Sinopsis Film Broken Hearts Gallery (2020), Meresapi Patah Hati

Di sepanjang jalan Lucy mencurahkan isi hatinya. Dia juga menceritakan kejadian yang dialaminya tadi, yaitu ketika Lucy diminta Eva untuk bicara di depan umum. Guna menaikkan percaya dirinya, sebelum bicara Lucy meminum beberapa gelas alkohol.

Sinopsis Film Broken Hearts Gallery (2020), Meresapi Patah Hati
jasa backlink pbn

Mengusung genre Drama, Romance, Comedy, Film Broken Hearts Gallery asal Amerika karya sutradara Natalie Krinsky telah rilis perdana pada 11 September 2020.

Film Broken Hearts Gallery dengan durasi 1 jam 48 menit ini diproduksi oleh TriStar Pictures, Stage 6 Films, No Trace Camping, Telefilm Canada, Ontario Create dan di perankan oleh Gelardine Viswanathan, Dacre Montgomery, Utkarsh Ambudkar, juga Molly Gordon.

Mengisahkan Tentang Lucy yang tak bisa membuang barang-barang mantannya. Alhasil kamarnya dipenuhi barang-barang tak penting. Suatu hari dia tak sengaja bertemu Nick. Lalu bersamanya ide untuk membuka Galeri Patah Hati mulai diwujudkan.

 

Baca Juga :Sinopsis Film Timmy Failure: Mistakes Were Made (2020), Aksi Seorang Bocah dan Beruang Kutub Yang Jadi Detektif

 

Sinopsis Film Broken Hearts Gallery

Lucy Gulliver (Geraldine Viswanthan) remaja punya kebiasaan menyimpan barang-barang kenangan bersama mantan kekasih. Barang yang dia simpan sudah pasti tidak terlalu penting, seperti bebek karet berwarna kuning yang kecil atau ban sepeda, tapi Lucy menghargai kenangannya. Alhasil kamarnya penuh dengan barang-barang kecil yang memakan banyak tempat.

Lucy kini bekerja bersama Eva Woolf (Bernadette Peters), seorang pemilik galeri paling terkenal di New York. Dia juga tengah menjalin kasih dengan Max Vora (Utkarsh Ambudkar) dan terlihat bahagia karena Max sosok yang dewasa serta bisa mengayominya. Sayang 12 jam kemudian, perempuan itu terlihat menangis di pinggir jalan.

Saat sedang berdiri di pinggir jalan dalam keadaan kalut, sebuah mobil berhenti di depannya. Tanpa pikir panjang Lucy langsung masuk menaikinya padahal itu adalah mobil pribadi, bukan taksi. Pemilik mobil, seorang lelaki, sudah menjelaskannya dan meminta perempuan itu segera keluar, tapi Lucy tak mau peduli dan terus mengoceh.

Merasa kasihan karena perempuan itu tampak kacau, pengemudi mobil akhirnya mengalah dan mau mengantar pulang. Di sepanjang jalan Lucy mencurahkan isi hatinya. Dia juga menceritakan kejadian yang dialaminya tadi, yaitu ketika Lucy diminta Eva untuk bicara di depan umum. Guna menaikkan percaya dirinya, sebelum bicara Lucy meminum beberapa gelas alkohol.

Benar saja, karena pengaruh alkohol, Lucy bicara tak karuan. Keadaan diperparah ketika dia melihat Max didekati seorang perempuan dan tampak menyambutnya. Selepas membuat keributan Max menemui Lucy di luar gedung. Secara tersirat lelaki itu mengatakan bahwa Lucy bukan wanita yang dia cari. Malangnya, Lucy juga dipecat dari pekerjaan karena ulahnya yang memalukan.

Sang pemilik mobil yang mendengar curhatan Lucy mengatakan bahwa keadaan akan lebih baik tanpa Max. Tak lama Lucy menerima telepon dari supir taksi online yang dia pesan. Barulah akhirnya Lucy sadar bahwa mobil yang dia tumpangi bukan sebuah taksi.

Alih-alih berterima kasih dan malu, Lucy kembali mengacau dengan berteriak seolah hendak diculik. Pengemudi mobil yang diketahui bernama Nick (Dacre Montgomery) hanya tersenyum kecut. Beberapa hari Lucy tak beranjak dari tempat tidur. Dua temannya, setuju untuk membuang semua barang mantan yang disimpan Lucy. Pasalnya karena benda di masa lalu itulah, Lucy tak bisa menjalin hubungan yang serius di masa sekarang dan masa depan.

 

Baca Juga :Sinopsis Film Oxygen (2021), Elizabeth Hansen Terjebak Dalam Pod Yang Menuju Galaksi Lain

 

Lucy keberatan karena menurutnya masa lalu penuh dengan kenangan dan bahagia. Amanda dan Nadine bersikeras karena keduanya mencemaskan Lucy. Lagipula membuang barang-barang tersebut bukan berarti membuang kenangan. Akhirnya, berkat bujukan Amanda dan Nadine, Lucy mengizinkan mereka membuang beberapa barang.

Saat Lucy membawa beberapa barang mantannya yang gagal dia jual ke sebuah toko, dia berpapasan dengan Max dan perempuan yang dia lihat beberapa hari lalu. Dengan membawa kantung keresek berukuran besar, Lucy masuk ke restoran yang dimasuki Max dan teman perempuannya. Namun, waiters yang melihatnya, mencoba mencegah.

Ketika keduanya mulai menimbulkan keributan, Nick yang kebetulan ada di sana, menengok ke arah Lucy. Melihat ada Nick di sana, pengemudi mobil yang beberapa malam lalu mengantarnya pulang, Lucy langsung berlagak sok akrab. Daripada membuat keributan, Nick secara tiba-tiba membawa Lucy ke luar lalu pergi.

Lucy sama sekali tak bisa tenang. Dia terus bicara dengan nada tinggi hingga menarik perhatian seorang perempuan lainnya. Mengira ada pemukulan, perempuan tersebut langsung menghajar Nick. Merasa bersalah, Lucy terus mengikuti Nick. Kini keduanya sudah ada di hotel butik milik Nick yang terlihat belum jadi dan masih sangat berantakan.

Nick kemudian bercerita bahwa dia membangun hotel butik tersebut sesuai seperti tempat yang dia gemari saat di New York. Sayangnya walau sudah menghabiskan uang banyak dan waktu yang tak sebentar, rencananya berantakan. Mereka kini terlihat mulai akrab dan banyak ngobrol. Hingga Nick memeriksa keresek besar yang dibawa Lucy.

Lelaki itu terkejut karena di sana hanya ada benda-benda tak penting. Dia langsung berpendapat bahwa Lucy adalah penimbun yang menginginkan bukti atas hubungan yang pernah dijalani. Nick kemudian mengajukan pertanyaan retoris bahwa apakah Lucy takut tak ingat pada orang-orang yang pernah dia kencani sehingga harus menyimpan semua barang tersebut?

Nick lantas menyarankan Lucy untuk menyimpan barang-barang tersebut di tempatnya saja. Sejurus kemudian dia menggantungkan dasi milik Max yang dibawa-bawa Lucy ke sebuah paku. Seketika Lucy mendapat sebuah ide lalu mulai menyoreti dinding dengan tulisan yang kurang lebih berbunyi, “Galeri patah hati. Tinggalkan patah hatimu di sini!”

Esok paginya secara mengejutkan Nick sudah ada di tempat Lucy. Lelaki itu ingin segera menunjukkan sesuatu mengenai “galeri” yang semalam mereka buat. Di sana, Lucy dikenalkan pada Marcos (Arturo Castro), sahabat Nick yang sedang kebingungan mencari biaya karena persalinan istrinya sebentar lagi.

Lucy kemudian mengatakan ide gila bahwa dirinya bisa mengerjakan ‘galeri’ patah hati di boutique hotel milik Nick. Dia bersedia memasang ubin hingga menggergaji atau apa pun. Nick menolak ida gila itu tapi Marcos tampak lebih terbuka karena itu berarti ada tambahan tenaga gratis. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya?