Tingkatkan Produksi ASI Lebih Banyak dengan 10 Cara Alami Ini

Sejak dilahirkan sampai genap berusia enam bulan, ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun sayangnya, tidak sedikit ibu menyusui yang cemas mengenai kecukupan produksi ASI untuk si kecil, khususnya bagi kamu yang baru memiliki bayi.

Tingkatkan Produksi ASI Lebih Banyak dengan 10 Cara Alami Ini
Tingkatkan Produksi ASI Lebih Banyak dengan 10 Cara Alami Ini
jasa backlink pbn

Sejak dilahirkan sampai genap berusia enam bulan, ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun sayangnya, tidak sedikit ibu menyusui yang cemas mengenai kecukupan produksi ASI untuk si kecil, khususnya bagi kamu yang baru memiliki bayi.

Setiap ibu menyusui tentunya ingin selalu memberikan ASI bagi bayi yang cukup agar manfaat ASI yang didapatkan bisa optimal. Sebenarnya, produksi ASI masing-masing ibu bisa mencukupi kebutuhan gizi bayi. Hanya saja, produksi ASI yang dihasilkan setiap ibu bisa berbeda-beda.

Berawal dari sini, para ibu menyusui mungkin termasuk kamu giat mencari cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Bagi kamu yang punya masalah dengan produksi ASI tidak keluar atau tidak terlalu banyak setelah melahirkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Dilansir dari Hellosehat.com, berikut 10 cara alami meningkatkan produksi ASI lebih banyak.

1. Tingkatkan Frekuensi Menyusui

Mungkin kamu merasa bahwa produksi ASI tidak terlalu banyak atau tidak keluar setelah melahirkan. Namun, jangan berputus asa untuk terus berusaha memberikan ASI. Ini karena semakin sering menyusui, akan semakin banyak pula pasokan ASI di dalam payudara. Salah satu cara agar memperlancar produksi ASI dan membuatnya lebih banyak yakni dengan meningkatkan frekuensi menyusui.

Proses ini biasa dikenal dengan nama let down reflex yang membantu merangsang kontraksi pada otot-otot payudara. Alhasil, ASI bisa mengalir dengan lancar sehingga bisa menjadi cara memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Prinsip ini sama seperti hukum penawaran dan permintaan (supply and demand). Artinya, semakin banyak permintaan jumlah persediaan juga akan mengikuti sehingga semakin meningkat pula.

Contohnya begini, jadwal menyusui bayi yakni selama 3-4 jam terhitung dari awal menyusu sampai waktu menyusu berikutnya. Selanjutnya, kamu bisa mencoba memberikan sedikit ASI sebagai “camilan” di rentang waktu tersebut. Jadi, total waktu menyusui bayi bisa mencapai sekitar 8 kali selama 24 jam. Sebaliknya, bila bayi terlihat kurang puas dan senang setelah selesai menyusu sebaiknya biarkan ia beristirahat sejenak dan berikan ASI lagi sekitar 20-30 menit kemudian.

Seiring dengan banyak ASI yang dikeluarkan, secara otomatis payudara akan terpancing untuk mengeluarkan lebih banyak ASI. Bukan saat pagi, siang, dan sore hari saja, sebaiknya biarkan bayi menyusu di malam hari bila ia menginginkannya. Bahkan ketika bayi sedang tidur padahal ini saatnya ia menyusu, kamu bisa membangunkannya sebentar.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kamu dianjurkan untuk membangunkan bayi jika sedang tidur dan belum menyusui selama 4 jam.

2. Ciptakan Lingkungan yang Nyaman Selama Masa Menyusui

Sebisa mungkin, hindari merasa terlalu cemas, stres, bahkan depresi selama masa menyusui. Sebab tanpa sadar, berbagai kondisi tersebut bisa mempengaruhi produksi ASI sehingga menggagalkan cara kamu untuk membuat produksi ASI agar lebih banyak.

Usahakan untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan santai saat menyusui agar tubuh dan pikiran lebih nyaman. kamu bisa menyempatkan diri untuk melakukan meditasi, menonton film favorit, maupun melakukan teknik pernapasan dalam.

Bukan hanya kamu yang merasa senang, hal ini juga akan berdampak pada kemampuan menyusu si kecil sebagai cara memperbanyak produksi ASI.

3. Rutin Memompa ASI Agar Produksi Lebih Banyak

Ketika bayi sedang tidak menyusu maupun sudah kenyang menyusu tapi payudara masih terasa kencang, kamu bisa mengeluarkan ASI dengan cara dipompa. Rasa kencang dan penuh pada payudara biasanya karena persediaan ASI belum sepenuhnya habis.

Maka itu, kamu bisa menggunakan pompa ASI untuk memerahnya. Simpan ASI perah tersebut untuk jadwal menyusui bayi selanjutnya agar tetap awet. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, semakin banyak permintaan akan semakin banyak pula persediaannya.

Oleh karena itu, rutinlah menyusui si kecil dan memompa ASI ketika payudara mulai terasa kencang. Cara ini bisa membantu agar produksi ASI lebih banyak karena payudara yang kosong akan terus memproduksi ASI terus-menerus.

Memompa ASI bisa dilakukan kapan pun. Jika produksi ASI di payudara terlalu penuh, kamu bisa memompa dan menerapkan cara menyimpan ASI sebagai persediaan.

Baca Juga: Perlu Diketahui, Ini 5 Cara Menjaga Kehamilan Sehat

4. Perhatikan Perlekatan (latch on) Bayi Selama Menyusu

Jika selama menyusui ASI tidak keluar terlalu banyak dan berbeda dengan saat dipompa, mungkin perlekatan yang dilakukan bayi selama ini kurang tepat. Percaya atau tidak, perlekatan yang sesuai saat menyusui bisa menjadi satu dari beberapa cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Latch on atau perlekatan adalah menempatkan mulut bayi dengan puting susu di posisi menyusui yang tepat. Tujuan utama latch on sebenarnya untuk mencegah munculnya luka, nyeri, bahkan sakit pada puting susu ibu karena posisi isapan bayi yang kurang tepat.

Namun sebenarnya, latch on yang tepat juga bisa menjadi cara memperbanyak produksi ASI. Seperti yang juga dijelaskan di dalam Mayo Clinic, perlekatan yang pas selama menyusui dapat menjadi cara tepat untuk memperlancar produksi ASI.

Ini karena saat isapan bayi pada puting susu ibu tidak pas, otomatis produksi ASI yang keluar dari payudara juga tidak begitu banyak. Begitu pula sebaliknya, ketika latch on bayi pada puting susu ibu sudah tepat, ASI yang keluar akan lebih optimal.

5. Menyusui dari Kedua Sisi Payudara

Cara untuk memperbanyak produksi ASI lainnya bisa dilakukan dengan membiarkan bayi menyusui secara bergantian pada kedua sisi payudara. Biarkan bayi menyusu dari sisi payudara pertama hingga berhenti dengan sendirinya baru kemudian berikan sisi payudara yang lain.

Adanya stimulasi atau rangsangan yang sama pada kedua sisi payudara dapat menjadi cara untuk memperlancar produksi ASI. Terkadang yang menjadi pertanyaan yakni apa ukuran payudara yang kecil tetap bisa menyusui? Sebenarnya, tidak perlu khawatir untuk bisa menyusui bayi dengan lancar meski ukuran payudara kecil.

Pada kenyataannya, ukuran payudara tidak mempengaruhi produksi ASI, termasuk payudara yang berukuran kecil. Ukuran payudara lebih banyak ditentukan oleh jaringan lemak yang ada di dalamnya. Namun, jaringan lemak ini sama sekali tidak mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi oleh payudara.

Produksi susu lebih tergantung pada jumlah jaringan kelenjar susu, di mana kelenjar susu merupakan tempat untuk memproduksi serta menyimpan ASI. Jadi, jawaban dari apa payudara kecil bisa menyusui yaitu bisa dan tidak masalah untuk memberikan ASI baik secara langsung maupun memompa ASI.

6. Usahakan Kebutuhan Zat Gizi Tercukupi dengan Baik

Tak mau ketinggalan, zat gizi yang kamu dapatkan dari sumber makanan harian juga harus tercukupi dengan baik. Bukan hanya baik bagi kesehatan kamu, memastikan kebutuhan zat gizi telah tercukupi juga bisa menjadi cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral penting yaitu buah-buahan, sayuran hijau, daging, ayam, ikan, telur, dan lainnya penting sebagai memperbanyak ASI. Selain itu, ibu menyusui perlu banyak minum untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya.

Agar lebih optimal, kamu disarankan untuk minum setidaknya delapan gelas per hari dan sebaiknya tidak kurang dari jumlah tersebut.

7. Makan Makanan untuk Meningkatkan Produksi ASI

Tubuh membutuhkan sejumlah energi yang cukup agar bisa menghasilkan banyak ASI. Selain dari asupan makanan ibu menyusui setiap hari, ada beberapa jenis makanan juga yang diyakini dapat memperbanyak produksi dan memperlancar ASI.

Berikut beberapa jenis makanan yang bisa memperbanyak persediaan ASI:

  • Oatmeal, karena mengandung banyak zat besi.
  • Makan bawang putih, karena memiliki kandungan senyawa galactagogue yang bisa memperbanyak ASI.
  • Aneka jenis sayuran khususnya yang berdaun gelap, seperti wortel, ubi, bayam, brokoli, daun katuk. Berbagai jenis sayur tersebut memiliki senyawa khusus di dalamnya bisa memperbanyak ASI.
  • Biji wijen, karena banyak mengandung mineral kalsium sehingga baik untuk memperbanyak produksi ASI serta menunjang pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Sumber makanan lainnya seperti kacang atau susu almond dan buah pepaya juga baik dikonsumsi jika kamu ingin memperbanyak dan memperlancar persediaan ASI.

Baca Juga: Hal yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil, Kenali 15 Komplikasi Kehamilan Ini

8. Melakukan Pijat Payudara untuk Memperlancar Produksi ASI

Sambil menyusui, kamu dapat melakukan pijat payudara kamu secara perlahan untuk memperlancar produksi ASI. Teknik pijat sebagai cara untuk memperbanyak atau memperlancar produksi ASI bisa dilakukan mulai dari sisi luar payudara ke arah bagian dalam.

Melansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Korean Academy of Nursing, memijat payudara dengan cara yang benar selama 30 menit dalam kurun waktu 10 hari pasca melahirkan bisa membantu agar ASI lancar. Pijat payudara juga ampuh untuk mencegah sekaligus meredakan nyeri, pembengkakan, mastitis, dan infeksi pada payudara.

Menariknya lagi, memijat payudara dengan cara yang tepat juga bisa membantu tubuh merasa lebih rileks dan nyaman. Itulah mengapa memijat payudara dengan cara yang benar juga membantu pikiran jadi lebih tenang dan kamu bisa beristirahat dengan baik, melansir dari American Pregnancy. Selain pijat payudara, ibu juga bisa melakukan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI.

Pijat oksitosin adalah pijatan yang dilakukan di sepanjang tulang belakang sebagai upaya untuk melancarkan produksi ASI. Dinamakan pijat oksitosin karena pijatan ini mampu memicu pengeluaran oksitosin yang merupakan hormon yang membuat ASI lebih lancar.

9. Minum Jamu Pelancar ASI

Jamu tergolong ke dalam obat tradisional yang diolah dari tumbuh-tumbuhan sehingga menghasilkan sebuah ramuan. Bentuk sediaan jamu juga tidak hanya satu, melainkan bisa kamu temukan dalam berbagai sajian.

Mulai dari jamu cair yang bisa langsung diminum, diolah menjadi pil, maupun bubuk yang harus diseduh terlebih dahulu. Para ibu menyusui mungkin sudah tidak asing dengan manfaat jamu yang disebut sebagai ASI booster alami yang bagus.

Bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan jamu ini merupakan laktogogue. Laktogogue adalah bahan atau zat yang dipercaya bisa membantu merangsang dan memperbanyak produksi ASI.

10. Minum Susu Pelancar ASI

Susu ibu menyusui atau pelancar ASI merupakan salah satu dari cara untuk meningkatkan produksi. Dalam hal ini, susu penambah ASI masuk ke dalam laktogogue. Melihat dari bahan utama yang kerap dijadikan andalan dalam susu pelancar ASI alami, ada beberapa komposisi utama.

Bagaimana cara memiliki susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi? Kamu bisa memilih susu yang terbuat dari olahan sapi atau kacang-kacangan. Susu ibu menyusui yang terbuat dari kacang-kacangan dan olahan sapi, sering disebut susu pelancar ASI alami atau ASI booster.

Sebuah penelitian di tahun 2018 dalam Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang menjelaskan mengenai hal ini. Penelitian yang dilakukan pada 40 peserta ibu menyusui tersebut mendapatkan hasil bahwa pemberian susu kedelai ternyata bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Berangkat dari sinilah susu kedelai dijadikan salah satu kandungan di dalam susu pelancar ASI. Hal ini diperkirakan karena kacang kedelai memiliki kandungan isoflavon di dalamnya.