Sejarah Inter Milan - Raksasa Italia Yang Tengah Bangkit

Sejarah Inter Milan - Raksasa Italia Yang Tengah Bangkit. Nerazzurri adalah salah satu tim terbaik Italia dan Eropa.

Sejarah Inter Milan - Raksasa Italia Yang Tengah Bangkit
Sejarah Inter Milan - Raksasa Italia Yang Tengah Bangkit
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Sejarah Inter Milan - Raksasa Italia Yang Tengah Bangkit. Nerazzurri adalah salah satu tim terbaik Italia dan Eropa. Simak perjalanan sejarah mereka di bawah ini.

Inter Milan, atau Internazionale Milano Football Club, merupakan tim sepak bola profesional asal Italia yang berada di kota Milan. 

Nerazzurri (julukan mereka) merupakan satu-satunya klub Italia yang belum pernah degradasi ke Serie B Sementara itu, semua rival mereka, termasuk Juventus, pernah merasakan pahitnya bermain di kasta bawah.

Inter berdiri di tahun 1908 oleh beberapa orang yang memisahkan diri dari Milan Cricket and Football Club (saat ini populer dengan nama AC Milan) yang menginginkan klub mereka bisa lebih terbuka dengan kedatangan pemain asing. Kapten pertama Inter, Hernst Marktl, merupakan orang Swiss. 

Inter meraih trofi liga Italia pertama mereka di tahun 1910. Tim berwarna jersey biru hitam tersebut, sejauh ini (tahun 2022) meraih 19 Scudetto.

Gelar tersebut termasuk 5 gelar yang mereka raih berturut-turut dari 2005–06 (musim pertama mereka juara, sebelumnya Juventus dinyatakan juara, namun gelar mereka dicopot karena terlibat dalam skandal pengaturan skor) hingga 2009-10. 

Pada tahun 2010, Inter menjadi klub pertama asal Italia pertama yang meraih treble winners. Saat itu mereka meraih trofi kompetisi divisi teratas (Kejuaraan Serie A), Coppa Italia, dan kompetisi antar klub Eropa (Liga Champions) dalam 1 musim. Sebuah hal yang mereka banggakan, sebab rival-rival mereka belum pernah merasakannya. 

Dalam kompetisi internasional, klub ini sudah meraih 3  Piala Eropa/Liga Champions (1964, 1965 dan 2010), dua gelar Piala Antarklub Antarbenua (dengan mengalahkan Independiente Argentina pada tahun 1964 dan 1965) dan tiga Piala Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA). sekarang Liga Eropa UEFA, 1991, 1994 dan 1998).

Inter berbagi stadion kandang mereka, Stadion San Siro (1926), dengan rival terbesar mereka, AC Milan. 

Pertandingan pertama yang dimainkan di San Siro merupakan laga yang mempertemukan antara 2 klub asal kota Milan. Saat itu Inter berhasil menekuk AC Milan dengan skor telak, 6-3. 

Pada musim selanjutnya, Giuseppe Meazza, pemain yang kemudian menjadi legenda klub, memainkan laga debutnya untuk Inter. Sedangkan laga terakhir yang ia mainkan adalah di tahun 1947. Setelah penyerang legendaris tersebut telah menghasilkan 287 gol untuk Nerazzurri dalam 408 pertandingan. 

Di tahun 1980, 1 tahun pasca wafatnya Meazza, stadion itu berganti nama secara resmi untuk menghormati pemain yang juga pernah bermain untuk AC Milan dan Juventus tersebut, walaupun masih lebih populer dengan nama San Siro.

Perjalanan Inter (1960-1967)

Pada tahun 1960 manajer Helenio Herrera pindah dari Barcelona ke Inter, ditemani oleh gelandangnya Luis Suárez, yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa pada tahun yang sama untuk perannya dalam kompetisi La Liga dan Fairs Cup. Dia kemudian menjadikan Inter salah satu tim terbaik di Eropa. 

Dia memodifikasi taktik 5-3-2 yang dikenal sebagai "Verrou" ("gerbang pintu") yang menciptakan lebih banyak fleksibilitas untuk melakukan serangan balik. Sementara itu, sistem catenaccio ditemukan oleh pelatih asal Austria, Karl Rappan.

Sistem asli Rappan diimplementasikan dengan empat bek yang solid, yang memainkan sistem penjagaan ketat pemain-ke-pemain, ditambah seorang playmaker di tengah lapangan yang memainkan bola bersama dua sayap lini tengah.

Herrera lalu menyesuaikannya dengan menambahkan bek kelima, dengan diisi penyapu atau libero di belakang dua bek tengah. Seorang penyapu atau libero akan menangani semua penyerang yang melewati dua bek tengah. 

Inter finis ketiga di Serie A di musim pertama mereka, kedua di tahun berikutnya dan pertama di musim ketiga mereka. Ini diikuti oleh kemenangan Piala Eropa berturut-turut pada tahun 1964 dan 1965, yang membuatnya mendapatkan gelar "il Mago" ("pesulap"). 

Skuad Herrera adalah bek tengah Tarcisio Burgnich dan Giacinto Facchetti, sweeper Armando Picchi, playmaker Suárez, pemain sayap Jair, gelandang kiri Mario Corso dan Sandro Mazzola, yang bermain di kanan dalam.

Pada tahun 1964, Inter melangkah ke partai semifinal Eropa Cup dengan menumbangkan Borussia Dortmund, dan Partizan di perempat final. Di laga final, mereka menghadapi Real Madrid, tim yang telah mencapai tujuh dari sembilan final sejauh ini.

Mazzola mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1, kemudian tim memenangkan Piala Interkontinental melawan Independiente. 

Setahun kemudian, Inter mengulangi kesuksesan itu dengan mengalahkan pemenang dua kali Benfica di final yang diadakan di kandang sendiri, melalui gol yang dicetak oleh Jair, dan sekali lagi melawan Independiente di Piala Interkontinental.

Pada tahun 1967, dengan keluarnya Jair dan Suárez yang cedera, Inter kalah di final Piala Eropa dengan skor 2-1 dari Celtic. Tahun itu klub berubah nama menjadi Football Club Internazionale Milano.

Prestasi Selanjutnya (1967-1991)

Sejarah Inter Milan - Raksasa Italia Yang Tengah Bangkit (tumblr.com)

Setelah era keemasan tahun 1960-an, Inter meraih gelar liga kesebelas mereka di tahun 1971 dan gelar liga kedua belas mereka pada tahun 1980. Inter kalah di final Piala Eropa untuk kedua kalinya dalam lima tahun, salah satunya kalah 0-2 dari Ajax melalui 2 gol Johan Cruijff pada 1972.

Pada tahun 1970-an dan 1980-an, Inter menambahkan dua gelar Coppa Italia, yaitu pada tahun 1977-78 dan 1981 -82.

Hansi Müller (1975-1982 VfB Stuttgart, 1982-1984 Inter Milan) dan Karl-Heinz Rummenigge (1974-1984 Bayern Munich, 1984-1987 Inter) merupakan 2 pemain legendaris Inter.

Diperkuat oleh duo Jerman Andreas Brehme dan Lothar Matthäus, serta Ramón Díaz dari Argentina, Inter merebut gelar Serie A pada tahun 1989.

Inter tidak dapat mempertahankan gelar mereka meskipun menambahkan Jürgen Klinsmann dari Jerman ke dalam skuad dan memenangkan Supercoppa Italiana pertama mereka di awal musim kompetisi.

Prestasi Inter Milan Turun Naik 1991-2004

Tahun 1990-an merupakan masa frustasi. Sedangkan lawan tangguh mereka Milan dan Juventus menikmati masa kejayaan di dalam negeri maupun di Eropa, sementara Inter tengah terpuruk, dengan hasil yang tidak menggembirakan di Liga Italia.

Musim terburuk mereka terjadi pada 1993-94 pada saat mereka cuma finis satu peringkat di atas zona degradasi.

Meski demikian, mereka meraih sejumlah kesuksesan di Eropa dengan memenangkan tiga Piala UEFA di tahun 1991, 1994 dan 1998.

Massimo Moratti datang dan mengakuisisi klub dari Ernesto Pellegrini pada tahun 1995. Setelah itu Inter 2 kali mematahkan rekor transfer dunia sepanjang periode tersebut (£ 19,5 juta untuk Ronaldo Nazario dari Barca di musim panas 1997, dan £ 31 juta untuk mengakuisisi Christian Vieri dari Lazio 2 musim kemudian). 

Akan tetapi, di tahun 1990-an, mereka tidak memenangi Liga Italia Serie A sama sekali, dan menjadi dekade yang buruk untuk klub biru hitam.

Tidak mudah untuk para suporter Nerazzurri untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab terutama di periode sulit tersebut, dan hal ini menyebabkan hubungan yang tidak harmonis antara mereka dan ketua, manajer dan juga sejumlah pemain.

Moratti lalu menjadi orang yang banyak dihujat oleh penggemar, terutama saat ia memberhentikan pelatih Luigi Simoni yang disukai oleh suporter, setelah hanya menangani Inter di sejumlah pertandingan musim 1998-99, setelah mendapat penghargaan Manajer Terbaik Italia untuk 1998 sehari sebelum pemecatannya.

Sejarah Inter Milan - Raksasa Italia Yang Tengah Bangkit (Voi.id)

Musim tersebut, Nerazzurri gagal lolos ke kejuaraan antar klub Eropa untuk kali pertama dalam hampir satu dekade, setelah menyelesaikan kompetisi di peringkat kedelapan.

Musim selanjutnya, Moratti merekrut mantan pelatih Juventus Marcello Lippi, dan mendatangkan pemain kelas dunia, seperti Angelo Peruzzi dan Laurent Blanc bersama mantan pemain Juventus lainnya Vladimir Jugovic dan Vieri. 

Tim tersebut hampir meraih kesuksesan di kompetisi dalam negeri, dan hal itu merupakan yang pertama mereka sejak 1989 pada saat mereka melangkah ke final Coppa Italia namun takluk oleh Lazio.

Gejolak Inter berlanjut hingga musim berikutnya, kalah dalam laga Supercoppa Italiana 2000 melawan Lazio 4-3 setelah awalnya memimpin pertandingan melalui gol dari pemain anyar, Robbie Keane. 

Mereka juga terdepak dari fase kualifikasi Liga Champions oleh wakil Swedia, Helsingborgs IF. Saat itu, bintang mereka Alvaro Recoba gagal melakukan eksekusi penalti di akhir laga. 

Lippi terpaksa diberhentikan setelah cuma menangani satu laga di awal musim, menyusul kekalahan pertama Inter di Serie A dari tim papan bawah, Reggina. 

Marco Tardelli, yang ditunjuk sebagai suksesor Lippi, tidak berhasil meningkatkan performa tim, dan dikenang oleh suporter Inter sebagai pelatih yang kalah 6-0 dalam laga derby menghadapi tim satu kota, AC Milan. 

Sosok lain dari "personil" Inter yang menerima dampak buruk selama periode tersebut adalah Fabio Cannavaro dan Vieri, restoran mereka berdua yang berlokasi di Milan dirusak oleh penggemar setelah kalah dari laga derby.

Pada tahun 2002, Inter tidak hanya melaju ke semi final Piala UEFA, tetapi hanya tersisa 45 menit untuk merebut Scudetto ketika mereka harus mempertahankan keunggulan satu gol atas Lazio. Inter memimpin 2-1 setelah 24 menit. 

Lazio menyamakan kedudukan di injury time di babak pertama dan kemudian mencetak dua gol lagi di babak kedua untuk meraih kemenangan, yang akhirnya membantu Juventus memenangkan kejuaraan. Musim berikutnya, Inter finis kedua di liga dan juga melaju ke semi final Liga Champions 2002–03 melawan Milan, kalah dengan aturan gol tandang.

Kebangkitan Inter Milan Era 2004-2011

Ketika Juventus diterpa skandal Calciopoli, maka saat itu merupakan masa kebangkitan Inter Milan. Gelar Juve dicopot pada musim 2005/2006 dan diberikan kepada Nerazzurri.

Pada musim berikutnya, Juve dipaksa degradasi ke Serie B sebagai hukuman atas skandal tersebut. Pada musim itu Nerazzurri melenggang menuju trofi scudetto. Begitu pula dengan musim-musim selanjutnya, mereka nyaris tak tertandingi di Liga Italia.

Puncaknya, pada tahun 2010, mereka meraih trofi Liga Champions di benua biru, di bawah kepelatihan Jose Mourinho.

Inter Milan Kembali Menancapkan Tonggak Kesuksesan Tahun 2020-2021

Sejarah Inter Milan - Raksasa Italia Yang Tengah Bangkit (sportstars.id)

Setelah hampir satu dekade tak pernah mencicipi trofi, termasuk scudetto, Nerazzurri melakukan pembenahan di semua lini, baik pelatih hingga pemain.

Mereka kemudian mendatangkan Antonio Conte yang sebelumnya pernah sukses bersama Juventus dan Chelsea.

Hasilnya, Inter Milan mampu meraih juara scudetto untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, sekaligus mematahkan dominasi Juventus selama hampir satu dekade.