Sinopsis Film Blood Red Sky (2021), Upaya Seorang Vampir Menggagalkan Pembajakan Pesawat

Nadja kembali harus menyuntikan sebuah obat tak lama pesawat lepas landas. Begitu kembali ke tempat duduknya, sekelompok pembajak mulai beraksi membuat kacau seisi pesawat. Mereka mulai mengancam semua penumpang dan bahkan tak segan melukai penumpang.

Sinopsis Film Blood Red Sky (2021), Upaya Seorang Vampir Menggagalkan Pembajakan Pesawat
jasa backlink pbn

Mengusung genre Action, Thriller, Film Blood Red Sky asal Inggris – Jerman karya sutradara Peter Thorwarth Telah resmi rilis pada 23 Juli 2021 oleh Netflix. 

Film Blood Red Sky dengan skenario yang ditulis Peter Thorwarth dan Stefan Holtz ini berdurasi 2 jam 1 menit. Diproduksi oleh Rat Pack Filmproduktion dan di bintangi oleh Peri Baumeister, Carl Anton Koch, juga Roland Møller.

Menceritakan seorang ibu yang akan kita (sebagai penonton) kira mengalami masalah kesehatan serius karena terlihat harus ketergantungan dengan obat. Keadaan ibu itu membuat ia dan anak lelakinya harus terbang dari Jerman ke New York menumpang pesawat. Naas, di atas langit, ada kejadian tak terduga yang membahayakan banyak nyawa.

 

Baca Juga :Sinopsis Film The Curse of La Llorona (2019) Terjebak Dalam Alam Supranatural

 

Sinopsis Blood Red Sky

Film dimulai dengan mendaratnya sebuah pesawat penumpang jumbo jet TransAtlantic dengan nomor penerbangan 473 mendarat di sebuah landasan udara militer di Skotlandia, namun pendaratan tersebut bukan pendaratan seperti biasa. Ratusan personel kepolisian dan militer setempat mendampingi pendaratan pesawat tersebut.

Begitu pesawat mendarat, hanya terlihat seorang anak kecil yang masih dalam keadaan shock dan tidak bisa diajak komunikasi. Anak tersebut lantas dibawa untuk diamankan sedangkan para pihak berwenang menganalisis apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat tersebut. Lantas kita akan dibawa pada kejadian sebenarnya.

Nadja (Peri Baumeister) merupakan seorang janda. Ia tinggal bersama anak lelakinya, Elias (Carl Anton Koch) di Jerman. Ia mengidap suatu penyakit yang akan penonton kira sebagai Leukimia. Untuk penyembuhannya, ia lantas bergegas berangkat ke New York untuk bertemu seorang dokter ternama yang sudah menunggunya disana.

Nadja, Elias dan ratusan penumpang lainnya akhirnya menumpang pesawat penumpang TransAtlantic 473 guna bertolak dari Jerman dengan tujuan New York non-stop. Semua berjalannya sesuai rencana. Elias mendaftarkan bagasi lebih dulu sehingga Nadja yang sedang ‘sakit’ tidak usah menunggu lama. 

Selama menunggu di bandara, Elias bertemu dengan seorang ilmuwan yang akan mengunjungi sebuah konferensi di US bernama Farid (Kais Setti). Farid langsung akrab dengan Elias, hal tersebut terlihat oleh Nadja yang lantas menjemput anaknya tersebut karena khawatir malah mengganggu Farid.

Begitu semua penumpang sudah boarding, pesawat langsung take off. Nadja kembali harus menyuntikan sebuah obat tak lama pesawat lepas landas. Begitu kembali ke tempat duduknya, sekelompok pembajak mulai beraksi membuat kacau seisi pesawat. Mereka mulai mengancam semua penumpang dan bahkan tak segan melukai penumpang.

Kepala dari operasi pembajakan ini adalah Berg (Dominic Purcell), ia mengarahkan semua anggotanya berikut salah satu co-pilot pesawat tersebut untuk memulai aksinya. Tebusan mereka adalah uang, begitu uang sudah di transfer, mereka akan melompat dari pesawat dan sengaja membuat seolah-olah itu adalah misi bunuh diri sekelompok teroris timur tengah.

 

Baca Juga :Sinopsis Film Black Beach (2021), Upaya Seorang Eksekutif Menjaga Nama Baik Pengusasa

 

Elias yang ketakutan akhirnya mencoba kabur ke galley yang langsung dikejar oleh Nadja. Gerakan dadakan itu membuat Nadja ditembak oleh salah satu teroris yang dikenal maniak. Elias menjerit melihat ibunya sekarat, ia lantas dibawa pergi oleh anggota teroris lainnya untuk kembali ke tempat duduk. 

Nadja yang sedang menghadapi maut mulai mengalami flashback ketika ia masih bersama Nikolai suaminya. Tak lama setelah itu, Nadja kembali terbangun dan beberapa luka tembak mulai pulih. Nadja pun segera turun ke bagian kargo pesawat untuk bersembunyi, di sana ia melihat salah satu anggota teroris yang sedang menyiapkan bahan ledak.

Begitu Nadja akan menyuntikan obatnya supaya keadannya lebih baik, ia tiba-tiba mengurungkan niatnya. Nadja kemudian mulai berubah menjadi sosok vampir mengerikan. Tak kuat menahan rasa ‘haus’nya, ia kemudian menyantap dua ekor anjing yang ada di kargo pesawat. Hal itu lantas diketahui oleh teroris yang ada bersamanya. Nadja pun menyerang.

Begitu rasa hausnya sudah terpenuhi, Nadja lantas membunuh hingga tewas teroris yang ia santap supaya ia tidak bangun dan menjadi vampir jahat sepertinya. Nadja kembali ke kabin untuk bertemu anaknya. Sedangkan Berg dan sisa kelompok lainnya turun ke bagian kargo untuk melarikan diri namun betapa kagetnya mereka saat tahu ada anggotanya yang tewas.

Nadja mulai memprovokasi penumpang lainnya untuk mengambil alih penumpang karena pilot sudah tewas dibunuh. Ia, Elias dan salah satu penumpang yang bisa menerbangkan pesawat mulai membuat pesawat memutar balik untuk mendarat.

Hal ini diketahui oleh para teroris yang ada dibawah. Mereka pun lantas kembali ke kabin dan mengancam untuk membunuh satu per satu penumpang kalau Nadja tidak mau membuka kokpit.

Nadja yang tersudut lantas membuka pintu dan menyerang para teroris tersebut membuat semua orang di pesawat kaget melihat wujud Nadja sebenarnya. Salah satu anggota teroris bernama Eightball (Alexander Scheer) berhasil melumpuhkan Nadja dan mengambil darahnya, setelah itu ia menyuntikkan darah Nadja pada dirinya dan membuat ia menjadi vampir.

Keadaan makin semrawut, ketika Eightball mulai menyerang penumpang dan teman-teman anggota teroris lainnya. Akhirnya satu isi pesawat berubah menjadi vampir karena saling serang, Nadja langsung mengamankan Elias kembali ke kokpit bersama Farid yang tangannya sudah ‘buntung’ akibat diselamatkan oleh Nadja begitu ia tergigit vampir.

Nadja yang tak bisa mengontrol dirinya lagi lantas kabur kembali ke kargo. Elias yang tak ingin kehilangan ibunya langsung mengikutinya. Elias sempat mengambil detonator bom yang sudah disiapkan teroris sebenarnya. Melihat Elias hampir diserang, Nadja pun menyerang Eightball hingga tewas. Setelah itu Nadja kembali menghindari dari anaknya.

Kisah pun kembali ke cerita awal, dimana pesawat akhirnya berhasil mendarat. Namun Farid yang berhasil mendaratkan pesawat tersebut tidak bisa keluar karena ia dalam interogasi mengingat tim darat mengetahui kalau pesawat telah dibajak. Farid menceritakan sejujurnya namun tidak dipercaya oleh militer. Mereka malah memaksa masuk ke pesawat.

Bisa ditebak kan apa yang terjadi, semua vampir mulai keluar satu per satu. Beruntung, Elias yang sudah lebih dulu diamankan masih memegang detonator. Ia menekan detonator dan membuat pesawat meledak meski ia tahu disana ada Ibunya. Farid berhasil diselamatkan sebelum Elias meledakan pesawat yang menghabisi semua vampir yang ada.