Sinopsis Film Sentinelle (2021), Upaya Seorang Sersan Menuntut Keadilan Hukum

Dia bergegas menuju ke sana dan shock mendapati Tania terbaring di salah satu kamarnya. Menurut penuturan dokter, Tania mengalami koma stadium tiga akibat pembengkakan otak. Mereka tak bisa melakukan operasi tapi akan berusaha mengeluarkan cairan dari otak Tania.

Sinopsis Film Sentinelle (2021), Upaya Seorang Sersan Menuntut Keadilan Hukum
jasa backlink pbn

Mengusung genre Action, Thriller Film Sentinelle asal Prancis karya sutradara Julien Leclercq rilis 5 Maret 2021melalui media streaming Netflix.

Film Sentinelle dengan durasi 1 jam 20 menit diproduksi oleh Labyrinthe Cinéma, dan Umedia, menggandeng aktor Olga Kurylenko, Marilyn Lima, Michel Nabokoff, dan Martin Sawbey.

Film Sentinelle mengisahkan Sersan Mayor Karla (Olga Kurylenko) mengalami trauma setelah bertugas di Suriah. Untuk meminimalisir hal tersebut dia bergantung pada obat. Suatu hari Karla dipindahtugaskan, menjadi lebih dekat dengan keluarganya. Sayang, sebuah petaka menimpa sang adik. Dia diperkosa oleh orang terpandang yang terlindungi dan sulit tersentuh hukum.

 

Baca Juga :Sinopsis Film Malignant (2021), Menjadi Pembunuh Setelah Kepalanya Di Benturkan Ke Dinding Oleh Suaminya

 

Sinopsis Sentinelle

Klara (Olga Kurylenko) bergabung bersama Angkatan Darat Perancis dan sedang ditugaskan di Suriah sebagai penerjemah untuk Opération Chammal. Dia coba menerjemahkan interogasi pada istri seorang buronan. Di bawah todongan senjata, wanita tersebut sangat ketakutan dan tak kunjung menjawab posisi suaminya berada.

Klara berinisiatif mengambil alih interogasi karena melihat wanita itu sangat ketakutan. Oleh atasannya, dia diberi waktu lima menit. Saat berdua dengan wanita tersebut Klara coba menenangkan dengan menjelaskan bahwa mereka tidak berniat membunuh suaminya, melainkan hanya menangkapnya.

Ternyata wanita itu juga mengkhawatirkan putranya. Klara kemudian berjanji bahwa mereka tak akan menyakiti siapa pun. Setelah suaminya ditangkap dia akan melepaskan putra wanita tersebut. Sejurus kemudian bersama pasukan yang lain, Klara menuju tempat yang sudah ditunjukkan wanita tadi.

Klara mengintai dari kejauhan sementara beberapa pasukan terlihat sudah mulai menembak dan beberapa yang lain menyergap. Dari jauh terdengar suara anak kecil kebingungan memanggil ayahnya. Mendengar hal tersebut Klara mulai menyadari ada yang salah. Dia pun memutuskan mendekat ke lokasi dan melihat suami serta putra dari wanita itu.

Saat mulai mengintrogasi, tiba-tiba berondongan senjata dari kelompok lawan diarahkan pada Klara dan pasukan yang lain. Setelah serangan mereda, salah satu anggota terlihat membawa dan memisahkan anak lelaki tersebut.

Namun dari jauh ayahnya berteriak, memerintahkan bocah itu melakukan sesuatu sambil mengatakan bahwa Tuhan akan memberinya pahala. Sedetik kemudian bom meledak, menghancurkan mobil, menewaskan anak itu.

L'Opération Sentinelle merupakan operasi tentara Perancis yang dikerahkan pada 12 Januari 2015. Para tentara Sentinelle bertugas menjaga dan melindungi wilayah, menghadapi ancaman teroris, mengantisipasi, memprediksi serangan lalu mengadaptasi perilaku berdasarkan hal tersebut.

Pasukan yang tergabung dalam Operasi Sentinelle berpatroli di daerah rawan. Saat ini disebutkan bahwa setiap hari ada 10.000 tentara dikerahkan. Cerita berlanjut saat Klara terlihat berada di pesawat. Dia tampak menenggak beberapa butir obat. Klara rupanya dipindahkan dari Suriah. Sebagai lulusan terbaik di kelasnya dalam pelatihan, hal ini bukan kabar baik.

Kepulangan Klara disambut saudara perempuannya, Tania (Marilyn Lima), juga ibunya dengan perasaan bahagia, tapi dia tampak menyimpan sesuatu dari sorot matanya. Benar saja, Klara punya masalah dengan kesehatannya. Dia menemui dokter dan diresepkan obat untuk migrain serta obat penenang. Dokter juga menyarankannya agar pergi menemui psikiater.

 

Baca Juga :Sinopsis Film Rising High (2020), Penipu Kaya Yang Terlilit Hutang Pajak

 

Klara mulai kembali beraktivitas. Dia bertemu atasan barunya Bernama Eric Jaubert (Martin Swabey). Setelah mendapat persenjataan yang dibutuhkan Klara dan beserta anggota yang lain pergi berpatroli ke kawasan Pelabuhan Tua.

Saat tengah berpatroli dengan anggota yang lain Klara melihat sebuah backpack di bangku taman. Ekspresinya langsung berubah antara waspada dan ketakutan. Tak lama backpack tersebut diambil pemiliknya dan Klara pun sedikit lega.

Kembali berpatroli Klara melihat sepasang kekasih sedang bertengkar di pinggir pantai. Sang lelaki terlihat memukuli wanitanya. Setelah mengingatkan, Klara langsung mengambil tindakan. Wanita itu agresif menyerang warga sipil hingga temannya sesama pasukan datang memisahkan. Seketika Klara seperti hilang kendali atas dirinya sendiri.

Esok harinya Klara kembali mengalami serangan panik saat bertugas. Dari jarak jauh dia melihat seorang anak kecil merentangkan kedua tangan; dia tampak gugup dan panik terutama karena hal ini mengingatkannya pada peristiwa mengenaskan yang dia saksikan saat bertugas di Suriah.

Scene berganti, Klara terlihat menemui seorang pria secara diam-diam. Dia mencari oksikodon, obat opioid yang sempat diresepkan oleh dokternya. Pada malam harinya Tania mengajak kakaknya tersebut menikmati malam di sebuah klub. Di sana Tania bertemu salah satu temannya, Aurelien (Michel Biel).

Sejurus kemudian Tania tertarik dan minta dikenalkan pada sekelompok pria yang ada di sana. Aurelien menyebut mereka Grup Rusia. Walau sempat menolak, Aurelien mengikuti permintaan gadis tersebut. Klara sempat panik dan tak suka melihat Tania pergi, tapi perempuan itu mencoba menikmati suasana.

Saat sudah sangat menikmati musik dan suasana, Klara melihat Tania memberi tanda ‘menelepon’ padanya. Tak lama saudara perempuannya itu pergi bersama salah satu pria dari Grup Rusia tadi. Klara yang sudah puas bermesraan dengan wanita kenalannya di kelab, coba menghubungi Tania melalui pesan teks.

Pagi hari tiba dan Klara kembali berpatroli. Saat itu dia melihat seorang pria mengenakan hoodie yang mencurigakan. Adegan kejar-kejaran pun terjadi antara keduanya. Ternyata itu adalah pria yang menjual oksikodon padanya tempo hari. Klara pun melepaskan lelaki itu secara sembunyi-sembunyi. Sore harinya Klara mendapat telepon, yang rupanya dari rumah sakit.

Dia bergegas menuju ke sana dan shock mendapati Tania terbaring di salah satu kamarnya. Menurut penuturan dokter, Tania mengalami koma stadium tiga akibat pembengkakan otak. Mereka tak bisa melakukan operasi tapi akan berusaha mengeluarkan cairan dari otak Tania.

Saat sedang menunggui adiknya, seorang polisi bernama Catherine Muller (Carole Weyers) datang dan mengatakan bahwa Tania ditemukan di pantai. Pemeriksaan awal menunjukkan dia dperkosa.

Polisi tak bisa segera menginterogasi pelakunya karena dia adalah putra dari seorang genius teknologi yang kaya raya, berpengaruh, dihormati, dan dilindungi. Lantas apa yang akan Klara lakukan menghadapi sosok yang sulit dihadapi ini?