Sinopsis Film The Call of the Wild (2020), Seekor Anjing Peliharaan Berhati Besar

Buck harus segera siap dan lekas beradaptasi dengan kehidupan dingin bersalju di Alaska. Sebagai anjing penarik kereta surat dia diperlakukan baik, hingga lelaki serakah membuat hidupnya bertambah berat. Beruntung Buck bertemu dengan seorang pria tua yang mengantarkannya ke ‘rumah’.

Sinopsis Film The Call of the Wild (2020), Seekor Anjing Peliharaan Berhati Besar
jasa backlink pbn

Mengusung genre Petualangan, Drama, Film The Call of the Wild karya sutradara Chris Sanders telah resmi rilis pada 21 Februari 2020.

Film The Call of the Wild di produksi oleh 20th Century Studios, TSG Entertainment, 3 Arts Entertainment dan di perankan oleh beberapa aktor ternama yaitu Harrison Ford, Omar Sy, Cara Gee, Dan Stevens.

Diadaptasi dari kisah sastra klasik kesayangan, The Call of the Wild berkisah tentang Buck, seekor anjing peliharaan berhati besar yang hidupnya berubah 180 derajat ketika dia tiba-tiba diculik dari rumahnya di California dan dipindahkan ke belantara eksotis Yukon Alaska pada masa Demam Emas Klondike di tahun 1890-an.

Miller mungkin tidak pernah menyangka jika hukuman yang diberikan pada Buck malam itu akan membuatnya kehilangan sang anjing kesayangan. Buck juga tidak akan menduga jika dalam satu malam, hidupnya yang hangat, berubah penuh petualangan. Dia diculik dan dibawa jauh dari rumahnya di California.

Kini, Buck harus segera siap dan lekas beradaptasi dengan kehidupan dingin bersalju di Alaska. Sebagai anjing penarik kereta surat dia diperlakukan baik, hingga lelaki serakah membuat hidupnya bertambah berat. Beruntung Buck bertemu dengan seorang pria tua yang mengantarkannya ke ‘rumah’.

 

Baca Juga :Sinopsis Film Things Heard and Seen (2021), Pindah ke Rumah Tua Yang Mistis

 

Sinopsis The Call of the Wild

Pada akhir abad ke-19, hidup seekor anjing yang gagah dan berbulu lebat serta halus bernama Buck. Buck tinggal di Santa Clara, California bernama pemiliknya yang merupakan seorang hakim bernama Miller (Bradley Whitford). Buck anjing yang lincah, pintar dan sedikit nakal. Setiap harinya selalu berlari-lari sekaligus bisa mematuhi perintah tuannya. Ketika Buck berlarian di area keramaian, seorang lelaki memerhatikannya sambil berpikir mengenai berapa keuntungan yang didapat jika dia bisa menjual anjing tersebut.

Suatu hari, Miller mengadakan sebuah pesta ulang tahun di rumahnya yang besar. Segala macam makanan lezat sudah dia siapkan untuk para tamu. Makanan pun ditata dengan cantik di atas meja menunggu untuk disantap. Namun, semua berantakan karena ulah Buck.

Makanan berceceran dan tumpah. Miller yang mengetahui hal ini sangat kesal dan menghukum si anjing untuk tidur di luar. Ini bukan hukuman pertama bagi Buck karena sebelumnya dia sudah pernah membuat onar. Buck lalu ditinggal masuk oleh majikannya sambil menampakkan ekspresi bersalah.

Malam hari pun tiba. Seorang lelaki yang tadi siang memerhatikan Buck terlihat mengintainya. Dia lantas berusaha menarik perhatian Buck dengan memanggilnya dari jauh. Lelaki itu memancing Buck menggunakan sebuah makanan yang sengaja dilemparkan ke sebuah kotak kayu berukuran besar agar anjing tersebut langsung masuk dan tertangkap. Benar saja tanpa halangan yang berarti, pemburu itu dengan mudah mendapatkan Buck.

Buck akan dijual dengan harga tinggi. Dia dipindahkan ke beberapa tempat hingga di sebuah ruangan, kotak tempatnya berada dibuka. Buck pun langsung melompat ke luar dan berusaha melawan. Seketika penjaga yang ada di sana memukul Buck dengan keras hingga anjing itu terjatuh. Buck terlihat memilih pasrah karena dia tahu tidak mungkin melawan apalagi menang.

Walau begitu, Buck tidak putus asa untuk bisa melarikan diri. Dengan kekuatannya dia berhasil menarik ikatan di lehernya hingga lepas dan mencoba pergi. Begitu berhasil sampai di atas, Buck rupanya sedang berada di sebuah kapal yang tengah melintas di lautan es. Dia ternyata dibawa menggunakan kapal barang dan dikirim ke Yukon.

 

Baca Juga :Sinopsis Film One Small Problem (2020), Upaya Sang Ayah Mengejar Cinta Hingga Mengaku Tak Memiliki Anak

 

Yukon adalah sebuah tempat yang tertutup oleh salju. Yukon juga berbahaya dan rawan bencana. Buck jauh dari rumah. Sekarang dia ada di Alaska, di tempat para pemburu emas berkumpul. Buck ditarik menggunakan tali oleh orang yang akan menjualnya. Anjing itu terlihat bingung dan asing dengan lingkungan barunya yang sama sekali tidak ramah.

Saat sedang dituntun berjalan, Buck menginjak area tanah yang bersalju. Mulanya dia kaget tapi Buck terlihat menyukainya dan bergerak ke sana-ke sini hingga membuatnya terlepas dari tali yang mengingat di bagian leher. Buck langsung kabur tak tentu arah sampai-sampai dia menabrak seorang lelaki tua. Alih-alih memarahinya, lelaki itu justru dengan ramah mengingatkan Buck untuk hati-hati.

Tanpa disadari harmonika milik lelaki tua itu terjatuh, Buck pun mengembalikannya dan pak tua berterima kasih. Tidak lama, orang yang akan menjual Buck berhasil menemukannya dan mengikat anjing itu kembali. Dia lalu membawanya ke penampungan anjing agar Buck bisa segera dijual.

Cerita berlanjut saat seorang tukang pos bernama Perrault (Omar Sy) yang langsung tertarik pada Buck. Perrault pun menjadi pemilik Buck yang baru. Beberapa saat kemudian, Perrault mengajak Buck untuk naik ke tempat yang lebih tinggi. Sesampainya di atas, Perrault dan Buck bertemu dengan Françoise (Cara Gee), kekasih Perrault yang juga seorang tukang pos.

Françoise terlihat kecewa karena Perrault hanya membawa satu ekor anjing sementara yang dia butuhkan adalah dua. Lelaki itu lantas berdalih tidak membutuhkan anjing lain, karena baginya Buck sudah cukup kuat, mengingat tubuh Buck memang lebih besar dibandingkan lainnya. Di sana, Buck ‘berkenalan’ dengan beberapa anjing penarik kereta pos, termasuk Spitz si pemimpin.

Sebelum pergi Buck mendapat petunjuk dari Perrault, bahwa dia hanya perlu mengikuti anjing-anjing yang lain melalui rute yang sudah ditetapkan. Setelahnya, tugas pertama Buck sebagai anjing penarik pun dimulai. Sebagai pemula, Buck tentu sangat canggung. Bukannya berlari, Buck justru jalan dan terseret-seret hingga menabrak anjing lain di sebelahnya.

Dia teralihkan oleh seekor kelinci yang duduk di atas batang pohon di pinggir jalan dan mengakibatkan rombongannya terguling. Sebagai pemilik, Perrault tidak memarahi Buck. Lelaki itu justru menyemangati si anjing. Tak lama rombongan anjing pun kembali berjalan dan Buck mulai terlihat terbiasa serta bisa mengikuti ritme. Sampai akhirnya Buck kelelahan.

Saat malam tiba, Buck yang kedinginan tidur di luar, mencoba masuk ke tenda, tapi kembali diusir oleh Françoise. Pada saat itu, Buck melihat seekor serigala bertubuh besar dengan mata yang menyala, tapi serigala itu tak lama hilang saat Buck memalingkan pandangan ke arah lain. Lalu apakah serigala yang dilihat Buck adalah nyata atau hanya ilusinya karena kedinginan? Bagaimana nasib Buck selanjutnya?