Sinopsis Film Words on Bathroom Walls (2020), Adam Divonis Mengidap Skizofrenia

Di sana dia bertemu Maya, gadis pintar yang tak beruntung soal uang. Perkenalannya dengan gadis tersebut membuat Adam mau meminum obat yang selama ini dihindarinya. Namun, proses menuju kesembuhan ternyata tidak semudah itu.

Sinopsis Film Words on Bathroom Walls (2020), Adam Divonis Mengidap Skizofrenia
jasa backlink pbn

Mengusung genre Drama, Romance, Teenagers, Film Words on Bathroom Walls asal Amerika karya sutradara Thor Freudenthal dan ditulis oleh Nick Naveda, berdasarkan novel dengan nama yang sama karya Julia Walton.Film ini telah resmi rilis pada 21 Agustus 2020.

Film Words on Bathroom Walls dengan durasi 1 jam 50 menit ini diproduksi oleh LD Entertainment, Kick the Habit Productions dan di perankan oleh : Charlie Plummer, Taylor Russell, Andy Garcia, dan AnnaSophia Robb.

Mengisahkan tentang Adam yang kerap mendengar suara-suara yang sulit dijelaskan. Dia juga melihat sosok-sosok tak nyata yang memengaruhi pikiran serta tindakannya. Dokter memvonisnya mengidap skizofrenia. Tinggal bersama sang ibu yang sangat menyayangi dan berusaha memberikan yang terbaik, Adam pindah sekolah ke sebuah sekolah Katolik.

 

Baca Juga :Sinopsis Film The Curse of La Llorona (2019) Terjebak Dalam Alam Supranatural

 

Sinopsis Words on Bathroom Walls

Seorang pemuda bernama Adam Petrazelli (Charlie Plummer) merasa ada gangguan pada matanya. Dia berharap glukoma tapi yang terjadi, gangguan mata tersebut diiringi dengan gangguan lain. Adam kerap mendengar suara-suara aneh dan tak terjelaskan. Suara itu dapat sedikit mereda atau hilang ketika dia memasak.

Kebiasaan atau hobi Adam dalam memasak lama-lama mulai menghasilkan cita rasa enak. Adam hanya tinggal bersama sang ibu, sesosok wanita yang punya beban hidup karena ulah ayahnya. Pemuda itu kerap memasakkan sesuatu untuknya. Belakangan seorang lelaki paruh baya bernama Paul (Walton Goggins) menjadi teman baru ibunya.

Bagi Adam, rumah adalah masa lalu. Oleh karena itu dia lebih suka menghabiskan waktu di luar. Adam kemudian mengikuti sekolah kuliner musim gugur, yang menurutnya bagai mata air untuk otak yang perlahan terbakar. Pemuda itu kesulitan menyembunyikan ‘kegilaannya’ di sekolah. Saat berada di laboratorium untuk kelas Kimia, Adam bahkan membuat salah satu temannya celaka karena gangguan yang tak terlihat dan sulit dijelaskan.

Pemuda disebut mengalami kekalutan psikotik. Untuk selanjutnya pemuda itu dibawa ke rumah sakit dan akhirnya diketahui bahwa Adam menderita skizofrenia, gangguan mental kronis. Ketika seseorang mengalami skizofrenia dia akan kehilangan kontak dengan realitas. Kondisi tersebut memungkinkannya untuk berhalusinasi, baik visual atau pendengaran, juga mengalami paranoia dan delusi.

ehidupan Adam seketika berubah. Dia keluar dari sekolah dan dianggap gila oleh teman-temannya. Paul juga membujuk ibu Adam agar mau mengirimkan putranya ke tempat penanganan yang lebih profesional. Keadaan Adam sendiri masih belum membaik. Sekali sosok-sosok asing itu muncul, mereka tak akan pergi dan sangat mengganggu.

 

Baca Juga :Sinopsis Film Awake (2021), Ketika Semua Orang Tidak Bisa Tidur Untuk Selamanya.

 

Sosok asing pertama bernama Rebecca (AnnaSophia Robb). Adam menilainya seperti gabungan antara Dalai Lama dan Coachella, selalu tenang dan membuat Adam tak keberatan dengan kehadirannya. Kemudian ada sosok penjaga, yang temperamental tapi setia. Selanjutnya ada Joaquin (Devon Bostick); layaknya sahabat mesum dari film remaja di tahun 1990-an.

Sang ibu sudah membawa Adam berobat ke berbagai tempat. Segala macam obat seperti Risperdal, Abilify, Klozapin, Stelazine juga sudah dia konsumsi, tapi sosok-sosok itu masih ada. Saat Adam sudah menyerah, ibunya belum. Ketika berada di rumah sakit, sang ibu mengambil sebuah brosur berisi informasi mengenai pengobatan baru untuk penderita skizofrenia, yaitu Tozaprex.

Adam menolak pengobatan, tepatnya tak ingin jadi kelinci percobaan atas obat baru bernama Tozaprex, tapi sang ibu terus berusaha untuk kesembuhan putranya tersebut. Bersama Paul, wanita itu lantas membawa Adam ke sebuah Sekolah Katholik. Di sana, ketiganya bertemu dengan Suster Catherine (Beth Grant).

Saat mendengar penjelasan dari Catherine, Adam lagi-lagi berdelusi. Kali ini dia melihat ruangan mulai terbakar. Segala macam penjelasan yang disampaikan Catherine jadi tak dihiraukannya. Setelah pembicaraan yang panjang, setelah Catherine memeriksa berkas Adam, sekolah itu menerimanya.

Namun, Adam harus memenuhi syarat, yaitu memperoleh IPK 3,5 dan mendapat skor di atas 90 persen pada ujian standarisasi tahunan. Syarat terakhir, sekolah memerlukan perkembangan bulanan atas perawatan kejiwaannya. Di tengah-tengah sesi, Adam yang merasa tersinggung dengan perkataan Paul meminta izin ke kamar mandi.

Saat berada di sana, Adam yang sedang buang air kecil melihat sebuah tulisan di tembok yang kurang lebih berisi: Yesus mencintaimu, tidak jika kamu homoseksual. Dia menertawakan tulisan tersebut karena menurutnya aneh. Tak lama, dua orang siswa terlihat berselisih soal uang bayaran di sana. Tampaknya hal yang mereka ributkan cukup rahasia sehingga Adam tak boleh mengatakan apa pun pada orang lain.

Hari pertama sekolah pun tiba. Saat sedang konsentrasi mengisi sebuah lembar pertanyaan, lagi-lagi Adam mendengar suara-suara itu. Suara-suara yang Adam dengar tak pernah bernada positif, selalu negatif sehingga membuatnya sangat terganggu.

Pada jam istirahat, Adam yang sedang ‘membuat’ santap siangnya menyerupai sushi didatangi oleh salah satu siswa di toilet tadi. Mereka mulai berbincang dan tak lama gadis tersebut mengenalkan dirinya. Dia adalah Maya Arnez (Taylor Russell), yang mengklaim dirinya sebagai salah satu calon lulusan terbaik St. Agatha.

Adam lalu penasaran apa yang dilakukannya di toilet pria. Maya menjawab bahwa dirinya adalah orang yang tahu cara menyelesaikan sesuatu di sekolah dengan bayaran, seperti mengerjakan pekerjaan rumah, mengerjakan esai dan lain-lain. Kemudian seorang siswi lain menghampiri mereka dan menawarkan tiket untuk mengikuti Pesta Dansa.

Maya meresponnya dengan dingin karena dia tak suka hal-hal mengandung norma patriarki seperti pesta dansa. Gadis itu kemudian berlaku santai dengan memakan sepotong sushi milik Adam lalu pergi. Pemuda itu tampak tertarik dan mulai meminum obat Tozaprex yang sudah disiapkan ibunya sejak beberapa waktu lalu, Namun, bisakah keduanya bertambah dekat?