Tiket Formula E Sudah Terjual 14.800 dari 52.250, Separuhnya Pembeli dari Luar Negeri

Tiket Formula E sudah dibuka oleh penyelenggara sejak 1 Mei 2022. Pembelian tiket dilakukan secara dari melalui portal jakartaeprix.goersapp.com atau jakartaeprixofficial.com. Hingga saat ini diinformasikan bahwa tiket sudah terjual sebanyak 14.800 t dari 52.500 kursi yang disediakan. Diketahui ternyata pembelinya kebanyakan berasal dari luar negeri.

Tiket Formula E Sudah Terjual 14.800 dari 52.250, Separuhnya Pembeli dari Luar Negeri
Tiket Formula E Sudah Terjual 14.800 dari 52.250, Separuhnya Pembeli dari Luar Negeri
jasa backlink pbn

Tiket Formula E sudah dibuka oleh penyelenggara sejak 1 Mei 2022. Pembelian tiket dilakukan secara dari melalui portal jakartaeprix.goersapp.com atau jakartaeprixofficial.com. Hingga saat ini diinformasikan bahwa tiket sudah terjual sebanyak 14.800 t dari 52.500 kursi yang disediakan. Diketahui ternyata pembelinya kebanyakan berasal dari luar negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Vice Managing Director Formula E Jakpro, Gunung Kartiko yang menyebutkan pembeli tiket kebanyakan justru bukan berasal dari Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Sirkuit Formula E Ditemani Gubernur DKI Anies Baswedan

"Kami bisa melihat bahwa yang membeli tiket itu ternyata tidak hanya dari masyarakat Indonesia tetapi lebih dari 50 persen warga negara asing," ujar Gunung dikutip dari Suara.com dalam konferensi pers di kawasan Sirkuit Formula E, Jakarta Utara, Kamis (19/5/2022).

Rinciannya, pembeli tiket Formula E dari mancanegara berasal dari Turki sebanyak 3 persen, lalu Tunisia 3 persen, Polandia 3 persen, Norwegia 3 persen, Jepang 9,1 persen.

Baca Juga: Sama dengan MotoGP Mandalika Formula E Jakarta juga Perlu Pawang, PSI: Pawang Anggaran untuk Usir Tuyul

Selanjutnya, Italia 6,1 persen, Guatemala 3 persen, Britania Raya 6,1 persen, Argentina 3 persen, Amerika Serikat 6,1 perse, Australia 9,1 persen, Filipina 6,1 persen, India 6,1 persen dan Malaysia 3 persen.

Dari total pembeli, WNI yang membeli tiket berjumlah 3.122 atau sekitar 21,1 persen dari total pembeli sampai saat ini.

Gunung sendiri tidak mempermasalahkan tiket yang kebanyakan dibeli oleh warga negara asing. Bahkan dengan pembeli dari luar negeri, maka akan mendatangkan keuntungan bagi Jakarta.