Sinopsis Film Firefly Lane (2021), Drama Persahabatan Kate Dan Tully

Keduanya sudah bersahabat sejak remaja. Tumbuh bersama dengan latar belakang keluarga yang berbeda tidak menghalangi keseruan dan kejujuran mereka sebagai dua sahabat yang saling memahami.

Sinopsis Film Firefly Lane (2021), Drama Persahabatan Kate Dan Tully
jasa backlink pbn

Mengusung genre Drama, Film Firefly Lane asal Amerika karya sutradara Peter O’Fallon, Anne Wheeler, Vanessa Parise, Fred Gerber, juga Lee Rose Telah rilis pada 3 Februari 2021.

Film Firefly Lane dibuat oleh Maggie Friedman untuk Netflix, Serial ini didasarkan pada novel dengan judul yang sama oleh Kristin Hannah. Diproduksi oleh Stephanie Germain Productions, Curly Girly Productions dan di perankan oleh beberapa aktor ternama yaitu Katherine Heigl, Ali Skovbye, Sarah Chalke, juga Ben Lawson.

Mengisahkan Jika dua perempuan sudah bersatu, mereka tidak membutuhkan siapa pun! Kurang lebih seperti itu Tully menggambarkan hubungan persahabatannya dengan Kate. Keduanya sudah bersahabat sejak remaja. Tumbuh bersama dengan latar belakang keluarga yang berbeda tidak menghalangi keseruan dan kejujuran mereka sebagai dua sahabat yang saling memahami.

 

Baca Juga :Sinopsis Film Dirty John: The Betty Broderick Story

 

Sinopsis Firefly Lane

Tully Hart (Katherine Heigl) adalah seorang pembawa acara terkenal di salah satu acara di stasiun televisi. Dia punya ingatan yang tidak menyenangkan mengenai ibunya. Tully kecil tinggal bersama sang nenek, suatu hari ibunya, Dorothy, tiba-tiba datang lalu membawanya pergi. Alih-alih dirawat dengan baik, Tully malah ditelantarkan sementara Dorothy sibuk berdemo. Hal tersebut membuatnya kecewa dan benci pada Dorothy.

Tully akhirnya kembali ke rumah nenek diantara oleh dua orang polisi. Tully kini sudah tumbuh jadi gadis dewasa. Tak diduga, sang ibu datang lagi dan memintanya kembali tinggal bersama. Di tempat tinggalnya yang baru, Tully bertetangga dengan Kate Mularkey (Sarah CHalke). Keduanya lalu bersahabat hingga dewasa.

Saat Tully sukses dengan karirnya sebagai pembawa acara, Kate disibukkan dengan urusan sebagai seorang ibu rumah tangga yang bersiap kembali ke dunia kerja setelah bercerai. Kate juga harus menghadapi putri remajanya, Marah Ryan (Yael Yurman) yang mulai bertingkah di sekolah.

Kate terlalu sibuk dengan urusan di rumah, termasuk persoalan sekolah putrinya hingga dia tidak sempat merapikan diri saat datang ke sebuah wawancara. Penampilannya yang lusuh menarik perhatian pelamar lainnya. Sebelum itu Kate menolak bantuan Tully yang bisa saja menggunakan koneksinya agar Kate langsung diterima. 

Alur kembali mundur dan menceritakan ketika Tully serta Kate masih bekerja di kantor yang sama. Di sana, Tully mengenalkannya pada Johnny Ryan (Ben Lawson). Seketika itu juga Kate langsung terpesona olehnya. Di kehidupannya yang sekarang Kate terlihat kesulitan. Untuk mendapatkan pekerjaan, Kate akhirnya harus “menjual” nama sahabatnya yang tenar.

Hubungan Tully dan Marah juga terjalin dengan baik. Artis tenar itu mengajaknya makan untuk mengetahui masalah Marah di sekolah. Dia menyempatkan waktu untuk mendengar keluhan anak baptisnya tersebut. Kesempatan itu tidak disia-siakan Tully untuk memuji Kate di depan putrinya.  

Dari luar Tully tampak sempurna dengan sifat ceria dan penuh semangat yang diperlihatkan. Karirnya sangat baik, dia pun terkenal. Namun, siapa sangka bahwa di dalam dirinya Tully menyimpan trauma dan luka. Ingatan tentang kesendirian mendominasi isi kepala.

 

Baca Juga :Sinopsis Film The Misadventure of Hedi and Cokeman, Kesuksesan Dua Sahabat Menjadi Bandar Ganja

 

Tully menjalani hidup yang bebas. Dia bisa bercinta dengan siapa pun dan kapan pun. Seperti pada satu saat ketika dia bercinta dengan Max Brody (Jon Ecker), seorang lelaki yang berusia lebih muda, hanya karena saling pandang di sebuah bar.

Hubungan antara Kate dan Tully tidak selamanya mulus. Sejak muda, Kate selalu kalah pesona dibanding Tully. Lelaki yang disukai Kate, cenderung lebih tertarik pada sahabatnya tersebut. Termasuk Johnny. Mantan suami Kate yang dulu merupakan bos mereka berdua. Suatu malam Kate dan Tully menghadiri sebuah pesta, tapi Kate pulang lebih dulu karena cemburu buta melihat Tully berdansa dengan Travis (Brandon Jay McLaren). Travis sendiri adalah teman lama Kate.

Sesampainya di rumah, Kate semakin kecewa karena mengetahui bahwa Tully menandatangani surat izin pemberian pil keluarga berencana untuk anak pada Marah tanpa memberitahunya. Di sisi lain, tanpa terduga Johnny datang ke kediaman Tully. Perempuan itu sudah menyuruhnya pulang dan kembali pada Kate, tapi dia menolak. Johnny memohon agar diizinkan bersama Tully malam itu. 

Cerita berputar kembali ke masa lalu Tully. Perempuan itu sungguh sudah melalui banyak masalah yang membuat jiwanya terguncang. Saat berusia belasan tahun, Tully dilecehkan oleh seorang pemuda bernama Pat Richmond. Dalam keadaan bingung, Tully pulang dan bertemu Kate. Gadis itu terus bicara mengenai langit di tempat tinggalnya. Tapi Tully tidak bisa lagi membendung kesedihan dan air matanya.

Tully lantas menceritakan kejadian yang baru menimpanya pada Kate. Dengan penuh simpati, Kate memeluknya. Sejak itu keduanya bersahabat. Namun, selayaknya dua kepala yang kerap berbeda, Kate dan Tully tidak jarang berselisih paham. Salah satunya pada insiden penandatangan surat izin untuk Marah. Kedua perempuan dewasa itu bertengkar. Bagaimana dengan kisah selanjutnya dari dua sahabat yang berbeda dunia dan kehidupan ini?