Warung Ayam Geprek Mas Kobis, Usaha Waralaba Keluarga Yang Sukses!

Ayam Geprek Mas Kobis adalah salah satu kuliner di Yogyakarta yang sudah tidak asing lagi. Selain gudeg, ayam geprek ini menjadi makanan favorite para pelancong di Jogja dan sekitarnya.

Warung Ayam Geprek Mas Kobis, Usaha Waralaba Keluarga Yang Sukses!
Warung Ayam Geprek Mas Kobis, Usaha Waralaba Keluarga Yang Sukses!
jasa backlink pbn

MPOTIMES - Ayam Geprek Mas Kobis adalah salah satu kuliner di Yogyakarta yang sudah tidak asing lagi. Selain gudeg, ayam geprek ini menjadi makanan favorite para pelancong di Jogja dan sekitarnya.

Sebagai tempat asal lahirnya ayam geprek, Jogja punyai beberapa pilihan penjual ayam geprek yang dapat kamu coba. Beberapa referensi ayam geprek nikmat di Jogja, dimulai dari Ayam geprek Mas Kobis sampai Ayam geprek Bu Rum yang legendaris.

Warung Ayam Geprek Mas Kobis, Usaha Waralaba Keluarga Yang Sukses!

Warung Ayam Geprek Mas Kobis, Usaha Waralaba Keluarga Yang Sukses! (foto; phinemo.com)

Mahasiswa yang sempat kuliah di Jogja tentu pernah melahap atau minimal bertandang ke warung ayam geprek mas kobis, yang tersohor geprek dengan sambal bawang ini. 

Warung ayam geprek Mas Kobis telah populer di kalangan pencinta kuliner pedas ini. Selainnya porsi yang banyak, pelanggan juga bisa minta cabe sampai 40 buah.

Walau tidak secara eksklusif jual ayam geprek, warung Mas Kobis punyai menu ayam geprek yang rasanya tidak kalah nikmat dengan warung ayam geprek kebanyakan. Disamping itu ada juga terong dan kol atau kubis goreng yang menjadi satu diantara pendamping ayam goreng sambal bawang ini.

Pemiliknya Sering Dipanggil Mas Kobis

Warung Ayam Geprek Mas Kobis, Usaha Waralaba Keluarga Yang Sukses! (foto; cdn-image.hipwee.com)

Berbicara mengenai kuliner urban ala-ala Jogja, tentu saja kurang mantap jika tidak menyebutkan warung ayam geprek Mas Kobis. Warung sederhana dengan bangunan terbuka ini menyediakan beragam menu geprek yang selalu menjadi tujuan perut-perut keroncongan. 

Dimulai dari mahasiswa, karyawan, dan hingga keluarga sangat suka dengan ayam geprek satu ini. Sesuai namanya, selain ayam geprek, tempat ini juga menyajikan menu kubis goreng sebagai lahapan tambahan membuat warung ini tersohor. 

Tetapi siapa yang menyangka bahwa awalnya warung ini berdiri sebagai warung makan rames. Kemudian berkembang menjadi warung ayam geprek mas kobis yang terkenal.

Warung ayam geprek Mas Kobis memiliki sejarah panjang hingga menjadi tersoshor seperti sekarang ini. Berbagai peristiwa menjadi saksi berdirinya warung ayam geprek ini. 

Nama Mas Kobis sendiri rupanya didapat dari nama panggilan pemiliknya yang akhirnya membuat orang mengenal warung ayam geprek ini sebagai warung ayam geprek mas kobis.

Perjalanan Ayam Geprek Mas Kobis

Bukanlah hal yang aneh jika orang Jawa selalu mempunyai nama panggilan yang diberi oleh rekan-rekan dekatnya. Begitupun dengan Mas Kobis, nama itu didapat dari beberapa orang disekitar yang biasa menyebut mas kobis. Panggilan itu melekat padanya karena dia kerap membeli kobis dengan jumlah yang banyak untuk kemudian dipasarkan sebagai lalapan di warung rames miliknya.

Awalnya Ayam Geprek Mas Kobis ini selalu berpindah-pindah lokasi berjualan. Wilayah Demangan yang sekarang ini tekenal sebagai area restoran PKL Mrican adalah titik awal perjuangan Mas Kobis pada tahun 90an. 

Awalnya dia menjual nasi rames. Sampai pada akhirnya ia memilih untuk pindah ke lokasi baru di sekitar kampus UNY, persisnya ada di salah satu pos ronda sisi timur Fakultas Teknik UNY.

Pada akhir 2015, mereka berpindah kembali ke samping utara pos ronda itu sesudah direlokasi oleh team kampus UNY terkait aturan baru dilarang berjualan di area universitas. 

Warung kecil yang ada di sisi timur Fakultas Teknik UNY itulah yang pada akhirnya menjadi pusat lebih dari 40 cabang ayam geprek mas kobis yang tersebar di beberapa wilayah Jogja.

Menu ayam geprek bukan ide awal Mas Kobis, tetapi karena ada keinginan dari beberapa pelanggan tetapnya, kemudian ia menekuni menu ayam geprek ini. Menu ini yang akhirnya menjadi menu terlaris di warung mas kobis dan bertahan hingga sekarang.

Kol / Kobis Goreng, Pelengkap Ayam Geprek Mas Kobis

Selainnya harga yang murah dan pas untuk kantong mahasiswa, menu ayam geprek dan kubis goreng adalah sepasang menu unggulan di tempat ini. Menu kobis goreng ini adalah menu terpisah dari ayam geprek, kalian bisa memesan menu ini sebagai menu pelengkap layaknya terong, tempe, dan tahu goreng.

Ayam Geprek Mas Kubis, Bisnis Keluarga

Warung Ayam Geprek Mas Kobis, Usaha Waralaba Keluarga Yang Sukses! (foto; akhalisa.files.wordpress.com)

Baca Juga : Rekomendasi Sambal Ayam Geprek Yang Mudah Dibuat Dirumah

Mas Kobis sebagai pemilik khusus dari usaha ini rupanya mengaplikasikan mekanisme franchise tetapi hanya terbatas untuk keluarga besarnya saja. Seorang bagian dari keluarga besarnya dapat memiliki lebih dari dua cabang warung ayam geprek ini sekaligus.

Jaringan lokasinya juga masih berada dalam kabupaten Sleman. Walau demikian, mereka pintar dalam memilih lokasi yang betul-betul vital untuk membangun warung. Dengan metode ini, satu warung rata-rata dapat mendapatkan omset 3-5 juta dalam sehari.

Sebagian orang terkadang masih juga meragukan kobis goreng sebagai makanan sehat, karena memiliki banyak gas dan lemak yang dihasilkan dari proses penggorengan dengan minyak berulang. Namun anda masih bisa memesan kubis mentah dan timun sebagai lalapan.

Ayam geprek mas kobis memiliki rasa yang berbeda dari kebanyakan ayam geprek di Jogja. Pasalnya ayam geprek mas kobis menyajikan ayam goreng tanpa tepung layaknya ayam penyetan. Sebagian orang Jogja menyebut warung ini sebagai warung penyetan mas kobis.

Nah jika kamu tidak suka kobis goreng, kamu bisa memesan juga menu lain seperti lele goreng, tempe, tahu, terong dan telur goreng sebagai menu pelengkap ayam geprek mas kobis. Sambal yang disajikan juga berbeda, disini hanya ada satu tipe sambal yakni sambal bawang.

Sambal bawang mas kobis sangat cocok disajikan dengan ayam goreng miliknya, perpaduan bumbu ayam goreng kriuk dan sambal yang tiada duanya.

Jika kamu ingin mencoba ayam geprek mas kobis, sebaiknya hindari jam makan siang hingga sore hari. Pasalnya warung ini selalu dipenuhi pelanggan setia yang sehari-hari mampir untuk makan disini. Selamat mencoba ya!