang begitu nikmat dalam satu porsi rujak cingur

Untuk minumnya coba minuman ciri khas pada tempat ini: Sari Dele atau Cingcau Hitam. Minuman yang dihidangkan dingin ini beri kesegaran kerongkongan di tengah-tengah udara kota Surabaya yang panas. Sari dele ini sama dengan susu kedelai yang mempunyai cita-rasa yang unik. Cingcaunya pantas diadu.

Baca Juga : Gudeg Pawon, Sensasi Makan Gudeg Jogja Langsung dari Dapur

Sejarah Rujak Cingur Ahmad Jais

Warung makan di teritori Ahmad Jais sebagai satu Warung rujak cingur yang telah terkenal semenjak 1970. Sebagai usaha makanan tradisionil yang diatur oleh masyarakat Tionghoa, Warung rujak cingur Ahmad Jais sudah dikelola oleh generasi ketiga.

Awalnya bukanya Warung ini cukup unik. Sekitaran tahun 70-an itu kami satu keluarga kerap mendapatkan kiriman cingur dari seorang sehari-harinya.

Lalu kebingungan ingin diapakan karena kebanyakan. Selanjutnya mulai ada kemauan untuk buka warung yang jual rujak cingur. Rupanya dari hasil racikan keluarga banyak yang menyukai. Faktanya dapat bertahan sampai saat ini di angkatan ke-3  yang dipercayai meneruskan usaha makanan ini.

Konsisten menjaga kualitas memang jadi kunci yang membuat usaha ini masih tetap bertahan dan jadi hebat of mind Rujak Cingur di Surabaya.

Baca Juga : Gado-gado Bon Bin Rasa Legendaris Tahun 60an

Rujak Cingur Ahmad Jais, Populer dari tahun 70an di Surabaya (foto; koran-jakarta.com)

Foto selebriti dan petinggi yang bergantung pada dinding menjadi satu diantara bukti jika Rujak Cingur Ahmad Jais ini harus anda menjadikan tujuan rekreasi kulineran bila bertandang ke kota Surabaya.

Warung Rujak Cingur Ahmad Jais pendirinya ialah figur yang namanya Lim Sian Neo, seorang ibu rumah-tangga turunan Tionghoa yang mengawali upayanya pada tahun 1970.

Awalnya ceritanya, waktu itu Lim sering dikunjungi oleh penjual cingur keliling yang dari Madura. Kebenaran, sang penjual cingur itu tunanetra. Bermula dari kasihan, Lim nyaris tiap hari beli cingur dari penjual itu.

Sampai pada akhirnya dia kebingungan cingur itu dibikin apa. Dari situlah ada gagasan untuk membikin rujak cingur yang disebut kulineran ciri khas Surabaya.

Warung sederhana dibuka di dalam rumah yang ditempati bersama dengan keluarga besarnya sampai saat ini. Di beberapa tahun awalnya membuka, harga dari rujak cingur ini telah di atas rerata.

Nyaris 2 tahun jualan, Lim terserang bencana, tangannya patah karena jatuh. Dia tidak lagi dapat memakai tanganya untuk mengulek bumbu rujak cingur dan diganti oleh Ng Giok Cu. Karena hal itu, banyak pula yang mengatakan bila usaha rujak cingur ini dibangun oleh Ng Giok Cu yang disebut anak Lim.

Satu porsi rujak akan dibandrol harga range Rp70 beberapa ribu. Bahkan juga pernah seporsinya mencapai harga Rp100 ribu, kemudian harganya turun kembali karena banyak hal.

Walau dapat disebut harga demikian fenomenal, tetapi tidak menurunkan ketertarikan beberapa konsumen untuk coba kesedapannya. Makin kesini, semakin banyak juga pembelinya yang ingin tahu dengan kenikmatan rujak cingur Ahmad Jais ini.

Baca Juga : Mie Koclok Mas Edi Cirebon, Penemu Kuliner Legendaris Sejak 1945

Nah itu tadi ulasan singkat tentang Rujak Cingur Ahmad Jais, Populer dari tahun 70an di Surabaya. Simak juga artikel menarik lain tentang empal gentong, mie koclok mas Edi, ketoprak Japar, coto Makassar, dan ikan bakar di halaman utama. Selamat membaca!